FIFA Klarifikasi Status Piala Dunia 2026 usai Donald Trump Hentikan Visa 75 Negara

Predisen AS, Donald Trump, tunda visa 75 negara, FIFA memastikan fans tetap bisa menonton Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Januari 2026, 05:15 WIB
Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya angkat bicara terkait kepastian Piala Dunia 2026 setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda pemrosesan visa bagi 75 negara secara tak terbatas.

Sejak Januari 2025, Trump memberlakukan serangkaian larangan perjalanan terbaru selama masa jabatan keduanya di Gedung Putih.

Advertisement

Larangan ini mencakup dari larangan penuh, larangan parsial, hingga penundaan pemrosesan visa imigran bagi sejumlah negara tertentu.

Meski begitu, ada pengecualian bagi sebagian besar negara dalam daftar tersebut, termasuk bagi "sekelompok kecil pelancong", seperti atlet, yang tetap diizinkan untuk menghadiri "acara olahraga besar".

Hal ini berarti, negara seperti Iran dan Haiti, yang termasuk daftar larangan penuh, masih bisa mengirim pemain, pelatih, dan staf pendukung ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Senegal dan Pantai Gading masuk daftar larangan parsial.


Proses Visa Ditangguhkan

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Pada Rabu lalu, pemerintah Trump mengumumkan penangguhan pemrosesan visa imigran untuk total 75 negara, termasuk delapan negara peserta Piala Dunia 2026, yakni Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, dan Uruguay.

Meski begitu, penangguhan ini tidak berlaku untuk visa perjalanan, yang berarti para penggemar dari negara-negara terdampak masih bisa berkunjung ke AS untuk menyaksikan Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, FIFA merilis update terkait penjualan tiket Piala Dunia 2026.

Dalam pengumuman resmi tersebut disebutkan bahwa penggemar dari seluruh 211 anggota FIFA mengajukan permintaan tiket antara 11 Desember hingga 13 Januari, pada fase penjualan tiket Random Selection Draw.


Tak Ada Jaminan

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

FIFA mencatat rata-rata 15 juta permintaan tiket per hari selama 33 hari fase aplikasi tersebut, dan menyebut ini sebagai rekor baru dalam sejarah sepak bola dunia terkait tingginya permintaan.

Namun, FIFA juga menekankan bahwa memiliki tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, atau Meksiko.

Misalnya, Kanada memiliki daftar larangan perjalanan yang mencakup enam negara, meski dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026, hanya Iran yang masuk daftar tersebut.

"Memiliki tiket pertandingan tidak menjamin masuk ke negara tuan rumah. Para penggemar sebaiknya mengunjungi situs resmi pemerintah masing-masing untuk mengetahui persyaratan masuk ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat," bunyi pernyataan FIFA.

FIFA juga menambahkan bahwa pemegang tiket Piala Dunia 2026 yang akan bepergian ke AS nantinya berhak memanfaatkan FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS) yang akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang untuk mempermudah proses visa.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait