Bola.com, Jakarta - Setelah Xabi Alonso mundur dari Real Madrid, Kylian Mbappe menjadi salah satu pemain pertama yang secara terbuka menunjukkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada sang mantan pelatih. Bahkan media Prancis menyebut sang pemain sampai mengambil risiko demi menyelamatkan sang pelatih tetap di klub.
Penyerang berusia 27 tahun itu tampil dalam performa terbaiknya musim ini di bawah asuhan Alonso dan sejauh ini menjadi pemain paling menonjol di skuad Los Blancos.
Menurut laporan L’Equipe, Kylian Mbappe bahkan disebut telah mengambil risiko terhadap kondisi kebugarannya demi membantu Xabi Alonso mempertahankan pekerjaannya.
Pemain Timnas Prancis itu menyadari kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol hampir pasti akan mengakhiri masa kepelatihan Alonso di Santiago Bernabeu.
Bermain meski Cedera demi Sang Pelatih
Kesadaran akan situasi genting itu membuat Kylian Mbappe berusaha keras agar tetap bisa masuk daftar pemain, meski hanya tampil beberapa menit di akhir pertandingan.
Saat itu, Kylian Mbappe mengalami keseleo lutut dan sebenarnya diperkirakan baru bisa kembali bermain pada 21 Januari 2026.
Namun, Mbappe akhirnya mengabulkan permintaan staf pelatih yang ia hormati. Ia memilih tetap bermain meski merasakan ketidaknyamanan, dan melakukannya tanpa suntikan penghilang rasa sakit, berbeda dengan spekulasi yang sempat beredar di media Spanyol.
Laporan tersebut menegaskan Mbappe tetap turun ke lapangan meskipun telah menerima beberapa peringatan terkait risiko kambuhnya cedera dengan konsekuensi yang bisa lebih serius.
Keputusan itu menunjukkan besarnya komitmen sang bintang untuk membantu Alonso di momen krusial.
Hubungan Kuat Mbappe dan Xabi Alonso
Menurut laporan yang sama, hubungan antara Xabi Alonso dan Mbappe berjalan sangat baik sejak awal kerja sama mereka pada Juni 2025.
Xabi Alonso memahami bahwa ia perlu membangun koneksi yang erat dengan kapten tim nasional Prancis tersebut sebagai salah satu figur kunci di ruang ganti.
Sementara di sisi lain, Mbappe juga mengapresiasi metode latihan Alonso yang dinamis serta visi permainannya, meskipun beberapa pemain lain dikabarkan sempat mengeluhkan pendekatan tersebut.
Ikatan kuat inilah yang diyakini menjadi latar belakang keputusan Mbappe untuk “mengorbankan” dirinya demi sang pelatih.
Menariknya, laporan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Kylian Mbappe sempat bersikap berseberangan dengan Alonso, khususnya terkait permintaan agar para pemain Real Madrid memberikan guard of honour kepada Barcelona usai kekalahan di Piala Super Spanyol.
Meski demikian, tindakan Kylian Mbappe terkait kondisi cederanya justru menegaskan bahwa hubungan personalnya dengan Xabi Alonso tetap solid hingga akhir masa jabatan sang pelatih.
Sumber: Madrid Universal