Bola.com, Jakarta - Piala AFF 2026 bakal menyita perhatian. Turnamen dua tahunan yang biasanya digelar di pengujung tahun, kali ini akan dimainkan pada pertengahan tahun.
Piala AFF 2026 rencananya akan berlangsung pada 26 Juli sampai 26 Agustus mendatang. Pelaksanaan pada pertengahan tahun, memungkinan setiap tim peserta berkekuatan penuh, sebab kompetisi di Eropa misalnya, memasuki libur panjang setelah berakhirnya musim.
Drawing Piala AFF 2026 telah digelar hari ini, Kamis (15/1/2026). Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama sang juara bertahan Vietnam, lalu ada Singapura, Kamboja, dan pemenang play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Sementara Grup B diisi oleh Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Layak dinantikan tim mana yang akan memenangkan kejuaraan ini.
Sebelum melihat persaingan sengit Piala AFF 2026 bulan Juli mendatang, tidak ada salahnya menebak bintang-bintang di setiap tim untuk beraksi. Yuk simak daftarnya di bawah ini:
Jay Idzes (Timnas Indonesia)
Timnas Indonesia punya segudang pemain yang berkarier di Eropa, dan tentu punya nilai pasar tinggi. Salah satunya adalah Jay Idzes, sosok bek andalan sekaligus kapten skuad Garuda.
Ia sedang membela Sassuolo dalam persaingan di Serie A, salah satu kompetisi paling ketat di dunia. Jay Idzes menjadi pemain utama dan susah tergantikan di jantung pertahanan Sassuolo.
Ia bertarung dengan striker-striker top dunia yang berada di Italia. Jay Idzes kini menduduki pesepak bola termahal se Asia Tenggara.
Arif Aiman (Malaysia)
Kemudian ada Arif Aiman, satu di antara bintang yang dimiliki Timnas Malaysia. Ia memperkuat klub raksasa Johor Darul Ta'zim dan menjadi andalan di Harimau Malaya.
Baru-baru ini ia masuk 10 besar pemain dengan dribel sukses di kompetisi kasta tertinggi seluruh dunia. Pemain berusia 23 tahun itu berhasil mencatatkan 224 dribel dalam 35 pertandingan yang dimainkan. Acuannya adalah pemain-pemain ini merupakan anggota klub dalam persaingan di divisi teratas.
Lebih menarik lagi, Arif Aiman melampaui pemain sayap lincah Manchester City, Jeremy Doku, yang mencatatkan 212 dribel dalam 52 pertandingan. Atau 17 pertandingan lebih banyak dari pemain Harimau Malaya tersebut.
Nguyen Xuan Son (Vietnam)
Selanjutnya ada Nguyen Xuan Son, striker naturalisasi asal Brasil yang menjadi andalan Timnas Vietnam. Ia adalah predator di lini serang Vietnam dalam menjuarai Piala AFF 2024.
Pemain klub Nam Dinh FC masih berusia 28 tahun dan tak butuh waktu lama untuk menjadi striker paling ganas di Vietnam. Selain trofi juara Piala AFF edisi terakhir, Xuan Son juga merupakan top scorer turnamen tersebut.
Sayangnya, Xuan Son megalami patah kaki saat final leg kedua Piala AFF 2024 kontra Thailand. Sejak saat itu, ia harus menjalani pemulihan dan kini telah bermain lagi.
Supachai Chaided (Thailand)
Thailand memiliki sosok Supachai Chaided, striker andalan dari klub Buriram dan juga Timnas Thailand. Total ia memperkuat timnas senior Thailand di 45 pertandingan, dan mencetak 8 gol.
Supachai Chaided juga menjadi tumpuan di lini depan Buriram dalam mengarungi persiangan di kompetisi domestik maupun antarklub Asia. Pemain berusia 27 tahun tersebut menduduki pemain termahal ke-8 di Asia Tenggara.
Chaided memang absen saat Piala AFF 2024, namun ia menjadi bagian dari Thailand di laga-laga Kualifikasi Piala Asia 2027 dan beberapa agenda FIFA matchday lainnya akhir-akhir ini.
Bjorn Martin Kristensen (Filipina)
Bergeser ke Timnas Filipina, mereka punya sosok Bjorn Martin Kristensen. Pemain keturunan Norwegia-Filipina yang menjadi andalan the Azkals.
Usianya masih tergolong muda, 23 tahun. Tapi pengalaman dan potensinya cukup besar, dengan bermain untuk klub Norwegia, KFUM. Bjorn Martin Kristensen berpeluang menjadi striker ganas di Piala AFF nanti.
Di level Timnas Filipina, ia menjalani debutnya September 2024. Hingga kini, Bjørn Martin Kristensen telah mengoleksi 16 penampilan dan mencetak 13 gol untuk Timnas Filipina senior.
Ikhsan Fandi (Singapura)
Timnas Singapura punya banyak pemain berbakat. Satu di antaranya adalah Ikhsan Fandi, striker yang merupakan putra dari legenda Timnas Singapura, Fandi Ahmad.
Pemain berusia 26 tahun ini dikenal sebagai salah satu penyerang top di Asia Tenggara dengan postur tinggi (183 cm) dan tajam di kotak penalti. Ia bermain untuk klub BG Pathum United (Thailand) dan Tim Nasional Singapura.
Ikhsan Fandi punya 46 caps bersama Timnas Singapura senior. Dari jumlah itu, ia mengoleksi 22 gol. Sebuah catatan mengesankan sebagai ujung tombak andalan dan mematikan bagi Tim Singa.
Maung Maung Lwin (Myanmar)
Timnas Myanmar memiliki sosok Maung Maung Lwin, striker senior yang punya rekam jejak apik. Ia salah satu pemain dengan caps terbanyak di negaranya, dengan 65 laga dan mencetak 12 gol.
Maung Maung Lwin selalu bermain di ajang Piala AFF baik edisi 2022 dan 2024. Dirinya kini bermain untuk klub Yangon United, dengan torehan 4 gol dan 3 assist dari 16 penampilan di semua kompetisi.
Andres Nieto (Kamboja)
Myanmar juga punya pemain bintangnya, yakni Andrés Nieto. Pemain naturalisasi berdarah Kolombia yang menandai debutnya di Piala AFF 2024.
Pemain berusia 29 tahun itu berposisi sebagai gelandang serang atau penyerang luban. Ia memperkuat klub Phnom Penh, dengan 10 penampilan musim ini.
Di levek Timnas, Andrés Nieto adalah sosok yang tak tergantikan. Ia mengoleksi lima caps dan mencetak satu gol untuk Timnas Laos sejauh ini.
Bounphachan Bounkong (Laos)
Laos seringkali menjadi batu sandungan dan tim kuda hitam di arena Piala AFF, seperti edisi 2024. Salah satu pemain andalan mereka adalah gelandang Bounphachan Bounkong.
Pemain berusia 25 tahun itu tak bisa dilepaskan dari Laos, sebab ia adalah kapten di timnya. Bounphachan Bounkong menjadi andalan di banyak pertandingan.
Bounphachan Bounkong telah mengoleksi 33 penampilan bersama Laos senior, mencetak tujuh gol dan lima assist. Pada Piala AFF 2024, ia memimpin Laos dan menyulitkan Timnas Indonesia kala itu di fase grup dengan skor akhir 3-3.
Gali Freitas (Timor Leste)
Terakhir adalah bintang Timor Leste, Gali Freitas. Pemain lincah dan enerjik yang kini menjadi bagian dari klub Persebaya Surabaya.
Gali Freitas sudah lama menjadi idola di sepak bola Indonesia, termasuk membela PSIS Semarang. Sosoknya adalah tumpuan di sektor penyerangan Timnas Timor Leste.
Gali Freitas merupakan kapten Timnas Timor Leste, dan sudah mengumpulkan 16 laga di level senior sejak debutnya pada September 2018. Dari jumlah itu, ia mengoleksi tiga gol dan dua assist.