Michael Carrick Datang, Asa Kobbie Mainoo Bangkit di Manchester United Kembali Terbuka

Nasib Kobbie Mainoo di Manchester United berpotensi berubah drastis seiring penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 14 Januari 2026, 13:30 WIB
Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo (C), berduel dengan gelandang Bournemouth asal Inggris bernomor punggung 16, Marcus Tavernier (L), selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Selasa (16-12-2025) dini hari WIB. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Nasib Kobbie Mainoo di Manchester United berpotensi berubah drastis seiring penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Gelandang muda Setan Merah itu disebut-sebut bisa menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan dari pergantian pelatih di Old Trafford.

Kehadiran Carrick membawa angin segar, terutama bagi para pemain akademi. Apalagi, sejumlah pernyataan lama Carrick mengenai pentingnya pemain binaan klub di tim utama kembali mencuat menjelang dirinya resmi mengambil alih kursi pelatih setelah Ruben Amorim didepak.

Advertisement

Carrick ditunjuk memimpin Manchester United hingga akhir musim usai Amorim mengakhiri masa jabatannya dengan catatan kelam. Pelatih asal Portugal itu gagal membawa stabilitas, bahkan meninggalkan United dengan rekor finis terburuk di era Premier League serta kesulitan adaptasi terhadap skema 3-4-3 yang ia terapkan.

 


Mainoo Terpinggirkan di Era Amorim

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Di bawah Amorim, Kobbie Mainoo menjadi salah satu korban dari perubahan sistem. Gelandang berusia muda itu hanya mencatatkan 221 menit bermain di Premier League musim ini dan baru sekali menjadi starter, yakni pada kekalahan memalukan di ajang Carabao Cup dari Grimsby.

Minimnya kesempatan bermain memicu spekulasi soal masa depan Mainoo. Situasi tersebut bahkan sempat menjadi sorotan publik ketika saudara tirinya terlihat mengenakan kaus bertuliskan “Free Kobbie Mainoo” di Old Trafford saat Manchester United bermain imbang 4-4 kontra Bournemouth pada Desember lalu.

Namun, dengan Carrick yang dikenal lebih menyukai keseimbangan di lini tengah serta potensi kembalinya skema tiga gelandang, peluang Mainoo untuk mendapat menit bermain lebih banyak diyakini akan terbuka lebar pada paruh kedua musim.

 

 


Carrick dan Filosofi Pemain Akademi

Manchester United secara resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala tim utama hingga akhir musim 2025/2026.

Harapan Mainoo semakin besar karena Carrick merupakan sosok yang sejak lama menaruh kepercayaan pada pemain-pemain hasil akademi. Mantan gelandang United itu pernah menegaskan bahwa identitas klub tidak bisa dilepaskan dari kehadiran pemain binaan sendiri.

“Untuk sebuah klub, memiliki pemain yang berasal dari akademi, yang mengenal klub dan merasakan nilai-nilainya, itu sangat penting. Manchester United selalu punya elemen itu dan seharusnya terus demikian,” ujar Carrick dalam wawancara bersama Rio Ferdinand beberapa waktu lalu.

“Dengan talenta yang sudah dia tunjukkan, Anda harus punya pemain seperti itu. Pemain yang mengerti apa arti klub ini. Kita harus membantu mereka, membangun mereka, dan bertahan bersama mereka. Pasti ada tempat untuknya di sini,” lanjut Carrick.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Mainoo masih masuk dalam rencana jangka pendek maupun jangka panjang Manchester United, terlebih di bawah arahan Carrick.

 


Mainoo Dinilai Cocok di Sistem Baru

Manchester United secara resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala tim utama hingga akhir musim 2025/2026.

Keyakinan terhadap potensi Mainoo juga datang dari mantan pemain Manchester United dan Timnas Inggris, Owen Hargreaves. Ia menilai gaya bermain Mainoo sangat cocok jika United kembali menggunakan trio gelandang.

“Semua orang menyukai cara Kobbie bermain. Dia pemain yang sangat nyaman dengan bola,” ujar Hargreaves.

“Dia tidak bermain di sistem sebelumnya karena formasi itu tidak cocok untuknya. Tapi sekarang, jika menggunakan tiga gelandang, dia sempurna. Dia bukan gelandang bertahan murni, bukan juga nomor 10. Dia adalah gelandang nomor delapan,” tuturnya.

“Dia pemain yang bisa menerima bola di mana saja dan sangat percaya diri. Saya benar-benar yakin dia akan menjadi bintang,” tambah Hargreaves.

Mainoo sendiri sudah membuktikan kualitasnya di panggung besar. Ia mencetak gol di final Piala FA saat Manchester United mengalahkan Manchester City, serta dipercaya menjadi starter pada final Euro 2024 bersama Timnas Inggris melawan Spanyol.

Kini, dengan Michael Carrick di pinggir lapangan, Kobbie Mainoo kembali memiliki kesempatan emas untuk membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi bagian penting dari masa depan Manchester United.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait