Bola.com, Jakarta - Skandal naturalisasi palsu Timnas Malaysia terus bergulir. Belakangan satu dari tujuh pemain yang bermasalah tersebut mengisyaratkan untuk pensiun dini.
Pemain yang dimaksud adalah Rodrigo Holgado. Kabar keinginan pensiun dari Holgado itu diungkapkan oleh jurnalis asal Kolombia, Bambino Quintero.
Rodrigo Holgado tergolong sedang ada di usia puncak sebagai pesepak bola. Saat ini sang striker memasuki usia 30 tahun.
"Rodrigo Holgado, yang diskors oleh FIFA hingga September karena keabsahan dalam pemanggilannya ke tim nasional Malaysia, sedang mempertimbangkan untuk pensiun permanen dari sepak bola profesional. Striker tersebut masih terikat kontrak dengan Club América, tetapi tanpa bayaran," ungkap Bambino Quintero.
1 Gol
Rodrigo Holgado sebenarnya menjadi harapan baru bagi publik sepak bola Malaysia. Terutama mereka yang mendukung Timnas Malaysia.
Sejauh ini Rodrigo Holhado sudah memiliki dua caps bersama Timnas Malaysia. Hebatnya, sang striker sudah mencetak satu gol untuk Harimau Malaya.
Satu gol itu dicetak Rodrigo Holgado ke gawang Timnas Vietnam dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027. Saat itu Harimau Malaya meraih kemenangan 4-0.
Namun, status laga itu masih menjadi tanda tanya. Bisa saja hasil laga itu dibatalkan oleh AFC dan FIFA lalu kemenangan diberikan kepada Timnas Vietnam karena status beberapa pemain naturalisasi Malaysia yang ilegal.
Hukuman Berat Lain
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, mengakui apabila situasi yang kini tengah dihadapi FAM sedang mendapatkan pantauan ketat dari FIFA dan AFC. Menurut dia, arena sepak bola lokal menghadapi dampak buruk.
Klub-klub dari Malaysia tidak bisa berkompetisi di Asia. Untuk musim ini, raksasa Liga Super Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT) bermain di AFC Champions League Elite (ACLE), sedangkan Selangor FC bermain di ACL2.
“Apabila FIFA menskors FAM, maka semua tim nasional dan klub tidak dapat berkompetisi di luar Malaysia,” kata Windsor John.
“Liga lokal masih dapat berjalan. Tetapi, semua tim nasional, baik senior maupun U-12, termasuk klub yang berkompetisi untuk mewakili Malaysia di ACL, tidak akan diizinkan bermain di luar negeri. Itu adalah situasi yang sangat drastis yang tidak diinginkan oleh negara mana pun,” kata dia.