Bola.com, Jakarta - Manchester United resmi menunjuk Michael Carrick sebagai manajer hingga akhir musim ini. Lantas, seperti apa superkomputer meramal nasib Tim Setan Merah di bawah asuhan Carrick.
Mantan gelandang Manchester United tersebut menggantikan peran Darren Fletcher, tak lama setelah Ruben Amorim dipecat pada 5 Januari 2026. Penunjukan ini menjadi momen emosional bagi Carrick yang pernah menjadi pujaan publik Old Trafford.
Michael Carrick tercatat tampil dalam 464 pertandingan bersama Manchester United dan mempersembahkan 18 trofi bergengsi, beberapa di antaranya adalah lima gelar Premier League, serta masing-masing satu titel juara Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
Keputusan klub menunjuk Carrick juga menegaskan arah kebijakan manajemen yang ingin kembali mengedepankan figur internal yang memahami kultur, tuntutan, serta standar tinggi Manchester United.
Carrick sebelumnya sudah tidak asing dengan lingkungan tim utama. Setelah gantung sepatu pada 2018, ia bergabung dengan staf pelatih dan bekerja di bawah arahan Jose Mourinho serta Ole Gunnar Solskjaer.
Pernah Menjabat Manajer Interim
Carrick juga pernah menjabat sebagai manajer interim di antara era Solskjaer dan Ralf Rangnick. Saat itu, ia mencatatkan dua kemenangan dari tiga pertandingan.
Kini, mantan manajer Middlesbrough tersebut mendapat kepercayaan menangani Manchester United hingga akhir musim 2025/2026. Pemilik saham minoritas di MU, Sir Jim Ratcliffe, diyakini lebih menginginkan stabilitas ketimbang sepak bola atraktif berisiko tinggi.
"Tentu saja kami ingin memenangkan pertandingan. Ada banyak cara untuk melakukannya. Setiap pertandingan punya situasi berbeda dan terkadang Anda harus bermain dengan cara tertentu," ujar Carrick kepada MUTV, seperti dikutip dari The Sun.
Performa Manchester United pada musim ini kerap mengecewakan. Mereka kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Premier League dengan nilai 32, tertinggal tiga poin dari Liverpool di posisi keempat atau batas akhir zona Liga Champions.
Setelah kandas di berbagai turnamen, kini harapan terakhir Carrick menyelamatkan wajah MU adalah finis di posisi empat besar. Lantas, bagaimana nasib Manchester United di era Michael Carrick menurut ramalan superkomputer Opta? Berikut ulasannya.
Tantangan bagi MU
Berdasarkan proyeksi superkomputer Opta, persaingan papan tengah Premier League musim ini sangat ketat. Saat Carrick resmi mengambil alih, MU terpaut tiga poin dari Liverpool yang menempati posisi keempat.
Bahkan, jarak antara posisi keempat hingga peringkat ke-14 yang ditempati Tottenham Hotspur hanya delapan poin. Kondisi tersebut membuat banyak tim merasa masih punya peluang untuk menanjak pada paruh kedua musim ini.
Namun, Opta justru menilai situasi tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi Manchester United. Superkomputer Opta memprediksi Carrick hanya akan membawa The Red Devils finis di posisi delapan dengan raihan sekitar 54,39 poin.
Artinya, Tim Setan Merah diperkirakan hanya mengumpulkan 22 poin dari 17 laga tersisa, dengan rata-rata 1,29 poin per pertandingan.
Arsenal Juara
Dalam proyeksi yang sama, Arsenal difavoritkan meraih gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun terakhir. Manchester City dan Aston Villa diprediksi menyusul di posisi kedua dan ketiga, sementara Liverpool tetap diperkirakan lolos ke Liga Champions meski performanya dinilai menurun dan kurang meyakinkan.
Finis di peringkat kedelapan kemungkinan masih membuka peluang Manchester United tampil di UEFA Conference League musim depan. Namun, skenario tersebut sangat bergantung pada hasil akhir Piala FA dan Carabao Cup.
Musim lalu, Brighton yang finis di posisi kedelapan gagal tampil di kompetisi Eropa akibat keberhasilan Crystal Palace di ajang domestik. Meski belum ideal, setidaknya proyeksi ini tetap menjadi peningkatan dibandingkan performa Manchester United pada musim 2024/2025.
Sumber: Sports Illustrated