Michael Carrick Ungkap Filosofi Sepak Bola di MU: Janji Perubahan Besar dari Era Ruben Amorim

Michael Carrick resmi memulai era barunya sebagai manajer Manchester United (MU), Rabu (14/1/2026).

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Januari 2026, 10:00 WIB
Michael Carrick merupakan mantan pemain sekaligus asisten Manajer di Mancherster United. Ia memulai kariernya setelah gantung sepatu pada 2018 silam. Kesuksesan Setan Merah menjadi runner up Liga Inggris dan Liga Europa merupakan salah satu jasanya. (Foto: AFP/Pool/Phil Noble)

Bola.com, Manchester - Michael Carrick resmi memulai era barunya sebagai manajer Manchester United (MU), Rabu (14/1/2026). Ia membawa filosofi sepak bola yang menekankan fleksibilitas taktik. Pendekatan ini sangat berbeda dibanding era Ruben Amorim yang kerap menuai kritik.

Legenda lini tengah Old Trafford itu ditunjuk sebagai manajer menggantikan Darren Fletcher, tak lama setelah Amorim dipecat pada 5 Januari 2026. Carrick datang dengan misi jelas: membawa Setan Merah kembali ke kompetisi elite Eropa musim depan dalam sisa 17 pertandingan musim ini.

Advertisement

Selama 14 bulan terakhir, Amorim dikenal sangat kukuh dengan formasi 3-4-2-1. Bahkan sikap keras kepalanya itu sempat memicu perdebatan panas dengan direktur sepak bola MU, Jason Wilcox. Kini, Carrick menegaskan adaptasi dan keterbukaan menjadi kunci utama.

“Tentu saja kami ingin memenangkan pertandingan,” ujar Carrick kepada MUTV, seperti dikutip dari The Sun

“Ada banyak cara untuk melakukannya. Setiap pertandingan punya situasi berbeda dan terkadang Anda harus bermain dengan cara tertentu," imbuh dia. 

Carrick menekankan pendekatan kolektif dan pengembangan individu pemain sebagai fondasi kebangkitan Setan Merah.

“Saya menikmati bekerja dengan para pemain dan membantu mereka berkembang secara individu. Kami semua berada dalam satu perahu. Penting bagi kami untuk saling menjaga,” ujar Carrick. 

“Saya ingin memainkan sepak bola yang menarik, positif, ekspresif, dan memberi kegembiraan. Saya ingin duduk di tepi kursi saat menonton tim ini bermain," imbuhnya. 

 


Usung Formasi 4-2-3-1

Manchester United secara resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala tim utama hingga akhir musim 2025/2026.

Secara taktik, Carrick diperkirakan akan mengusung formasi 4-2-3-1. Sistem tersebut pernah ia gunakan saat menjadi caretaker pada 2021, dengan mencatatkan dua kemenangan dari tiga laga. Meski begitu, Carrick menegaskan formasi bukanlah harga mati dan bisa berubah sesuai lawan serta komposisi pemain.

“Mendapat tanggung jawab memimpin Manchester United adalah sebuah kehormatan,” kata Carrick dalam pernyataan resminya.

“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk sukses di sini. Fokus saya sekarang adalah membantu para pemain mencapai standar tinggi yang dituntut klub ini.”

Carrick juga menyatakan keyakinannya terhadap skuad saat ini. “Saya sudah bekerja dengan beberapa pemain sebelumnya dan terus mengikuti perkembangan tim. Saya percaya penuh pada kualitas, dedikasi, dan kemampuan mereka," urainya. 

 


Didampingi Staf Berpengalaman

Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick memberi instruksi dari pinggir lapangan saat menghadapi Brighton and Hove Albion pada laga putaran ketiga Piala FA 2022/2023 di Riverside Stadium, Middlesbrough (7/1/2023). Michael Carrick saat ini tengah membesut Middlesbrough sejak ditunjuk pada 24 Oktober 2022. Sebelumnya ia sempat menjadi caretaker Manchester United hanya dalam 3 laga, mulai 21 November 2021 hingga 2 Desember 2021. (AFP/Oli Scarff)

Dalam menjalankan tugasnya, Carrick akan didampingi staf berpengalaman, termasuk Steve Holland (mantan asisten Timnas Inggris), serta Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion.

“Saya sangat senang bisa bekerja dengan Steve. Pengalamannya luar biasa, terutama dalam menghadapi situasi pergantian pelatih di tengah musim seperti ini,” ujar Carrick.

Holland dikenal tangguh dalam situasi krisis, setelah bekerja di Chelsea di bawah enam manajer berbeda.

Carrick juga menyoroti pentingnya keseimbangan dalam stafnya. “Jonathan menantang saya dan itu bagus. Travis memahami filosofi klub tentang pemain muda dan jalur akademi. Dan Jonny… dia adalah Jonny. Pengetahuannya tentang klub ini luar biasa.”

 


Komitmen Beri Peluang Pemain Muda

Manajer Middlesbrough asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Piala Liga Inggris antara Middlesbrough dan Chelsea di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 9 Januari 2024. (Oli SCARFF/AFP)

Berbeda dengan Amorim yang sempat menyebut budaya akademi MU sebagai “terlalu nyaman”, Carrick justru menegaskan komitmennya untuk memberi peluang pemain muda.

“Saya sangat mencintai itu. Setiap pemain muda layak mendapatkan kesempatan,” tegas Carrick.

“Ini adalah identitas klub ini sejak lama dan itulah yang ingin dilihat fans, kesegaran, keberanian, dan semangat muda.”

Dengan filosofi baru, pendekatan fleksibel, serta penekanan pada identitas klub, Michael Carrick kini diharapkan mampu menghidupkan kembali jiwa Manchester United dan membawa Setan Merah kembali ke jalur yang seharusnya.   

Sumber: The Sun

Berita Terkait