Bola.com, Jakarta - Persaingan di Grup A Piala AFF 2026 dipastikan bakal berlangsung sengit. Sebab, hasil undian menempatkan negara-negara kuat Asia Tenggara dalam satu grup.
Timnas Indonesia akan bersaing ketat empat negara lainnya meliputi Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak play-off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Grup ini dianggap sebagai grup neraka karena mempertemukan rival bebuyutan yang memiliki sejarah panjang. Misalnya Timnas Indonesia dengan Vietnam, yang duel keduanya selalu panas dalam beberapa tahun terakhir.
Kehadiran para pemain bintang dari setiap negara diprediksi akan menjadi pembeda dalam perjuangan meraih tiket ke semifinal dan final turnamen yang akan digelar pada 24 Juli-26 Agustus 2026 itu.
Rizky Ridho
Di kubu Timnas Indonesia, nama Rizky Ridho tetap menjadi sosok tidak tergantikan di jantung pertahanan. Bek berusia 24 tahun ini telah mengantongi 47 penampilan sejak debutnya pada 2021 dengan kontribusi empat gol.
Ketangguhan Ridho dalam membaca permainan membuatnya menjadi pemimpin alami di lini belakang meski ia juga tercatat mengoleksi tiga kartu kuning.
Dia bakal menjadi tulang punggung mengingat Timnas Indonesia tanpa pemain abroad dari Eropa.
Nguyen Quang Hai
Vietnam kembali mengandalkan magis Nguyen Quang Hai sebagai motor serangan utama. Gelandang kreatif ini adalah satu di antara pemain paling berpengalaman dengan torehan 75 penampilan sejak 2017.
Quang Hai telah membuktikan ketajamannya dengan sumbangan 14 gol serta catatan 11 assist yang sangat krusial.
Kemampuannya dalam mengeksekusi bola mati dan visi bermain yang di atas rata-rata akan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Ikhsan Fandi
Singapura tidak mau kalah dengan mengandalkan ketajaman Ikhsan Fandi yang dikenal sebagai penyerang klinis di depan gawang. Penyerang berusia 26 tahun ini telah mengoleksi 22 gol dan satu assist dari total 45 penampilannya sejak 2017.
Ikhsan Fandi memiliki keunggulan dalam duel udara dan penempatan posisi yang seringkali menyulitkan barisan pertahanan.
Kehadirannya menjadi tumpuan utama tim berjulukan The Lions itu untuk bisa melaju lebih jauh dalam turnamen edisi kali ini.
Sieng Chanthea
Kamboja juga memiliki aset berharga pada diri Sieng Chanthea yang terus menunjukkan perkembangan pesat di lini serang.
Sejak melakoni debutnya pada 2019, pemain berusia 23 tahun itu telah bermain sebanyak 45 kali dengan torehan delapan gol serta satu assist.
Kecepatan dan kemampuan dribel Chanthea diprediksi akan menjadi senjata utama Kamboja dalam melakukan serangan balik cepat.
Dia merupakan representasi dari kebangkitan sepak bola negaranya yang kini mulai berani tampil menekan tim-tim besar.
Paulo Gali Freitas
Dari tim yang berjuang di play-off, Timor Leste memiliki Paulo Gali Freitas yang performanya sedang menanjak. Pemain yang baru berusia 21 tahun itu telah mencatatkan 16 penampilan untuk negaranya sejak 2018 dengan koleksi tiga gol dan dua assist.
Winger Persebaya Surabaya memiliki kemampuan eksplosif yang bisa mengejutkan pertahanan lawan. Pengalaman bermain di Indonesia memberikan mentalitas bertanding yang sangat dibutuhkan oleh Timor Leste.
Azwan Ali Rahman
Jika lolos, Brunei Darussalam akan mengandalkan pemain Azwan Ali Rahman yang sudah dipanggil sejak 2012. Gelandang berusia 34 tahun itu tercatat memiliki 24 penampilan dengan sumbangan tujuh gol serta satu assist.
Azwan Ali Rahman dikenal sebagai dirigen lapangan tengah yang memiliki akurasi umpan cukup baik untuk memanjakan barisan striker.
Kepemimpinannya di lapangan akan menjadi kunci bagi Brunei Darussalam jika ingin bersaing dengan negara-negara kuat di Grup A.