Arbeloa Gantikan Xabi Alonso di Real Madrid, Begini Gaya dan Karakternya

Era baru Real Madrid. Apa yang bisa diharapkan dari Alvaro Arbeloa.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Januari 2026, 11:15 WIB
Selebrasi Alvaro Arbeloa usai mencetak gol di laga Real Madrid vs UD Almeria, 29 April 2015. JAVIER SORIANO / AFP

Bola.com, Jakarta - Real Madrid bergerak cepat setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso pada Senin malam waktu setempat.

Kurang dari satu jam berselang, klub raksasa Spanyol itu langsung mengumumkan bahwa Alvaro Arbeloa, pelatih Real Madrid Castilla sekaligus mantan rekan setim Alonso, akan mengambil alih kursi pelatih tim utama.

Advertisement

Penunjukan ini pun memunculkan pertanyaan besar: seperti apa Real Madrid di bawah arahan eks bek kanan tersebut?

Arbeloa bukan sosok asing di lingkungan klub. Selama sekitar 5,5 tahun terakhir, ia telah menjadi bagian dari sistem kepelatihan Real Madrid.

Ia mulai bergabung pada 2020 sebagai pelatih tim U-14, kemudian naik menangani U-16, sebelum dipercaya memimpin tim U-19 selama tiga musim.

Musim panas lalu, Arbeloa menggantikan Raul Gonzalez sebagai pelatih Castilla.

Menurut laporan Cadena Cope, satu di antara faktor utama yang membuat Arbeloa dipercaya memimpin tim senior adalah hubungannya yang sangat dekat dengan Presiden Real Madrid, Florentino Pérez.

Keduanya disebut telah menjalin relasi erat sejak Arbeloa meninggalkan klub sebagai pemain. Perez juga menilai Arbeloa sebagai figur penting dan bernilai tinggi dalam struktur pembinaan pemain muda klub.


Gaya Bermain Tim Arbeloa

Bek Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengomentari perseteruannya dengan pemain Barcelona, Gerard Pique. (EPA/Peter Powell)

Sepanjang menangani tim-tim akademi Real Madrid, Arbeloa telah memimpin sekitar 200 pertandingan dengan catatan impresif: 151 kemenangan. Ia dikenal sukses di hampir setiap level yang ditanganinya.

Cadena Cope menyebutkan bahwa tim-tim asuhan Arbeloa umumnya bermain dengan formasi 4-3-3.

Dalam skema tersebut, peran bek sayap sangat agresif, kerap melakukan overlap melewati pemain sayap. Arbeloa menekankan permainan melalui sisi lapangan, menggunakan penyerang tengah klasik bernomor punggung sembilan, dengan pemain depan yang kerap bergerak menusuk ke dalam.

Di lini tengah, biasanya ada satu gelandang bertahan yang berfungsi sebagai jangkar tepat di depan lini pertahanan.

Saat tidak menguasai bola, Arbeloa dikenal menuntut tekanan tinggi. Pendekatan ini, setidaknya secara teori, juga akan coba ia terapkan di tim utama.

Gaya kepelatihannya bahkan kerap dibandingkan dengan Jurgen Klopp, terutama dalam hal upaya merebut bola sedini mungkin di area lawan dan memanfaatkan ruang lewat serangan balik cepat.


Karakter dan Kepribadian

Saat bersama Real Madrid dari 2009-2016, Alvaro Arbeloa telah meraih satu gelar La Liga, dua gelar Copa Del Rey dan dua gelar Liga Champions. (AFP/Franck Fife)

Real Madrid memandang Arbeloa sebagai pelatih modern. Diario AS melaporkan bahwa kehadirannya di sistem pembinaan klub membawa peningkatan profesionalisme.

Mantan pemain Timnas Spanyol itu juga dikenal memanfaatkan teknologi secara intensif untuk menganalisis latihan dan pertandingan, termasuk merekam sesi latihan menggunakan drone.

Dalam pertandingan, Arbeloa tak segan mengambil keputusan berani untuk mengubah jalannya laga.

Di sisi lain, kepribadiannya yang penuh gairah dan sikap partisan justru mendapat apresiasi dari klub. Arbeloa kerap melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit dan vokal membela posisi Real Madrid dalam konflik mereka dengan perangkat pertandingan di Spanyol.

Kepada para pemainnya, ia juga menunjukkan intensitas tinggi, menuntut kerja keras dan berusaha membakar semangat mereka.

Dari sisi pendekatan taktik dan struktur permainan, kehadiran Arbeloa kemungkinan tidak akan membawa perubahan radikal dibanding era Alonso, setidaknya sebelum Alonso mulai mengubah pendekatannya, November lalu.

Namun, perbedaan paling mencolok tampaknya akan terlihat dari sisi kepribadian. Jika Alonso dikenal tenang dan kalem, Arbeloa muncul sebagai pemimpin yang lebih emosional dan ekspresif di pinggir lapangan.

Dengan latar belakang kuat di internal klub dan karakter kepemimpinan yang kontras dengan pendahulunya, era Arbeloa di Real Madrid menjanjikan dinamika baru, baik di dalam maupun di luar lapangan.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait