Van Gastel Realistis soal Kans PSIM di BRI Super League: Belum Saatnya Bicara Gelar

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memilih bersikap realistis menanggapi posisi timnya yang kini bercokol di urutan keenam klasemen.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 12 Januari 2026, 21:45 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel sedang memberikan arahan kepada anak asuhnya saat bertanding melawan PSIM Yogyakarta pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Bola.com, Yogyakarta - Tambahan tiga poin yang diraih PSIM Yogyakarta setelah menggilas Madura United 3-0 pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (10/1/2026), membuat persaingan di papan atas klasemen sementara semakin ketat.

Namun, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memilih bersikap realistis menanggapi posisi timnya yang kini bercokol di urutan keenam klasemen. Ia menegaskan Laskar Mataram belum berada pada tahap untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Advertisement

“Ya, saya pikir kami bukan tim yang akan bertarung untuk gelar juara. Saya pikir kami belum cukup baik dan belum sejauh itu. Klub ini sedang dalam pengembangan,” ujar Van Gastel.

Dari 17 pertandingan, tim berlogo Tugu Pal Putih tersebut mampu membukukan 30 poin, hasil dari delapan kemenangan, enam draw, dan tiga tumbang. PSIM Mencetak 23 gol serta kebobolan 18 kali.

 


Sangat Bangga

Madura United vs PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/2026. (X PSIM)

Meski demikian, Van Gastel tetap bangga dengan pencapaian PSIM sejauh ini. Sebagai tim promosi yang kembali ke kasta tertinggi setelah penantian panjang, performa PSIM dinilai sudah melampaui ekspektasi.

“Di sisi lain, kami tampil dengan baik, peringkat enam di klasemen. Jadi saya pikir sebagai klub kami sangat bangga," ungkap pelatih berusia 53 tahun tersebut.

"Sebagai klub promosi setelah 18 tahun, kami berada di peringkat atas. Tapi masih terlalu jauh bagi kami untuk bermain memperebutkan gelar juara,” tegas Van Gastel.

Laskar Mataram tercatat sebagai klub promosi dengan hasil terbaik. Mereka unggul dari tim debutan lain seperti Bhayangkara FC di posisi kesembilan, serta Persijap di peringkat ke-18.

 


Bicara Bursa Transfer

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel. (Bola.com/Abdul Aziz)

Memasuki putaran kedua Super League, sejumlah klub mulai bergerak aktif mendatangkan pemain baru. Hanya saja, kondisi itu tidak berlaku bagi PSIM yang dipastikan tidak akan menambah amunisi karena keterbatasan anggaran.

Juru latih asal Belanda tersebut mengaku sudah mendapatkan komunikasi yang sangat jelas dari manajemen terkait kebijakan transfer tersebut.

"Komunikasinya sangat jelas. Manajemen mengatakan tidak ada anggaran tambahan. Jadi bagi saya itu oke karena begitulah cara kerjanya," kata Van Gastel.

Van Gastel optimistis timnya bisa bertahan di jalur positif meski tanpa tambahan pemain, selama skuad bisa tetap solid. "Jika kami memiliki tim bersama lagi maka kami akan baik-baik saja,” sebutnya.

 


Tantangan Besar

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Di sisi lain, Jean-Paul van Gastel juga mengakui Laskar Mataram menghadapi tantangan besar dengan kondisi skuad yang semakin menipis akibat cedera dan akumulasi kartu.

"Kami kehilangan banyak pemain karena cedera dan setiap Minggu kami memiliki lebih banyak skorsing. Sekarang kami mendapat kartu merah lagi, jadi skuad kami semakin menipis setiap pertandingan,” papar Van Gastel.

"Untuk saat ini tidak ada anggaran, jadi sangat jelas. Dan saya senang dengan tim saya. Jika ada kemungkinan mungkin kami bisa melakukan sesuatu, tapi saya tidak mengandalkannya,” pungkasnya.

Dengan sikap realistis dan kepercayaan pada skuad yang ada, Tim Naga Jawa bertekad menjalani putaran kedua dengan fokus menjaga konsistensi, tanpa terbebani ambisi gelar juara.

Berita Terkait