Liverpool Terlalu Santai di Bursa Transfer Bek, Jermaine Pennant: Satu Cedera Lagi Tamat

Jermaine Pennant meluapkan rasa frustrasinya terhadap kebijakan transfer Liverpool, khususnya di sektor pertahanan.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 17 Januari 2026, 17:30 WIB
Penyerang Southampton asal Inggris #19, Cameron Archer (kiri), berebut bola dengan bek Liverpool asal Italia #15, Giovanni Leoni (kanan) dalam pertandingan putaran ketiga Carabao Cup antara Liverpool dan Southampton di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, Rabu (24-9-2025). (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jermaine Pennant meluapkan rasa frustrasinya terhadap kebijakan transfer Liverpool, khususnya di sektor pertahanan, yang dinilai berpotensi menjadi titik lemah fatal dalam upaya The Reds mempertahankan performa mereka musim ini.

Mantan gelandang Liverpool itu menilai manajemen terlalu pasif, meski kondisi skuad di lini belakang sudah berada dalam situasi mengkhawatirkan.

Advertisement

Liverpool memang tampil agresif di bursa transfer musim panas lalu dengan total belanja mencapai £450 juta, mendatangkan nama-nama besar seperti Alexander Isak, Hugo Ekitike, dan Florian Wirtz.

Investasi besar tersebut memperkuat lini serang dan kreativitas tim, namun menurut Pennant, langkah itu tidak diimbangi dengan perhatian yang memadai di sektor pertahanan.


Gagal Dapatkan Guehi

Kekecewaan Liverpool semakin bertambah dengan potensi kegagalan mereka merekrut Marc Guehi dari Crystal Palace. Bek timnas Inggris itu sebelumnya menjadi target utama The Reds untuk memperkuat lini belakang.

Pada deadline day September lalu, Liverpool sebenarnya telah mencapai kesepakatan senilai sekitar £35 juta, namun Crystal Palace secara mengejutkan membatalkan transfer tersebut di menit-menit akhir.

Kini, Liverpool kembali terancam kehilangan Guehi. Klub menolak mengajukan tawaran baru, sementara Manchester City disebut siap mengamankan jasanya dengan harga sekitar 20 juta pound, angka yang justru lebih rendah dari kesepakatan awal Liverpool. Situasi ini membuat The Reds terlihat pasif dan kalah langkah dalam perburuan pemain kunci.


Lini Belakang Liverpool dalam Kondisi Rapuh

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot (tengah), menyaksikan bek Liverpool asal Italia #15, Giovanni Leoni, dibawa keluar lapangan dengan tandu setelah mengalami cedera dalam pertandingan putaran ketiga Piala Liga Inggris antara Liverpool dan Southampton di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, Rabu (24-9-2025) dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Masalah utama Liverpool saat ini terletak pada pertahanan yang jauh dari kata ideal. Rekrutan musim panas Milos Kerkez belum mampu menunjukkan performa sesuai ekspektasi, sementara Giovanni Leoni harus menepi lama setelah mengalami cedera ACL. Situasi ini membuat Liverpool kekurangan opsi, baik untuk rotasi maupun sekadar pelapis di bangku cadangan.

Berbicara kepada talkSPORT, Pennant secara terbuka mengkritik sikap manajemen yang terkesan “berjudi” dengan kondisi skuad. Menurutnya, dengan jadwal padat dan Liverpool masih bersaing di berbagai kompetisi, ketebalan skuad menjadi faktor krusial.

“Kami memang belanja besar di musim panas, tapi seharusnya ada tambahan di lini belakang. Bahkan jika hanya untuk duduk di bangku cadangan,” ujar Pennant.

“Saat ini kami rawan cedera, pemain sudah benar-benar terbatas, dan pertandingan masih sangat banyak.”


Ancaman Nyata bagi Ambisi Musim Ini

Manajer Liverpool, Arne Slot, berjalan meninggalkan lapangan seusai pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal di Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Liverpool telah kebobolan 28 gol di Premier League musim ini, sebuah angka yang mencerminkan rapuhnya pertahanan mereka. Pennant menilai kondisi ini sangat berbahaya, terutama karena Liverpool masih berambisi menjaga posisi di empat besar demi tiket Liga Champions.

Ia juga menyoroti peran jajaran atas klub, mulai dari hierarki manajemen, direktur olahraga, hingga dewan klub, yang seharusnya lebih peka terhadap situasi ini.

“Jika kami tidak mendatangkan siapa pun, itu jelas sebuah perjudian. Jika terjadi satu cedera lagi, itu bisa menghancurkan musim kami dalam segala aspek,” tegasnya.

“Sangat mengecewakan mendengar bahwa kami tidak berencana merekrut siapa pun. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa berkata, ‘ya semuanya baik-baik saja’.”

 

Sumber: talkSPORT

 

Berita Terkait