Mengulik Peluang Persis Lepas dari Zona Degradasi BRI Super League: Tak Ada Jaminan, Perjalanan Masih Panjang

Setelah menutup putaran pertama dengan kemenangan sekaligus mengakhiri tren negatifnya, perjalanan Persis Solo untuk lolos dari ancaman degradasi kompetisi BRI Super League 2025/2026 masih sangat panjang.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 13 Januari 2026, 08:45 WIB
Persis Solo berhasil meraih kemenangan 3-2 atas Semen Padang pada laga pekan ke-17 BRI Super League musim ini di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026) sore WIB. (dok. Persis Solo)

Bola.com, Jakarta - Setelah menutup putaran pertama dengan kemenangan sekaligus mengakhiri tren negatifnya, perjalanan Persis Solo untuk lolos dari ancaman degradasi kompetisi BRI Super League 2025/2026 masih sangat panjang.

Persis langsung diadang sejumlah ujian yang berat pada putaran kedua. Padahal, mereka baru saja merayakan akhir dari puasa kemenangan yang panjang setelah menggebuk Semen Padang dengan skor 3-2 di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (11/1/2026).

Advertisement

Kemenangan ini amat penting bagi Laskar Sambernyawa yang sudah melewati 15 laga sebelumnya tanpa hasil positif. Tambahan tiga poin juga akhirnya membawa tim asal Kota Bengawan itu meninggalkan posisi juru kunci di klasemen sementara.

Untuk saat ini, anak asuh Milomir Seslija mengatrol peringkatnya ke urutan 16 klasemen, alias satu level di bawah zona aman. Persis baru mengumpulkan 10 poin dari 17 pertandingan, terpaut tiga poin dari PSBS Biak yang mengoleksi 13 poin dari 16 laga.

Lantas, bagaimana peluang dan potensi hambatan yang bakal muncul saat Laskar Sambernyawa mengarungi putaran kedua BRI Super League 2025/2026? Mampukah mereka lolos dari ancaman degradasi? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 


Diadang 3 Laga Berat

Persis Solo menelan kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang pada laga pekan ke-16 BRI Super League di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026) sore WIB. (dok. Persis Solo)

Persis Solo tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia kemenangan kontra Semen Padang pada pekan ke-17. Waktu yang dimiliki untuk menghadapi putaran kedua terhitung amat pendek, tidak sampai dua pekan.

Setelah laga ini, Laskar Sambernyawa langsung diadang tiga pertandingan super berat. Pada dua pertandingan pertama, Persis akan menjamu dua tim yang tengah bersaing di puncak klasemen, yakni Borneo FC (pekan ke-18) dan Persib Bandung (pekan ke-19).

Saat ini, Borneo FC harus turun ke peringkat kedua setelah takluk dari Persita Tangerang. Sedangkan Persib Bandung berhasil merebut posisi puncak seusai menaklukkan salah satu pesaing terberatnya, Persija Jakarta.

Setelah dua partai itu, Laskar Sambernyawa akan menjalani laga yang tak kalah menantang. Mereka bakal bertandang ke markas PSIM Yogyakarta dalam duel bertajuk Derby Mataram pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.

Sebagai catatan, PSIM bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Selain karena faktor rivalitas, Laskar Mataram musim ini membuktikan kualitasnya sebagai tim promosi terbaik. Mereka bisa berada di peringkat keenam klasemen dengan mengoleksi 30 poin.

Tiga laga pertama pada putaran kedua ini tentu bakal sangat krusial bagi Persis. Jika ingin realistis, Laskar Sambernyawa sepatutnya mengincar masing-masing satu poin agar menjaga perolehan poinnya tetap stabil di papan bawah.

 


Catatan Merah di Kandang

BRI Liga 1 - Ilustrasi Logo Persis Solo untuk Liga 1 2025/2026 (Bola.com/Adreanus Titus)

Sebetulnya, Persis memiliki keuntungan menghadapi putaran kedua. Jika melihat jadwal mereka sepanjang putaran pertama, Sho Yamamoto dan kawan-kawan jauh lebih banyak bermain di kandang lawan.

Persis tercatat hanya tujuh kali bermain kandang, sedangkan 10 laga lainnya berstatus tandang. Artinya, pada putaran kedua nanti, Laskar Sambernyawa akan bergiliran memainkan 10 laga kandang, dan tujuh partai tandang.

Melimpahnya jumlah laga kandang ini dapat dipantau dari jadwal pertandingan mereka, setidaknya pada enam partai pertama. Dari semua laga itu, lima pertandingan di antaranya bakal bergulir di kandang sendiri.

Hanya saja, yang menjadi permasalahan, Persis masih dihantui krisis di kandangnya sendiri. Pada putaran pertama, mereka jadi satu-satunya kontestan yang belum pernah meraih kemenangan saat bermain home.

Dari total tujuh laga di Stadion Manahan, Laskar Sambernyawa hanya bisa meraih dua poin, sedangkan lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Sebagai catatan, dua kemenangan Persis musim ini semuanya diraih di kandang lawan.

Skuad asuhan Milomir Seslija tentu sudah tak bisa lagi membuang-buang kesempatan bermain di kandang pada putaran kedua. Mereka harus bisa memaksimalkannya untuk mendulang poin secara optimal demi bisa lepas dari ancaman degradasi.

 


Perbaiki Catatan Minor

Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija sebelum dimulainya laga perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2024 menghadapi Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/8/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di luar dari rencana belanja pemain pada bursa transfer paruh musim, Persis memang harus banyak berbenah untuk bisa lebih kompetitif pada putaran kedua. Sejumlah catatan merah masih menghantui Laskar Sambernyawa.

Ini terutama berkaitan dengan catatan kebobolannya yang amat mengenaskan. Dari total 17 pertandingan di putaran pertama, gawangnya sudah kemasukan sebanyak 38 gol. Ini menjadi jumlah paling tinggi di BRI Super League.

Catatan kebobolan itu setara dengan koleksi PSBS Biak yang juga kemasukan 38 gol. Hanya saja, skuad Badai Pasifik sejauh ini baru bermain 16 kali, karena mereka baru akan menjalani laga pekan ke-17 pada Minggu (12/1/2026).

Buruknya sektor pertahanan ini memang terpampang nyata pada lima laga terakhir. Persis Solo tercatat sudah kemasukan 16 gol dari 5 laga, termasuk dua kebobolan ketika mereka menang 3-2 atas Semen Padang pada laga pamungkas.

Sepanjang musim ini, Persis juga cukup kesulitan menjaga gawangnya bersih dari kebobolan. Dari total 17 laga pada putaran pertama, mereka hanya bisa satu kali saja mengukir cleansheet, tepatnya saat menahan imbang Bali United (0-0).   

Berita Terkait