Bola.com, Jakarta - Legenda Real Madrid, Guti, mengungkapkan pandangannya terkait pemecatan Xabi Alonso. Menurut mantan gelandang Los Blancos itu, Alonso diduga sudah kehilangan kendali atas ruang ganti sebelum akhirnya diberhentikan oleh manajemen klub.
Xabi Alonso resmi dipecat hanya dua hari setelah Real Madrid menelan kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah, Arab Saudi. Kekalahan tersebut menjadi titik akhir dari masa jabatan singkat Alonso, yang sejak beberapa pekan terakhir sudah diwarnai spekulasi mengenai masa depannya di Santiago Bernabéu.
Dalam wawancaranya bersama DAZN, Guti menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti dinamika internal yang terjadi setiap hari di ruang ganti Real Madrid. Namun, ia meyakini bahwa ketidaknyamanan di dalam tim biasanya akan terlihat jelas, baik saat latihan maupun pertandingan resmi.
“Saya tidak mengalami kehidupan sehari-hari seperti apa ruang ganti bersama Xabi Alonso,” ujar Guti.
“Namun, pada saat yang sama, memang benar bahwa ketika ruang ganti tidak nyaman dan tidak bahagia dengan pelatih, hal itu akan terlihat. Sangat terasa, bukan hanya di sesi latihan, tetapi juga di pertandingan. Saya pikir itulah pemicu utama pemecatan Xabi pada saat ini.”
Masalah Ruang Ganti
Guti menilai bahwa keputusan manajemen Real Madrid bukan semata-mata didasarkan pada aspek taktik atau gaya bermain yang diterapkan Alonso. Ia bahkan menyebut bahwa secara statistik, hasil yang diraih Alonso tidak bisa dikatakan buruk.
“Saya tidak berpikir ini lebih karena gaya bermainnya atau apa yang ia lakukan di lapangan,” lanjut Guti.
“Tadi saya melihat sebuah statistik bahwa Hansi Flick, pelatih Barcelona, memiliki hasil yang sama dengan Xabi Alonso dalam 34 pertandingan pertamanya. Itu berarti jalannya pertandingan sebenarnya tidak buruk.”
Gagal Adaptasi?
Meski demikian, Guti mengakui bahwa isu ketidakmampuan Alonso beradaptasi dengan dinamika ruang ganti Real Madrid menjadi faktor yang kerap beredar di balik layar.
“Namun memang benar, ada banyak rumor yang mengatakan bahwa ia tidak bisa beradaptasi karena masalah di ruang ganti,” tambahnya.
Selain membahas Alonso, Guti juga menyoroti penunjukan Álvaro Arbeloa sebagai pelatih baru Real Madrid. Arbeloa dipromosikan dari tim Castilla untuk mengambil alih kursi pelatih utama, sebuah keputusan yang memicu perdebatan di kalangan publik dan pengamat.
Soal Arbeola
Menurut Guti, Arbeloa adalah sosok yang belum banyak diketahui kemampuannya di level tertinggi, tetapi situasi serupa pernah terjadi di masa lalu.
“Dia adalah sosok yang masih menjadi tanda tanya, tetapi ketika Zidane datang, dia juga demikian,” kata Guti.
Ia juga mengakui bahwa performa Real Madrid Castilla di bawah Arbeloa sebelumnya tidak sepenuhnya meyakinkan. Namun, Guti menegaskan bahwa manajemen klub tentu memiliki pertimbangan matang sebelum memberikan tanggung jawab sebesar ini.
“Jika melihat Real Madrid Castilla, hal-hal memang tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.
“Namun, apakah dia siap atau tidak, Madrid pasti mengetahuinya. Dia sudah lama bekerja di akademi, dan jika mereka memberinya tanggung jawab ini, itu karena mereka percaya kepadanya dan kini menunggu segalanya berjalan dengan baik.”
Sumber: Marca