Kasus Modric Jadi Awal Keretakan Ruang Ganti Real Madrid yang Berujung Mundurnya Alonso 8 Bulan Kemudian

Xabi Alonso kehilangan dukungan sebagian ruang ganti Real Madrid usai penanganan kasus Luka Modric.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Januari 2026, 18:45 WIB
Luka Modric usai laga PSG vs Real Madrid di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (10/7/2025). (AP Photo/Adam Hunger)

Bola.com, Jakarta - Kisah di balik pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid terus terkuak. Fokus utama kini mengarah ke situasi ruang ganti, yang sejak awal disebut tidak sepenuhnya solid di bawah kendali mantan gelandang Los Blancos tersebut.

Pakar bursa transfer, Fabrizio Romano, mengungkapkan konteks penting yang menunjukkan bahwa hubungan Alonso dengan para pemain tidak pernah benar-benar berjalan mulus sejak hari pertama.

Advertisement

Menurut Romano, ikatan Alonso dan sebagian skuad Madrid tak pernah mencapai titik stabil.

Kendati secara terbuka manajemen klub memberikan dukungan penuh dan menyebut proyek jangka panjang, di balik layar sudah muncul tanda-tanda ketidaknyamanan.

Beberapa pemain, khususnya yang berstatus senior, kesulitan memahami dan menerima gagasan serta keputusan Alonso, yang perlahan menciptakan jarak antara pelatih dan ruang ganti.

Satu episode tertentu disebut meninggalkan dampak paling besar: cara klub dan Alonso menangani situasi Luka Modric.


Muncul Kegelisahan

Pemain Real Madrid, Luka Modric melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Girona dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (24/02/2025) waktu setempat. (AP Photo/Manu Fernandez)

Gelandang veteran Kroasia itu sejatinya siap bertahan satu musim lagi di Santiago Bernabeu. Modric bahkan bersedia menerima kontrak dengan ketentuan berbeda, sepenuhnya menyadari bahwa perannya akan berubah dan menit bermainnya bakal berkurang.

Bagi Modric, bertahan di Madrid bukan sekadar soal tampil di lapangan. Ia ingin melanjutkan karier di klub yang ia anggap sebagai rumah, membantu para pemain muda, serta berkontribusi kapan pun dibutuhkan.

Namun, Alonso bersama jajaran petinggi klub memilih arah lain. Real Madrid memutuskan untuk memprioritaskan regenerasi, energi baru, dan pembangunan inti lini tengah untuk masa depan.

Secara sportivitas, keputusan tersebut dinilai masuk akal. Akan tetapi, langkah itu tidak sepenuhnya diterima oleh semua pihak di dalam ruang ganti.

Pengaruh, kepemimpinan, dan kehadiran Modric sangat dihormati sehingga melihatnya disisihkan menimbulkan kegelisahan di antara sejumlah pemain.


Alonso Frustrasi

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Di sisi lain, Alonso sendiri disebut mulai frustrasi dengan komposisi skuad yang dimilikinya. Seperti telah dilaporkan sebelumnya, ia menilai lini tengah Madrid kekurangan sosok pengatur permainan sejati.

Alonso berulang kali menyampaikan kepada klub bahwa sistem yang ia terapkan membutuhkan pemain yang mampu mengontrol tempo, memberi struktur, dan memimpin permainan saat menguasai bola.

Namun, hingga akhir masa jabatannya, pemain yang ia harapkan itu tak pernah datang, sebuah kondisi yang pada akhirnya memperdalam masalah internal dan berkontribusi pada perpisahan antara Alonso dan Real Madrid.

 

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait