Bola.com, Madrid - Keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso ternyata tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga membuka detail penting dalam kontrak sang pelatih. Ada klausul khusus yang membuat El Real tidak perlu membayar penuh pesangon Alonso.
Xabi Alonso resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Los Blancos pada Senin (12/01/2026) waktu setempat, hanya beberapa bulan setelah datang ke Santiago Bernabeu dengan ekspektasi besar dan visi jangka panjang.
Mantan gelandang Real Madrid itu direkrut pada musim panas lalu setelah mencatatkan kesuksesan bersama Bayer Leverkusen. Saat itu, Alonso menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun, yang diharapkan menjadi simbol stabilitas dan kesinambungan proyek Madrid ke depan.
Namun, harapan besar yang mengiringi kedatangan eks gelandang Timnas Spanyol tersebut tak terwujud. Masalah taktik, retaknya hubungan dengan pemain bintang, serta kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 membuat Alonso harus angkat koper dari Santiago Bernabeu.
Klausul Penyelamat Madrid
Menurut laporan Kicker yang dikutip Mundo Deportivo, Real Madrid sebelumnya harus mengeluarkan dana sekitar 12 hingga 15 juta euro (Rp235 miliar - Rp255 miliar) untuk menebus Xabi Alonso dari Bayer Leverkusen.
Selain itu, gaji Alonso juga tergolong tinggi, yakni berada di kisaran 7 hingga 9 juta euro (Rp137 miliar - Rp176 miliar) per musim. Namun, pemutusan kerja sama itu tidak akan membebani Madrid secara finansial seperti yang dibayangkan.
Dalam kontrak Alonso terdapat klausul khusus yang melindungi klub jika layoff atau pemecatan terjadi pada tahun pertama masa kerja. Klausul itu menyebutkan, apabila Real Madrid memutus kontrak Alonso pada musim pertama, klub hanya wajib membayar gaji satu musim, bukan keseluruhan nilai kontrak tiga tahun.
Berapa Pesangon yang Harus Dibayar Madrid?
Dengan diaktifkannya klausul tersebut, Xabi Alonso dipastikan hanya menerima pesangon sebesar satu tahun gaji, yakni sekitar 7 hingga 9 juta euro. Angka itu jelas jauh lebih kecil dibandingkan potensi bayaran yang diterima jika kontraknya dipenuhi hingga akhir.
Meski tetap merupakan nominal besar, keputusan itu membuat Real Madrid terhindar dari kewajiban finansial yang jauh lebih berat.
Fakta adanya klausul tersebut mengindikasikan manajemen Real Madrid sejak awal menyadari adanya risiko, meski tetap berani berinvestasi besar dengan menunjuk Alonso sebagai pelatih utama.
Sumber: Madrid Universal