Xabi Alonso Jelaskan Pergantian Aneh Vinicius Junior di Final Piala Super Spanyol

Xabi Alonso buka suara soal pergantian Vinicius Jr yang bikin Madridista bingung.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Januari 2026, 13:15 WIB
Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-45+2 lewat aksi Vinicius Junior. Tampak dalam foto, penyerang Real Madrid asal Brasil, Vinicius Junior menyundul bola saat pertandingan final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. (Fadel SENNA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Xabi Alonso menarik keluar Vinicius Junior di menit-menit akhir final Piala Super Spanyol memicu tanda tanya besar di kalangan pendukung Real Madrid.

Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 2-3 dari Barcelona, Vinicius justru tampil sebagai pemain paling berbahaya di kubu Los Blancos.

Advertisement

Pelatih Real Madrid itu akhirnya buka suara. Alonso mengungkapkan bahwa pergantian tersebut bukan murni keputusan taktis, melainkan permintaan langsung dari sang pemain.

Vinicius Jr ditarik keluar pada menit ke-82 di Alinma Bank Stadium, Jeddah. Padahal, pemain asal Brasil itu baru saja mencetak gol pembuka Madrid dengan aksi individu spektakuler dan terus merepotkan pertahanan Barcelona lewat kecepatan dan agresivitasnya di sisi kiri.


Keputusan Membingungkan

Paruh kedua pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Serangan silih berganti dilakukan. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Uruguay, Federico Valverde (kiri) dan penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal berebut bola saat pertandingan final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. (Fadel SENNA/AFP)

Dalam situasi tertinggal satu gol dan waktu yang makin menipis, Vinicius tampak sebagai sosok paling berpeluang menyamakan kedudukan.

Namun, Alonso justru memasukkan Franco Mastantuono, keputusan yang membuat para Madridista di seluruh dunia kebingungan.

"Vinicius bermain sangat bagus sampai fase akhir pertandingan," kata Alonso seusai laga.

"Dia meminta untuk diganti karena kelelahan. Kelembapan udara sangat tinggi," lanjutnya.

"Dia terus menjadi ancaman. Golnya luar biasa dan dia menimbulkan banyak masalah di sisi lapangan," lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.


Mendominasi

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior (C), dan bek Barcelona asal Spanyol #05, Pau Cubarsi, berebut bola selama pertandingan final Piala Super Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid di Stadion King Abdullah di Jeddah, Senin (12-1-2026) dini hari WIB. (Haitham AL-SHUKAIRI/AFP)

Sepanjang pertandingan, Vinicius benar-benar mendominasi duel melawan Jules Kounde. Hampir di setiap kesempatan, ia unggul dalam adu kecepatan.

Bahkan, bek asal Prancis itu sempat dipermalukan lewat sebuah nutmeg cerdas yang membuka jalan menuju kotak penalti, sebelum Vinicius menuntaskan aksinya dengan gol individu kelas dunia.

Gol tersebut menandai kontribusi gol ke-16 Vinicius dalam 15 laga final bersama Real Madrid. Catatan itu menyamai rekor klub yang sebelumnya dipegang Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Ferenc Puskas.

Gol itu juga sekaligus mengakhiri paceklik gol Vinicius yang berlangsung selama 16 pertandingan.


Bukan Prioritas Utama

Pertandingan yang mempertemukan dua tim raksasa Spanyol dalam rivalitas klasik penuh gengsi. Duel ini menyajikan pertarungan sengit sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. Tampakk dalam foto, gelandang Barcelona asal Belanda, Frenkie De Jong (kiri) berebut bola dengan penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe saat pertandingan final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. (Fadel SENNA/AFP)

Kendati Vinicius menjadi sorotan, Alonso memilih mengalihkan fokus pada hasil akhir yang mengecewakan. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Madrid di partai puncak, setelah tiga final terakhir mereka semuanya berakhir dengan kekalahan, dan seluruhnya dari Barcelona.

"Kami tidak senang dengan hasilnya, tapi ada hal positif yang bisa dibawa ke musim ini," ujar Alonso.

"Sekarang yang paling penting adalah mengembalikan kondisi para pemain," imbuh mantan pelatih Bayer Leverkusen tersebut.

Pelatih berusia 44 tahun itu menegaskan timnya harus segera bangkit dan melupakan kegagalan di Piala Super Spanyol.

"Kami harus membalik halaman secepat mungkin. Ini hanya satu pertandingan, satu kompetisi, dan dari semua yang kami jalani, ini yang paling tidak penting," tegasnya.

"Sekarang fokusnya ke depan, memulihkan pemain, termasuk secara mental, lalu melangkah maju," tambah Alonso.

Real Madrid masih memiliki target besar pada musim 2025/26. La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey masih terbuka untuk diperebutkan, termasuk potensi pertemuan lanjutan dengan Barcelona, yang kini unggul empat poin di puncak klasemen liga domestik, pada paruh kedua musim.

 

Sumber: SI

Berita Terkait