Piala Dunia 2026: Iran Berpotensi Mundur karena Ketegangan dengan AS, FIFA Siapkan Pengganti

FIFA telah menetapkan skenario untuk menggantikan Iran atau apabila Iran mundur dari Piala Dunia 2026 di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Januari 2026, 08:45 WIB
Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA tampaknya telah menyiapkan skenario untuk mengganti Iran di Piala Dunia 2026, menyusul meningkatnya ketegangan politik antara Teheran dan Amerika Serikat.

Iran menjadi negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026, yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Advertisement

Pada undian grup Desember lalu, Iran ditempatkan di Grup G yang juga dihuni Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Awalnya, pejabat Iran sempat menyatakan akan memboikot undian setelah pemerintah AS menolak memberikan visa bagi seluruh delegasinya, termasuk presiden federasi sepak bola negara tersebut. Namun, kemudian Iran membatalkan keputusan boikotnya.

Iran memang masuk daftar larangan perjalanan penuh di era pemerintahan Donald Trump, dengan beberapa pengecualian terbatas.

Satu di antaranya adalah untuk pemain dan pelatih sehingga tim sepak bola Iran dan staf pendukungnya tetap diizinkan melakukan perjalanan ke AS untuk pertandingan grup, setidaknya hingga saat ini.


Ketegangan Meningkat

Cuplikan gambar dari video yang beredar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan-jalan di Teheran pada Sabtu (10/1/2026), meski aparat keamanan memperketat penindakan dan akses Iran terhadap dunia luar—termasuk komunikasi—dibatasi. (Dok. UGC via AP)

Namun, ketegangan politik meningkat tajam dalam dua pekan terakhir setelah pemerintah Iran melakukan penumpasan terhadap para pengunjuk rasa.

Hingga Jumat pagi, dilaporkan setidaknya 2.635 orang tewas akibat aksi militer Iran, sementara keluarga korban menyatakan kepada BBC Persian bahwa aparat keamanan menuntut uang dalam jumlah besar untuk pelepasan jenazah.

Donald Trump sebelumnya sempat menyinggung kemungkinan serangan siber terhadap Iran, yang kini sedang mengalami pemutusan akses internet, dan terus mengancam akan mengambil "tindakan sangat keras" terhadap rezim Teheran.

Menurut Reuters, Iran bahkan memperingatkan negara tetangga bahwa mereka bisa menyerang basis militer Amerika jika Trump mengambil tindakan militer, kata seorang pejabat senior Iran.

Bagaimana perkembangan ini akan memengaruhi partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 masih menjadi tanda tanya.


Skenario jika Iran Mundur

Para pemain UEA berdiri menyanyikan lagu kebangsaan mereka menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Uni Emirat Arab dan Irak di Stadion Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi pada 13 November 2025. (Fadel SENNA/AFP)

Namun, jika Iran mundur atau tidak bisa mengikuti turnamen, peraturan FIFA menyebut bahwa tim tersebut akan diganti dengan "tim alternatif yang ditunjuk, biasanya runner-up langsung dari play-off kualifikasi terkait atau tim non-unggulan dengan peringkat tertinggi di konfederasi tersebut".

Dalam skenario itu, ada dua opsi potensial untuk FIFA.

Uni Emirat Arab menjadi kandidat karena mereka adalah negara non-unggulan tertinggi di zona Asia yang sama dengan Iran, meski kalah di play-off dari Irak.

Pilihan lainnya adalah mengganti Iran dengan Irak di Piala Dunia, sementara Uni Emirat Arab mengambil tempat Irak di play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan pada Maret 2026.

Peraturan FIFA menegaskan: "Jika penggantian tidak memungkinkan (waktu, visa, perjalanan), slot grup diberikan kepada tim pengganti, tetapi jadwal tetap dijalankan; atau dalam kasus luar biasa, susunan grup dapat disesuaikan".


Kasus Peserta Mundur

Iran menyusul Jepang untuk tampil di pesta akbar sepakbola tersebut. Iran mendapatkan tiket lolos itu setelah berimbang 2-2 kontra Uzbekistan di Azadi Stadium, Selasa (25/3/2025) malam WIB. Iran memang cuma butuh satu poin untuk lolos. (AFP)

Irak tidak termasuk daftar larangan perjalanan penuh Trump, meski tercatat dalam daftar 75 negara yang proses visa imigrannya ditangguhkan oleh AS pada Rabu lalu. Namun, penangguhan tersebut tidak berlaku untuk visa perjalanan.

Sejatinya, kasus tim mundur dari Piala Dunia bukan hal baru. Terakhir kali terjadi pada 1950, ketika India dan Prancis yang lolos memutuskan mundur.

India menyebut alasan biaya perjalanan, kurangnya waktu latihan, dan masalah seleksi, sementara Prancis tidak puas dengan banyaknya perjalanan antar-pertandingan.

FIFA sempat menawarkan pengganti, tetapi waktu yang terbatas membuat turnamen tetap digelar dengan 13 tim, bukan 15 tim seperti rencana awal.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait