Dewa United Tanpa Dua Amunisi Timnas Indonesia saat Hadapi Persijap, Jan Olde Riekerink Tak Gentar

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tidak merasa resah meskipun timnya kehilangan sejumlah pemain menjelang duel melawan Persijap Jepara.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 12 Januari 2026, 07:30 WIB
Gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya mendapatkan pengawalan ketata dari dua pemain Barito Putera dalam lanjutan BRI Liga 1 2023/2024, Selasa (6/2/2024). (Dok. Dewa United)

Bola.com, Jepara - Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tidak merasa resah meskipun timnya kehilangan sejumlah pemain menjelang duel melawan Persijap Jepara pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026.

Pada laga yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Senin (12/1/2026) pukul 19.00 WIB itu, Dewa United harus berjuang tanpa dua pemain Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya dan Rafael Struick.

Advertisement

Kambuaya, misalnya, menepi karena akumulasi kartu kuning. Sementara itu, Struick tidak bisa diturunkan karena alasan yang sama. Pada partai terakhir melawan Bhayangkara FC, ia mendapatkan kartu merah dari wasit.

Di luar nama-nama ini, masih ada beberapa nama lainnya yang tak bisa diturunkan. Jan Olde mengungkap dua pemain asing yang juga tidak dibawa karena alasan cedera, yakni Hugo Gomes alias Jaja serta Jonathan.

“Ya, kami masih punya Jaja yang sudah tidak bermain setelah absen cukup lama. Selain itu, ada juga Jonathan yang sampai sekarang masih mengalami cedera,” ujar Jan Olde Riekerink dalam konferensi pers, Minggu (11/1/2026).

 


Fokus Cara Bermain

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink memberikan instruksi kepada timnya saat laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United melawan Persis Solo di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (14/01/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bagi pelatih asal Belanda itu, absennya pemain-pemain tersebut tidak mengurangi kekuatan Dewa United. Pasalnya, dia menekankan soal pentingnya sistem permainan, alih-alih hanya bergantung dengan satu atau dua pemain.

“Namun, sekarang lebih penting untuk bisa mengandalkan semua pemain. Kami juga memilih pemain yang mampu menjalankan sistem permainan. Sistem itu terkadang jadi sesuatu yang harus kami jaga karena menjadi identitas kami,” kata dia.

“Yang jelas, fokus utamanya saat ini adalah bagaimana menjaga cara kami bermain. Kami harus bisa bermain lebih baik. Dengan demikian, hasil positif bisa kami dapatkan pada laga berikutnya,” imbuhnya.


Antisipasi Jadwal Padat

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tampak kecewa saat anak asuhnya ditahan imbang Phnom Penh Crown pada laga matchday pertama grup E AFC Challenge League di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (26/10/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain itu, juru taktik berusia 62 tahun itu juga memastikan kondisi anak asuhnya sudah siap tempur. Satu hal yang diantisipasi Jan Olde Riekerink adalah jadwal padat Dewa United karena akan kembali bermain di AFC Challenge League 2025/2026.

“Perjalanan jauh tidak akan menjadi masalah. Hanya satu jam saja perjalanannya. Kami sudah datang sehari sebelumnya. Jadi, saya pikir para pemain telah mendapatkan waktu istirahat yang cukup,” kata dia.

“Selain itu, karena kami juga berhasil lolos ke perempat final AFC Challenge League, kami akan bermain di tengah pekan, sehingga jadwalnya lebih padat. Namun, hal semacam ini, bagi saya, adalah sesuatu yang normal,” lanjutnya.

 


Andalkan Pemain Lain

Taisei Marukawa, winger Dewa United di BRI Super League 2025/26. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Sementara itu, winger asal Jepang, Taisei Marukawa, juga tidak merasa gentar meski ada banyak rekan-rekannya yang absen. Ketika tidak bisa menurunkan pemain tertentu, masih ada pemain lain yang bisa dipercaya.

“Saya rasa tidak ada masalah. Kami masih memiliki banyak pemain yang bagus. Jadi, kami bisa menurunkan siapa saja ketika ada pemain yang kelelahan. Jadi, bukan tidak ada yang masalah,” kata eks pemain PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya itu.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait