Rencana John Herdman Dibantu Asisten Pelatih Lokal, Legenda Timnas Indonesia Teringat 1970-an: Sartono Anwar Dampingi Wiel Coerver

John Herdman diharapkan bisa mendongkrak performa Skuad Garuda pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 yang berujung pemecatan Patrick Kluivert sebagai kepala.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 16 Januari 2026, 06:30 WIB
John Herdman menggantikan posisi Patrick Kluivert yang hengkang bersama jajarannya pada Oktober 2025, selepas gagal membawa skuad Garuda lolos Piala Dunia 2026. Tampak dalam foto, pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia yang baru, John Herdman memberi isyarat saat berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 13 Januari 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

 

Bola.com, Jakarta - Rencana PSSI yang menyerahkan sepenuhnya kepada John Herdman untuk mencari pelatih lokal di Timnas Indonesia disambut gembira oleh salah satu kiper terbaik dalam negeri, Hermansyah.

Advertisement

Sejauh ini ada beberapa nama yang mencuat guna menjadi asisten pelatih, di antaranya Nova Arianto, Bima Sakti, dan Kurniawan Dwi Yulianto.

John Herdman diharapkan bisa mendongkrak performa Skuad Garuda pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 yang berujung pemecatan Patrick Kluivert sebagai kepala.

Pada Maret 2026, Jay Idzes dan kawan-kawan akan tampil di FIFA Series, di mana Indonesia juga dipercaya sebagai tuan rumah. Lalu, pada Juli, Indonesia kembali bertarung di Piala AFF 2026, di mana Indonesia sama sekali belum pernah juara.

Dua agenda tersebut menjadi pembuktian John Herdman, sebelum beraksi di Piala Asia 2027 serta Kualifikasi Piala Dunia 2030.


Mendukung Rencana John Herdman

Mantan Kiper Timnas Indonesia, Hermansyah menghadiri pertemuan dengan Komnas HAM terkait konflik PSSI dengan Menpora di Jakarta, Kamis (13/8/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Hermansyah memberikan dukungan sekaligus merespons positif terkait rencana John Herdman untuk merekrut asisten pelatih lokal.

Legenda kelahiran 17 Agustus 1963 juga memaklumi kehati-hatian PSSI dalam memilih pelatih sehingga butuh waktu yang tak sebentar.

"Nah, mungkin PSSI pengalaman kemarin, pemilihan pelatih cukup lama juga untuk memunculkan nama seorang sosok pelatih tim nasional. Mungkin belajar kejadian sebelumnya ya, tergesa-gesa, akhirnya dapat pelatih yang tidak sebagus sekarang ya," kata Hermansyah via kanal YouTube Kompas TV.

"Saya bilang bagus karena apa? Dari sosok John Herdman ini, ini sosok pelatih yang mau transfer knowledge karena mau memakai asisten pelatih dari Indonesia. Itu yang pertama yang harus kita hargai," imbuhnya.


Teringat Wiel Coever

Wiel Coerver, hanya sebentar di Timnas Indonesia namun amat berkesan.

Menurut Hermansyah, ada sejumlah pelatih lokal yang dianggap mumpuni mendampingi John Herdman. Ketiganya punya pengalaman panjang, baik sebagai pemain maupun pelatih.

"Karena apa? Supaya pelatih-pelatih Indonesia juga bisa baik, jarang ada pelatih seperti John Herdman. Walau kita negara Asia, yang cukup rumitlah istilahnya ya. Tapi dia nanti ingin combine dengan pelatih lokal yang menjadi asistennya," tandas Hermansyah.

"Karena asisten kita, pelatih-pelatih lokal cukup bagus. Ya, di situ masih ada Bima Sakti, ada Nova Arianto, ada Kurniawan Dwi Yulianto, terus banyaklah. Poin-poin untuk ke depannya bisa menjadi tulang punggung pelatih Indonesia," tukasnya menambahkan.

Terkait kerja sama pelatih asing dan pelatih lokal di Timnas Indonesia, jelas bukan hal baru. Tahun 1970-an, Wiel Coerver, pelatih asal Belanda, berasistenkan pelatih lokal.

"Saya teringat waktu 1970-an, pelatih Wiel Coerver transfer knowledge itu, asistennya orang Indonesia, yaitu ayahnya Nova Arianto, Pak Sartono Anwar. Saat itu, 1970-an Wiel Coerver dari Belanda bagus, tapi asistennya orang Indonesia, termasuk ayahnya Nova Arianto. Jadi itu perlu sekali," pungkas Hermansyah.

Berita Terkait