Carrick Jadi Manajer Ketiga MU yang Taklukkan Man City Polesan Guardiola di Old Trafford

Michael Carrick cetah sejarah setelah membawa Manchester United meraih kemenangan bergengsi atas Manchester City

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 18 Januari 2026, 10:30 WIB
Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Manchester - Michael Carrick mencatatkan namanya dalam buku sejarah Manchester United setelah membawa Setan Merah meraih kemenangan bergengsi atas Manchester City asuhan Pep Guardiola di Old Trafford, Sabtu (17/1/2016).

Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin di Liga Inggris, melainkan sebuah pencapaian langka yang hanya mampu diraih oleh segelintir manajer Manchester United dalam satu dekade terakhir.

Advertisement

Sejak Pep Guardiola menukangi Manchester City, dominasi The Citizens di Premier League begitu terasa, termasuk dalam duel Derby Manchester. Namun, performa City yang biasanya superior di Theatre of Dreams terbukti tidak selalu tak terbendung.

Hingga musim 2025/2026, hanya tiga manajer Manchester United yang mampu menaklukkan Guardiola dalam laga Premier League di Old Trafford.


Estafet dari Era Solskjaer

Setelah pensiun pada 2018, Michael Carrick bergabung sebagai staf pelatih The Red Devils, ia sempat menjabat sebagai pelatih sementara ketika Solskjaer tak lagi melatih MU. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Nama pertama dalam daftar tersebut adalah Ole Gunnar Solskjaer pada tahun 2020. Saat itu, Solskjaer memanfaatkan kecepatan serangan balik dan disiplin pertahanan untuk meredam permainan City, sekaligus menghadirkan kemenangan yang memperkuat posisinya sebagai manajer MU kala itu.

Tiga tahun berselang, giliran Erik ten Hag yang mengulang pencapaian tersebut pada 2023, lewat pendekatan taktis yang lebih terstruktur dan intensitas pressing tinggi.

Kini, Michael Carrick resmi bergabung dengan dua nama tersebut. Pada 2026, mantan gelandang legendaris Manchester United itu membawa Setan Merah meraih kemenangan penting atas City, menegaskan kapasitasnya sebagai pelatih yang mampu bersaing di level tertinggi.

Keberhasilan ini menjadi momen simbolis bagi Carrick, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai figur tenang di lini tengah ketimbang sosok vokal di pinggir lapangan.


Pesan Carrick

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes (nomor 8), berduel dengan penyerang Manchester City, Erling Haaland (nomor 9), dalam laga di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Usai pertandingan, Martinez mengungkapkan pesan sederhana, tetapi krusial dari Carrick yang menjadi sumber motivasi tim.

"Satu hal penting yang Michael Carrick katakan adalah, 'gunakan energi dari para pendukung,'" ujar Martinez kepada Sky Sports.

"Hari ini saya rasa kami melakukannya. Ketika kami bersatu, rasanya mustahil untuk kalah di kandang," imbuhnya.

Man City kesulitan menembus pertahanan MU sepanjang pertandingan. Martinez menjelaskan bahwa soliditas tim menjadi kunci meredam lini depan lawan.

"Ketika menghadapi pemain-pemain seperti itu, yang bertahan adalah tim, bukan hanya satu atau dua pemain," katanya.

"Hari ini kami bertahan dengan sangat baik. Kami selalu rapat, dan dari situ muncul kepercayaan diri untuk memenangkan duel," lanjutnya.

Ia juga menyoroti perubahan aura dalam tim.

"Hari ini Anda bisa melihat energi yang berbeda di mata para pemain. Hari ini tim yang menang, dan itu yang paling penting bagi saya," ucap Martinez.


Kemenangan Emosional

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi para pemain dan pendukung Setan Merah. Martinez tak menyembunyikan rasa bangganya.

"Luar biasa. Luar biasa," ujarnya.

"Berada di sini bersama para penggemar dan tim, kami benar-benar tahu bagaimana rasanya menderita sepanjang musim," ungkapnya.

"Namun, satu-satunya cara adalah menghadapi semuanya dan menunjukkan siapa kami sebenarnya. Hari ini adalah momen terbaik untuk melakukannya. Bukan hanya para pemain di lapangan, tetapi juga staf, semua orang adalah bagian dari kemenangan ini," kata pemain berusia 27 tahun itu.

Bagi MU, kemenangan atas rival sekota ini bukan sekadar tiga poin, melainkan suntikan kepercayaan diri di tengah musim yang penuh tekanan.

 

Sumber: Squawka, MEN


Posisi MU

Berita Terkait