Kelebihan Kuota Legiun Asing, Arema FC Harus Depak Satu Nama

Arema FC kembali menambah kekuatan di putaran kedua BRI Super League musim ini dengan merekrut pemain asing anyar, Gabriel Silva.

BolaCom | Iwan SetiawanDiterbitkan 14 Januari 2026, 06:00 WIB
Striker Arema FC, Dalberto Luan (tengah), merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah membobol gawang Bhayangkara FC pada pekan 3 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/8/2025). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Jakarta - Arema FC kembali menambah kekuatan di putaran kedua BRI Super League musim ini dengan merekrut pemain asing anyar, Gabriel Silva. Winger berusia 28 tahun itu diharapkan menjadi amunisi tambahan untuk mendongkrak performa Tim Singo Edan.

Namun, kedatangan pemain yang akrab disapa Gabi tersebut membawa konsekuensi besar. Manajemen Arema FC kini harus mengambil keputusan sulit dengan melepas satu pemain asing lainnya. Saat ini, jumlah legiun asing Arema telah melampaui kuota, yakni mencapai 12 nama.

Advertisement

Situasi itu terjadi karena Arema mendaftarkan dua nama baru pada putaran kedua, yakni Gabriel Silva serta Pablo Oliveira yang telah pulih dari cedera. Sementara itu, hingga pertengahan putaran pertama, Arema baru melepas satu pemain asing, Paulinho Moccelin.

Alhasil, satu nama tambahan harus tersingkir dari Skuad Singo Edan. Jika menilik kontribusi di putaran pertama, Yann Motta dan Odivan Koerich menjadi dua pemain asing dengan menit bermain paling sedikit.

Motta hanya mencatatkan 352 menit bermain, sedangkan Koerich tampil selama 438 menit. Minimnya kesempatan tersebut menjadi sinyal peringatan bagi dua stoper tersebut.

 


Belum Dapat Kepercayaan

Yann Motta (rompi biru) dibayangi Dalberto Luan dalam sesi latihan Arema FC di lapangan ARG, Kabupaten Malang, Rabu (02/07/2025). (Iwan Setiawan/Bola.com)

Terlebih, ketika lini belakang mengalami krisis, pelatih Arema FC, Marcos Santos, justru lebih memilih menggeser gelandang bertahan seperti Julian Guevara atau Matheus Blade untuk mengisi peran stoper.

Hal itu mengindikasikan Yann Motta dan Odivan Koerich belum sepenuhnya mendapat kepercayaan dari tim pelatih. "Evaluasi sudah dilakukan. Tinggal menunggu saja nanti seperti apa selanjutnya," ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

Meski demikian, menentukan pemain asing yang harus dilepas bukan perkara mudah. Manajemen Arema harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kompensasi kontrak serta upaya mencarikan klub baru bagi pemain yang dilepas.

Arema tentu tidak ingin mengalami kerugian besar, sehingga keputusan yang diambil diharapkan meminimalkan dampak finansial.


Masih Berburu Pemain Asing

Pemain Persija Jakarta, Ryo Matsumura mengontrol bola pada laga lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 melawan Persis Solo di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (24/08/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di tengah situasi tersebut, Arema FC dikabarkan masih memburu pemain asing tambahan selain Gabriel Silva. Tiga nama mencuat dan dikaitkan dengan Tim Singo Edan, yakni dua pemain Persija Jakarta, Ryo Matsumura dan Gustavo Franca, serta bek kiri PSM Makassar, Victor Luiz.

Meski begitu, hingga kini ketiga nama tersebut masih sebatas rumor. Arema dikenal kerap membuat kejutan di bursa transfer, karena proses perekrutannya jarang terendus media.

Itu terbukti pada awal musim, ketika mereka secara mengejutkan mendatangkan sejumlah pemain asing yang sebelumnya belum pernah berkarier di Indonesia, seperti Valdeci Moreira, Matheus Blade, Luiz Gustavo, hingga Ian Puleio.

 


Benar-Benar Baru Merasakan Sepak Bola Indonesia

Tradisi tersebut bakal kembali dilanjutkan dengan perekrutan Gabriel Silva. Arema memilih mendatangkan pemain yang benar-benar baru di kancah sepak bola Indonesia.

Filosofi ini diyakini memberi keuntungan tersendiri, karena pemain yang datang masih memiliki ambisi besar untuk membangun karier dan menunjukkan kualitasnya bersama Tim Singo Edan.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait