Eks Pelatih PSM: Budaya Sepak Bola Indonesia Beda dengan Kanada, tapi John Herdman Jangan Takut Gagal di Timnas Indonesia

Eks Pelatih PSM: Budaya Sepak Bola Indonesia Beda dengan Kanada, tapi John Herdman Jangan Takut Gagal di Timnas Indonesia

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 18 Januari 2026, 10:45 WIB
John Herdman juga memiliki pengalaman di klub bersama Toronto FC. Semusim bersama Toronto FC, John Herdman telah memainkan 46 pertandingan, dengan rincian, 17 kemenangan, empat imbang, dan 25 kekalahan. (AFP/Vaughn Ridley)

Bola.com, Jakarta - Profil pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, sangat menarik. Saat sesi perkenalan dirinya di Jakarta, 13 Januari lalu, pria asal Inggris ini menggambarkan sebagai sosok sangat optimis dan cerdas.

Sikap itu bisa diamati dari cara bicara dan bahasa tubuhnya saat menghadapi berbagai pertanyaan dan menjelaskan secara gamblang kepada publik yang hadir pada cara tersebut.

Advertisement

"Sikap dan cara berpikir seseorang bisa diamati dari gesture dan komunikasinya. Sekilas saya simpulkan John Herdman figur yang optimis dan pintar. Semua sikap itu karena dia berpengalaman dan punya prestasi bagus," kata Raja Isa Raja Akram Syah.

Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama juara bertahan, Vietnam. Tiga kontestan lainnya adalah Singapura, Kamboja, dan salah satu tim playoff antara Timor Leste atau Brunei Darussalam.

Tahun ini Piala AFF telah berusia 30 tahun sejak pertama digelar pada 1996 silam. Pada edisi ini Piala AFF bakal dilaksanakan pada 24 Juli-26 Agustus 2026.


Memang Tantangan Berat

Sebagai informasi, John Herdman datang ke Indonesia dengan membawa sejumlah pengalaman sukses, terutama saat bertugas di Kanada. Dia mengantar timnas putri Kanada meraih dua medali perunggu berturut-turut dalam Olimpiade 2012 dan 2016. Tampak dalam foto, pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia yang baru, John Herdman memegang jersey tim yang bertuliskan namanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 13 Januari 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Pengamat sepak bola asal Malaysia itu juga menilai pelatih yang sukses membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 Qatar itu sosok yang suka tantangan. Di dalamnya termasuk mengambil risiko besar atas keputusan yang dipilihnya.

"Keputusan John Herdman akan memberi ruang bagi pemain lokal dari Super League tampil di Piala AFF 2026 sebuah risiko besar. Padahal dia kurang paham peta persaingan sepak bola kawasan ini. Tapi dia sangat percaya diri," jelasnya.

Padahal, lanjut eks jurutaktik PSM ini, PSSI membebani target Timnas Indonesia wajib juara di event yang kini bertajuk ASEAN Championship itu.

"Indonesia salah satu kekuatan besar di ASEAN. Jadi target juara sangat wajar. Meskipun tiap hajatan Piala AFF, Timnas Indonesia selalu gagal juara. Tapi John Herdman berani mengambil risiko yang kemungkinan bisa merusak reputasinya," ucapnya.


Pengalaman 17 Tahun

Pelatih timnas Inggris Kanada #00, John Herdman, berjalan di lapangan sebelum pertandingan Grup F Piala Dunia Qatar 2022 antara Kanada dan Maroko di Stadion Al-Thumama, Doha, pada 1 Desember 2022. (Patrick T. Fallon/AFP)

Raja Isa yang menghabiskan karier kepelatihannya selama 17 tahun membesut klub-klub di Indonesia sangat paham pedasnya kritikan dari pencinta Timnas Indonesia.

"John Herdman harus punya keteguhan hati dengan cita-citanya membangun Timnas Indonesia. Dia harus siap menerima kritik pedas pendukung Timnas Indonesia. Tapi dia jangan takut gagal. Shin Tae-yong juga pernah gagal di Piala AFF pada awal melatih Timnas Indonesia. Termasuk pelatih asal Inggris, Peter White," paparnya.

Raja Isa menyatakan masyarakat Indonesia selalu ingin Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF. Dan ekspetasi itu bukan hal yang baru.

"Siapapun pelatihnya, apakah John Herdman, maupun Indra Safri, Rahmad Darmawan, STY, dan Patrick Kluivert, tuntutan publik ingin Timnas Indonesia selalu menang di ajang apapun. Apalagi Timnas Indonesia pernah sampai di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026," ujarnya.


Piala AFF Dulu

Namun pria berdarah Bugis ini menyebut Piala AFF 2026 jadi momen terbaik bagi John Herdman untuk mengembalikan gairah dukungan Garuda Fans yang kini sedang berada di titik nadir.

"Budaya sepak bola Indonesia sangat berbeda dengan negara lain. Termasuk dengan Kanada. Di sini seorang pelatih bisa sangat diagungkan, tapi di saat lain dia akan dikritik habis oleh penggemarnya. Tugas John Herdman sangat berat. Selain memberi prestasi kepada Timnas Indonesia, dia harus bisa memulihkan lagi kecintaan pendukung Timnas Indonesia yang sedang di titik nol," tuturnya.

Berita Terkait