Deretan Pemain Senior yang Bisa Dilirik John Herdman Masuk Timnas Indonesia Lagi: Masih Punya Taji dan Beri Bukti Terkini

Timnas Indonesia telah memiliki pelatih baru, yakni John Herdman. Pria asal Inggris itu resmi diperkenalkan ke publik sebagai juru taktik anyar skuad Garuda, dengan durasi kontrak dua tahun ke depan.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 16 Januari 2026, 07:30 WIB
Timnas Indonesia - Ilustrasi Thom Haye (Bola.com/Geaby Fadhilatu Sholikha, Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia telah memiliki pelatih baru, yakni John Herdman. Pria asal Inggris itu resmi diperkenalkan ke publik sebagai juru taktik anyar skuad Garuda, dengan durasi kontrak dua tahun ke depan.

Setelah ditunjuk menangani Timnas Indonesia, John Herdman dinanti tugas berat pada 2026. Mulai dari FIFA Series pada Maret, Piala AFF pada Juli-Agustus, hingga FIFA Matchday pada September-Oktober dan November 2026.

Advertisement

Tugas terdekat John Herdman adalah menyusun skuad terbaik sesuai pilihannya. Timnas Indonesia punya segudang pemain penuh potensi, muda maupun senior yang bermain di kompetisi domestik, hingga luar negeri.

Ada yang menarik untuk diulas, yakni tentang pemain-pemain senior yang kemungkinan masih bisa masuk dalam proyek pelatih asal Inggris itu. Baik itu pemain senior warisan pelatih Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert, maupun potensi lama yang kini bersinar lagi.

Berikut ini nama-nama pemain berstatus senior namun masih punya pengaruh dan layak dipanggil kembali oleh John Herdman, untuk menambah kedalaman skuad Timnas Indonesia.

 


Jordi Amat

Selebrasi emosional bek Persija Jakarta, Jordi Amat usai mencetak gol lewat tendangan jarak jauh ke gawang Bhayangkara FC dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/12/2025) malam. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan).

Palang pintu kukuh Persija Jakarta, Jordi Amat seperti terlahir kembali dalam kariernya di level klub. Setelah menghabiskan waktu tiga musim di Malaysia bersama Johor Darul Ta'zim, ia hijrah ke Persija dan merasakan persaingan BRI Super League 2025/2026.

Jordi Amat langsung menjadi andalan pelatih Mauricio Souza di sektor pertahanan tim Macan Kemayoran, berduet dengan Rizky Ridho. Tujuh pertandingan ia lakoni dan tak pernah tergantikan di jantung pertahanan Persija.

Jam terbangnya di Persija sangat tinggi, sebab Amat bermain 15 laga bersama Macan Kemayoran dan sudah mencetak dua gol. Artinya bek 33 tahun itu mencatat 1.345 menit di Persija.

Persija dibawanya bersaing di jalur juara dengan nangkring posisi tiga dengan jarak tiga poin dari Persib sebagai pemuncak klasemen. Di level Timnas Indonesia, Amat sempat menjadi tembok tebak saat era Shin Tae-yong.

Ia juga masuk dalam proyeksi saat diasuh Patrick Kluivert, meski masih menjadi pilihan kedua. Jordi Amat punya 19 caps dan torehan dua gol dengan seragam Timnas Indonesia.

 


Joey Pelupessy

Pemain Timnas Indonesia, Joey Pelupessy (kanan), berebut bola dengan pemain China, Wei Shihao, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Berikutnya ada Joey Pelupessy, gelandang enerjik dan punya stamina kuda yang menjadi andalan di era pelatih Patrick Kluivert. Satu posisi di barisan gelandang, hampir pasti menjadi miliknya.

Joey Pelupessy mencatatkan debutnya bersama Timnas Indonesia kala mengalahkan Bahrain pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (25/3/2025). Saat itu Indonesia menang tipis 1-0 melalui gol Ole Romeny.

Sejak debutnya pada Maret tahun lalu, total Pelupessy sudah memainkan enam caps bersama Timnas Indonesia. Pemain berusia 32 tahun ini merumput selama 507 menit. Kariernya kini bersama klub kasta kedua Belgia, Lommel SK, bisa menjadi parameter John Herdman untuk tetap memanggilnya.

Joey Pelupessy merupakan gelandang bertahan serbaguna dengan kemampuan tekel kuat, visi bermain tajam, akurasi umpan baik, dan ketahanan fisik mumpuni, mampu bermain sebagai gelandang tengah atau bek tengah, berfungsi sebagai penghubung efektif antara lini belakang dan depan, serta memiliki mobilitas tinggi untuk mendukung serangan dan bertahan, menjadikannya aset penting bagi Timnas Indonesia.

 


Ezra Walian

Ezra Walian rayakan cetak gol di laga Persik vs Persis. (X Persik)

Tidak ada salahnya bagi John Herdman melirik Ezra Walian, yang moncer bersama Persik Kediri. Ia sempat digadang-gadang menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia. Berstatus jebolan akademi Ajax Amsterdam, datang ketika masih bermain untuk Timnas Indonesia U-23.

Tapi, saat memilih bermain di Liga 1, sepertinya dia sulit beradaptasi, baik saat memperkuat PSM Makassar dan Persib Bandung. Ezra lebih banyak jadi pelapis.

Persik Kediri kemudian menjadi tim yang menampung bakatnya sejak dua musim terakhir. Ezra beberapa kali ditugaskan bermain melebar. Dia tidak lagi jadi target man, karena posisi striker utama jadi milik penyerang asing.

Sebenarnya, saat ini Ezra berada di usia emas, 28 tahun. Lulusan tim muda Ajax dan Almere City tersebut menjadi tumpuan lini depan tim Macan Putih. Musim ini Ezra sudah memainkan 15 laga dan mencetak lima gol plus tujuh assist.

Di level Timnas Indonesia senior, Ezra Walian mengumpulkan 9 penampilan dan mencetak tiga gol.

 


Stefano Lilipaly

Pemain Dewa United, Stefano Lilipaly, berusaha mencetak gol ke gawang Shan United pada matchday ketiga Grup E AFC Challange League 2025-2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (01/11/2025) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Gelandang Dewa United, Stefano Lilipaly masih eksis di kompetisi kasta tertinggi Indonesia hingga sekarang. Setelah cukup lama membela Borneo FC, ia hijrah ke Dewa United musim ini dengan status pinjaman.

Usianya yang sudah memasuki 35 tahun, bukan menjadi halangan bagi Lilipaly untuk membuktikan dirinya belum habis. Bahkan ia selalu bermain di 17 laga musim ini, mencetak dua gol dan tiga assist.

Tiga gol dari 33 pertandingan bersama Timnas Indonesia menjadi catatan yang membanggakan. Eks pemain Bali United itu juga mendapat kepercayaan pelatih Patrick Kluivert di laga terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, meski berujung kegagalan.

Pengalamannya di Belanda dan tim-tim besar Indonesia, bisa dimanfaatkan oleh John Herdman untuk menjadi mentor pemain muda di skuad Garuda.

 


Thom Haye

Pemain Persib Bandung, Thom Haye (kiri) berusaha melepaskan umpan dibayangi pemain Persija Jakarta, Allano De Souza Lima dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (11/01/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Kemudian ada Thom Haye. Peran dan tugasnya di lapangan cukup membawa pengaruh positif dalam perjalanan Timnas Indonesia mengarungi ronde ketiga dan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Secara usia, Thom Haye memang sudah tidak muda. Umur gelandang Persib Bandung ini sekarang menginjak 30 tahun, namun ia masih menjadi punya magnet kuat lewat penampilan apik bersama Persib Bandung.

Ia membawa Maung Bandung melaju ke babak gugur AFC Champions League (ACL) Two dan puncak klasemen BRI Super League. Haye total bermain 18 laga di semua kompetisi musim ini, mencetak 1 gol dan empat assist untuk Persib.

Eks pemain Almere City ini punya visi permainan, passing akurat, gemar membongkar celah dari lini tengah. Peran itu bisa menjadi kekuatan Timnas Indonesia di tangan John Herdman.

Berita Terkait