John Herdman Tak Ragu Tambah Pemain Diaspora di Timnas Indonesia: Siapa Saja Tuh?

Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, membuka kemungkinan menambah pemain diaspora dalam skuad Garuda.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 13 Januari 2026, 17:20 WIB
John Herdman tiba di Indonesia dengan membawa banyak pengalaman sukses, terutama dari masa jabatannya di Kanada, di mana ia mengantarkan timnas putri meraih dua medali perunggu.

Bola.com, Jakarta - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, membuka kemungkinan menambah pemain diaspora ke dalam skuad Garuda. Ia memiliki visi yang luas untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Seperti yang diketahui, Herdman, yang berasal dari Inggris, baru saja diperkenalkan sebagai pelatih baru oleh PSSI dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kawasan Senayan, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan diri dan memberikan pandangannya tentang masa depan tim.

Advertisement

Herdman mengambil alih posisi yang sebelumnya diisi oleh Patrick Kluivert, yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada Oktober 2025. Keputusan Kluivert mundur diambil setelah tidak berhasil membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Ia serta stafnya pergi melalui mekanisme pemutusan hubungan kerja secara mutual.

Ketika ditanya mengenai rencananya di Timnas Indonesia, Herdman tidak menolak kemungkinan menambah talenta diaspora bagi tim Merah Putih. Menurutnya, untuk dapat bersaing di level internasional, sebuah tim nasional harus memiliki pemain dengan pengalaman yang cukup serta kemampuan taktis yang memadai.

"Saya pikir jika Anda melihat perjalanan saya di Kanada dengan timnas putra, saya punya filosofi yang sangat jelas. Bahwa untuk bisa berkompetisi di panggung dunia, kita perlu pemain tier satu dan tier dua, pemain yang bermain di lima liga teratas dunia. Kita butuh penggawa yang berpengalaman dengan intensitas tinggi, serta ketajaman taktis di sepak bola dunia dan nasional," ungkap Herdman.

 


Daya Tarik

John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, memberikan keterangan kepada media setelah konferensi pers perkenalan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta pada Selasa (13/1/2026).

John Herdman menekankan bahwa saat ini Timnas Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di kalangan diaspora. Ini disebabkan oleh kesamaan antara situasi Tim Merah-Putih saat ini dan kondisi yang pernah dialami oleh Kanada di masa lalu.

Indonesia memiliki potensi untuk memberikan kesempatan bersejarah bagi para pemain yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam lolosnya tim ke Piala Dunia.

"Di sepak bola, ada banyak kesempatan buat pemain. Tapi, saya pikir, ketika pemain merasakan dan melihat semangat semacam ini, menyadari kesempatan bahwa mereka bisa menjadi deretan penggawa yang mengantar sebuah negara lolos ke Piala Dunia, itu akan menjadi alasan besar untuk meyakinkan mereka," jelas Herdman.

Lebih jauh, John Herdman juga menyebutkan bahwa alasan tersebut menjadi faktor yang meyakinkan Stephan Eustaqio untuk memilih bermain bagi Kanada ketimbang Portugal. Eustaqio ingin menjadi bagian dari tim yang membawa negaranya menuju kesuksesan dan merayakan pencapaian tersebut bersama jutaan penggemar.

"Tidak banyak negara di dunia yang bisa menawarkan hal itu," tambahnya. 


Perjalanan ke Eropa

Herdman menyepakati kontrak berdurasi 2 tahun dari PSSI, atau hingga 2027 dengan opsi perpanjangan hingga 2030. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

John Herdman juga menyatakan niatnya untuk melakukan kunjungan ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk menjenguk pemain diaspora dari skuad Garuda, tetapi juga untuk mencari potensi pemain baru yang bisa bergabung dengan Timnas Indonesia.

"Pada akhir Januari atau awal Februari, saya akan pergi ke Eropa untuk melihat lingkungan latihan mereka pemain diaspora Timnas, mendengarkan pemain secara langsung, dan juga mencari pemain lain yang mungkin siap untuk bergabung," jelas Herdman

"Ini akan menjadi periode yang sangat sibuk. Kami akan sibuk mendengarkan para pemain serta memahami perspektif mereka karena itu adalah hal terpenting pada tahap ini." tandas Herdman.

Berita Terkait