AS Bersiap Lakukan Serangan Siber ke Negara Peserta Piala Dunia 2026

Ketegangan memanas, AS siapkan serangan siber ke negara Peserta Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Januari 2026, 09:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pernyataan di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, pada Sabtu (3/1/2026). (Dok. AP/Alex Brandon)

Bola.com, Jakarta - Amerika Serikat disebut sedang mempertimbangkan opsi serangan siber terhadap Iran, satu di antara negara peserta Piala Dunia 2026, di tengah eskalasi kekerasan yang terjadi di negara tersebut.

Informasi ini mencuat dalam laporan terbaru yang menyoroti meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Advertisement

Menurut laporan BBC, lebih dari 540 orang dilaporkan tewas akibat tindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai wilayah.

Data dari Human Rights Activist News Agency menyebutkan, sebanyak 495 korban merupakan demonstran, sementara 48 lainnya adalah anggota aparat keamanan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan siap turun tangan menyikapi situasi tersebut.

Ia melontarkan peringatan keras kepada Teheran, menegaskan akan menyerang Iran "sangat, sangat keras di titik yang paling menyakitkan" apabila aparat keamanan terus menargetkan para demonstran dan pengunjuk rasa.


Jalur Diplomasi

Gambar ini, yang diposting di akun media sosial Truth milik Presiden AS, Donald Trump, pada 3 Januari 2026, menunjukkan, dari kiri ke kanan, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, Direktur CIA, John Ratcliffe, dan Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, sedang menonton siaran langsung misi militer AS untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026. (HANDOUT/Akun media sosial TRUTH milik Presiden AS Donald Trump/AFP)

Di sisi lain, pemerintah Iran menyampaikan bahwa jalur diplomasi dengan Amerika Serikat masih terbuka.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada media pemerintah, sebagaimana dikutip BBC News, bahwa para pemimpin Iran telah menghubungi pihak AS untuk melakukan negosiasi.

Media-media di Amerika Serikat melaporkan bahwa Trump telah menerima sejumlah opsi militer sebagai bentuk intervensi. Namun, para pejabat menilai masih terlalu dini untuk melangkah lebih jauh.

Disebutkan pula bahwa sebuah pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu setempat, di mana para pejabat sedang menyiapkan berbagai skenario bagi Trump untuk menekan Iran melalui langkah-langkah non-mematikan.

Satu di antara opsi yang dibahas adalah penggunaan "senjata siber rahasia" yang ditujukan ke fasilitas militer maupun sipil Iran.

Reuters melaporkan bahwa layanan komunikasi dan internet di Iran telah diputus oleh otoritas setempat selama empat hari terakhir sejak tindakan keras pemerintah dimulai.

Jika benar dilakukan, serangan siber tersebut disebut berpotensi membantu pemulihan akses internet di negara itu.


Libatkan Elon Musk

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers bersama Elon Musk di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, 30 Mei 2025. (Foto AP/Evan Vucci, Arsip)

Trump juga menyatakan akan membahas situasi ini dengan miliarder Elon Musk, pendiri SpaceX yang mengoperasikan teknologi Starlink. Ia menilai teknologi tersebut bisa berperan dalam upaya memulihkan konektivitas internet.

Iran telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas ini.

Timnas Iran tergabung dalam satu grup bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dan sempat berpeluang satu grup dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Minggu waktu setempat, saat berdiri di samping juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, Trump mengatakan, "Sepertinya ada orang-orang yang seharusnya tidak dibunuh."

"Mereka ini kejam, kalau bisa disebut pemimpin, saya tidak tahu apakah mereka benar-benar pemimpin. Mereka memerintah melalui kekerasan," lanjutnya.


Cermati Situasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Roosevelt Room, Gedung Putih, Rabu (10/12/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya sedang mencermati situasi dengan sangat serius.

"Militer sedang melihatnya. Kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan," ucapnya.

Trump juga menyinggung kemungkinan memulihkan akses internet.

"Kami mungkin bisa menyalakan kembali internet jika itu memungkinkan. Kami mungkin akan berbicara dengan Elon karena seperti yang Anda tahu, dia sangat ahli dalam hal-hal semacam itu. Perusahaannya sangat bagus," kata presiden berusia 79 tahun ini.

"Jadi, kami mungkin akan berbicara dengan Elon Musk. Bahkan, saya akan meneleponnya segera setelah saya selesai berbicara dengan Anda," katanya lagi.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait