Bola.com, Jakarta - Sebagai salah satu liga terbaik di dunia, Premier League dipenuhi talenta luar biasa dari atas hingga bawah klasemen. Kompetisi ini kerap disebut sebagai liga paling padat kualitas di sepak bola modern.
Bahkan di tim-tim papan bawah sekali pun, masih ada pemain kelas atas seperti Jordan Pickford, Jarrod Bowen, hingga Matheus Cunha sebelum ia hijrah ke Manchester United.
Namun demikian, jumlah pemain yang benar-benar bisa disebut kelas dunia di Inggris sejatinya sangat terbatas dan eksklusif. Ada argumen kuat bahwa saat ini hanya sekitar 14 pemain yang benar-benar beroperasi di level tersebut.
Berangkat dari pemikiran itu, Give Me Sport mengungkap daftar pemain yang dianggap layak masuk kategori world-class, lengkap dengan alasan di balik pemilihannya.
Beberapa aspek utama yang digunakan sebagai dasar pemeringkatan pemain adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan saat ini
Kualitas historis tetap menjadi pertimbangan, tetapi pemain yang telah melewati masa puncaknya tidak lagi dikategorikan sebagai kelas dunia. Penilaian difokuskan pada performa aktual.
2. Peran dan pengaruh dalam tim
Kontribusi tidak selalu diukur dari gol atau assist semata. Clean sheet, kontrol permainan, hingga dampak keseluruhan terhadap performa tim juga menjadi indikator penting.
3. Termasuk yang terbaik di posisinya
Untuk dianggap world-class, seorang pemain setidaknya harus masuk lima besar terbaik di posisi masing-masing.
4. Gol
Gol tetap menjadi mata uang utama dalam sepak bola. Seorang pemain kelas dunia umumnya mampu mencetak setidaknya 20 gol dalam satu musim liga.
5. Assist
Kemampuan menciptakan peluang secara konsisten juga menjadi faktor krusial. Di era modern, pemain dituntut memiliki visi, distribusi bola yang mumpuni, dan ketajaman di sepertiga akhir lapangan.
6. Clean sheet
Khusus untuk penjaga gawang, konsistensi menjaga gawang tetap perawan menjadi syarat mutlak. Seorang kiper kelas dunia harus mampu tampil solid di momen-momen krusial saat tim sangat membutuhkannya.
Manchester City: Rodri, Erling Haaland
Mengingat betapa dominannya Manchester City dalam satu dekade terakhir, mungkin cukup mengejutkan hanya dua pemain skuad asuhan Pep Guardiola yang masih dikategorikan sebagai kelas dunia. Namun, City memang tidak lagi menjadi tim paling dominan di Inggris, dan jumlah pemain world-class yang mereka miliki mencerminkan kondisi tersebut.
Peraih Ballon d’Or 2024, Rodri, memang sempat diganggu sejumlah cedera sejak meraih penghargaan individual paling prestisius itu. Meski begitu, cedera tersebut sama sekali tidak mengurangi statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik di era modern.
Di usia 29 tahun, pemain asal Spanyol itu diyakini masih memiliki beberapa musim lagi untuk tampil di level tertinggi.
Sementara itu, hampir tidak ada lagi yang bisa ditambahkan soal Erling Haaland yang belum pernah dibahas oleh siapa pun yang memahami sepak bola. Penyerang asal Norwegia tersebut telah menjadi fenomena mesin gol sejak mendarat di Inggris pada 2022. Ia tanpa ampun menghancurkan lini pertahanan Premier League, termasuk dengan memecahkan rekor jumlah gol terbanyak dalam satu musim liga.
Haaland juga langsung menjadi top scorer Liga Inggris dalam dua musim pertamanya bersama Manchester City di Etihad Stadium, dan ia digadang-gadang akan kembali mempertahankan mahkota tersebut pada musim 2025/2026.
Liverpool: Alisson Becker, Mohamed Salah, Virgil Van Dijk
Setelah sukses mengunci gelar ke-20 Liga Inggris pada musim lalu, Liverpool tercatat memiliki tiga pemain berstatus kelas dunia dalam skuadnya saat ini. Tak terbantahkan lagi, sosok tersebut adalah Alisson Becker, Mohamed Salah, dan Virgil van Dijk, sementara nama seperti Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch boleh jadi hanya kurang beruntung karena belum masuk dalam kategori tersebut.
Dampak kehadiran Alisson Becker sejak bergabung dengan Liverpool benar-benar luar biasa dan sulit untuk dilebih-lebihkan.
Kiper asal Brasil itu menghadirkan peningkatan signifikan di bawah mistar gawang dan tampil konsisten sepanjang kariernya bersama The Reds. Banyak yang sepakat, Alisson kini layak disejajarkan sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah Premier League.
Sementara itu, Mohamed Salah tak diragukan lagi merupakan pemain terbaik Liverpool sejak direkrut dari AS Roma pada 2017. Ia terus menunjukkan konsistensi sebagai salah satu pemain terbaik dunia, dengan catatan gol serta pengaruh besar terhadap permainan tim yang nyaris tak tertandingi.
Adapun Virgil van Dijk, para pengamat mulai kehabisan kata-kata pujian untuk menggambarkan kualitas bek tengah asal Belanda tersebut.
Meski baik Salah maupun Van Dijk disebut belum sepenuhnya berada di puncak performa mereka pada musim 2025/2026, akan menjadi kesalahan besar jika meremehkan keduanya. Mereka tetap termasuk yang terbaik di antara yang terbaik.
Arsenal: Declan Rice, Bukayo Saka, William Saliba, Gabriel Magalhaes, David Raya, Jurrien Timber
Setelah menunjukkan persaingan gelar yang impresif dalam beberapa musim terakhir, tak ada keraguan bahwa Arsenal kini memiliki sejumlah pemain berstatus kelas dunia. Bukayo Saka telah berkali-kali membuktikan kualitasnya, baik bersama klub maupun tim nasional. Siapa pun yang masih meragukan kapasitasnya mungkin memang perlu menonton olahraga lain.
Kehadiran Declan Rice pada 2023, meski ditebus dengan harga fantastis yang melampaui 100 juta poundsterling, menjadi dorongan besar bagi klub asal London Utara tersebut.
Skuad asuhan Mikel Arteta yakin trofi besar tinggal menunggu waktu, dan Rice diyakini akan memainkan peran krusial dalam mewujudkan ambisi itu.
Di lini belakang, William Saliba dan Gabriel Magalhaes saat ini disebut-sebut sebagai dua bek terbaik di dunia, bahkan tak sedikit yang menilai mereka sebagai duet bek tengah paling solid. Dengan dukungan Jurrien Timber yang tampil cemerlang serta David Raya di bawah mistar, Arsenal sangat jarang kalah, apalagi kebobolan.
Manchester United: Bruno Fernandes
Tak perlu banyak perdebatan, Bruno Fernandes telah tampil kelas dunia sejak pertama kali bergabung dengan Manchester United. Gelandang berusia 31 tahun itu menjadi sosok krusial bagi Setan Merah sejak mendarat di Old Trafford pada 2020.
Sulit membayangkan posisi MU saat ini tanpa kontribusi sang kapten asal Portugal, yang nyaris seorang diri memikul beban tim di tengah periode sulit klub. Dengan kualitas elite yang dimilikinya, Bruno sejatinya bisa langsung masuk ke hampir semua tim top dunia.
Memang, sikap emosionalnya di lapangan kerap memancing kritik dari suporter maupun pengamat. Namun, akan sangat keliru jika hal itu menutupi penilaian terhadap kualitas sepak bolanya yang luar biasa. Di tengah berbagai masalah yang terus menghantam Setan Merah, Bruno Fernandes tetap tampil konsisten di level tertinggi.
Ke depan, jika Manchester United ingin kembali meraih kesuksesan, peran Bruno Fernandes hampir pasti akan menjadi kunci utama.
Chelsea: Cole Palmer, Moises Caicedo
Musim 2023/2024 menjadi titik balik besar dalam karier Cole Palmer. Keputusan meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Chelsea terbukti sangat tepat, karena di Stamford Bridge ia menjelma menjadi pemain kelas dunia.
Penyerang muda asal Inggris itu terus menunjukkan performa gemilang dan memainkan peran vital dalam kesuksesan Chelsea musim lalu. Di bawah arahan Enzo Maresca, The Blues sukses meraih dua trofi sekaligus, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Palmer menjadi salah satu motor utama di balik pencapaian tersebut.
Memasuki musim 2025/2026, Palmer memang sempat diganggu cedera. Namun, ketika berada dalam kondisi terbaiknya, ia adalah mimpi buruk bagi lini pertahanan lawan, berkat kreativitas, visi bermain, dan ketajamannya di sepertiga akhir lapangan.
Tak hanya Palmer, Moises Caicedo juga kini pantas menyandang status pemain kelas dunia di skuad Chelsea.
Gelandang asal Ekuador itu sempat menuai kritik di awal kariernya di London Barat karena dinilai belum sepadan dengan banderol fantastis £115 juta.
Namun, seiring waktu, Caicedo berhasil membuktikan kualitasnya. Ia kini tampil dominan di lini tengah sebagai gelandang bertahan komplet, kuat dalam duel, disiplin dalam bertahan, dan tetap memiliki kemampuan teknis untuk membantu serangan. Sosok yang benar-benar mampu melakukan segalanya di lapangan.
Sumber: Give Me Sport