Bola.com, Jakarta - Bintang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, belum bisa bermain untuk klubnya, LOSC Lille, dalam lanjutan Ligue 1 2025/2026. Kali ini ia kembali absen saat lawatan ke markas tim raksasa Paris Saint-Germain (PSG).
Lille kalah cukup telak 0-3 dari tuan rumah PSG untuk pekan ke-18 Ligue 1 di Parc des Prince. Paris, Sabtu (17/1/2026) dini hari WIB. Calvin Verdonk masih belum tampak di skuad Lille, lantaran masih cedera.
Peraih Ballon d'Or 2025, Ousmane Dembele membawa PSG unggul saat laga berjalan 13 menit, menyelesaikan assist dari Vitinha. Ousmane Dembele menambah keunggulan Les Parisien di menit ke-64, menyambut umpan Désiré Doué.
Bradley Barcola menuntaskan kemenangan PSG menjadi 3-0 setelah mengunci gol terakhir pada masa injury time. Kekalahan ini membuat Lille masih tertahan di urutan keempat dengan nila 32, rawan dikejar Lyon atau Rennes.
Sementara PSG makin kukuh di pucuk klasemen dengan nilai 42.
Pemulihan Cedera Otot
Calvin Verdonk tak masuk line-up, baik sebagai pemain inti maupun di bangku cadangan. Alhasil pelatih Lille, Bruno Genesio memainkan Romain Perraud sebagai starter dan tak tergantikan di 90 menit.
Verdonk diketahui masih menjalani pemulihan cedera otot. Ia sudah absen membela Lille di ajang Piala Prancis awal pekan ini, saat kalah 1-2 dari Lyon dalam laga ketat di Decathlon Arena - Stade Pierre-Mauroy, Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Selain Verdon, tiga rekannya juga absen karena cedera yakni Ousmane Toure, Andre Gomes, dan Benjamin Andre. Padahal Verdonk sempat kembali merumput setelah pulih dari cedera hamstring yang sempat membuatnya absen cukup lama.
Calvin sempat tampil saat Lille kalah 0-2 dari Stade Rennes dalam lanjutan Liga Prancis pada 4 Januari 2026. Pada laga tersebut, dia masuk sebagai pemain pengganti Tiago Santos pada menit ke-74.
Akui Kekalahan
Sementara itu, pelatih Lille, Bruno Genesio, tak terlalu kecewa dengan kekalahan timnya di Paris dini hari tadi. Ia mengakui kualitas dari PSG sebagai tim paling kuat di Prancis, terutama keberadaan Dembele sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
"Babak pertama kami solid, berusaha memanfaatkan ruang di belakang pertahanan mereka. Di babak kedua, kami jauh lebih kesulitan, kami tertekan, dan kami tidak bisa mengeluarkan bola di bawah tekanan. Ada perbedaan level teknis dan intensitas. Kekalahan ini bisa dimengerti, tetapi skornya terlalu telak," tuturnya dikutip dari laman resmi klub.
"Jika kami membuka skor lebih awal, mungkin akan mengubah jalannya pertandingan, tetapi kami tidak melakukannya. Saya pikir ada kesempatan untuk berbuat lebih baik, terutama dalam hal penguasaan bola di mana kami kurang tepat. Kita harus mengakui keunggulan lawan yang bukan juara Eropa secara kebetulan dan yang memiliki pemenang Ballon d'Or di tim mereka," tandasnya.
Sumber: Le Petit Lillois, LOSC Lille