PR Bertumpuk John Herdman di Timnas Indonesia, Target PSSI Dinilai Tak Ringan

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia menandai dimulainya babak baru bagi Skuad Garuda.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 19 Januari 2026, 06:45 WIB
Herdman menyepakati kontrak berdurasi 2 tahun dari PSSI, atau hingga 2027 dengan opsi perpanjangan hingga 2030. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia menandai dimulainya babak baru bagi Skuad Garuda. Namun di balik optimisme tersebut, tersimpan sederet pekerjaan rumah berat yang langsung menanti juru taktik asal Inggris itu sejak hari pertama bertugas.

Herdman bukan hanya dipercaya menukangi timnas senior. PSSI juga membebankan tanggung jawab besar lain dengan menyerahkan Timnas Indonesia U-23 ke tangannya, membuat beban kerja sang pelatih menjadi berlipat.

Advertisement

Sepanjang tahun 2026 saja, Herdman setidaknya akan memimpin Indonesia di dua ajang penting. Timnas senior dijadwalkan tampil pada FIFA Series Maret mendatang, lalu berlanjut ke Piala AFF 2026 yang akan digelar pertengahan tahun.

Tantangan tersebut hanyalah awal. Dalam kontraknya hingga 2027 dengan opsi perpanjangan dua tahun, Herdman ditarget membawa Timnas Indonesia bersinar di Piala Asia 2027, meloloskan Timnas U-23 ke Olimpiade Los Angeles 2028, hingga target terbesar, mengantar Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.

 


Herdman Dinilai Sadar Penuh Target Besar

Sebagai informasi, John Herdman datang ke Indonesia dengan membawa sejumlah pengalaman sukses, terutama saat bertugas di Kanada. Dia mengantar timnas putri Kanada meraih dua medali perunggu berturut-turut dalam Olimpiade 2012 dan 2016. Tampak dalam foto, pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia yang baru, John Herdman memegang jersey tim yang bertuliskan namanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 13 Januari 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, menilai John Herdman sudah memahami betul beban dan ekspektasi tinggi yang dipatok PSSI sejak awal proses perekrutan.

“Kalau menurut saya, dia sudah tahu target ini sebelumnya pada saat interview. Pastilah dia sudah tahu dan dia setuju. Artinya dia menerima tantangan ini,” ujar Binder Singh melalui kanal YouTube Okezone.

Binder menegaskan, soal berhasil atau tidaknya Herdman memenuhi target tersebut akan sangat bergantung pada kemampuannya mengelola timnas senior dan U-23 secara bersamaan.

“Bagaimana dia bisa menyiapkan skema untuk dua tim yang berbeda. Walaupun kita tahu skema dia di Kanada tempo tinggi, main cepat, passing, bergerak, main terbuka, walaupun kadang-kadang pakai tiga bek tengah,” lanjutnya.

 


Tantangan Lingkungan dan Budaya Sepak Bola Asia

John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Dia diikat kontrak 2 tahun, plus opsi perpanjangan 2 tahun. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Menurut Binder Singh, misi Herdman semakin berat karena ia kini harus beradaptasi dengan lingkungan sepak bola yang benar-benar baru. Perpindahan dari kawasan CONCACAF ke Asia dinilai bukan perkara sederhana.

“Saya pikir kalau soal target, ini bukan target yang ringan juga bagi dia. Ini termasuk target yang berat karena ini adalah lingkungan baru. Beda halnya dari Kanada ke Amerika Serikat. Tapi ini dari CONCACAF pindah ke Asia. Ini sudah beda,” tegas Binder.

Perbedaan kultur, karakter pemain, hingga gaya permainan negara-negara Asia disebut akan menjadi ujian besar bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut.

 


Butuh Waktu untuk Belajar dan Beradaptasi

Binder Singh juga menilai publik perlu memberi waktu kepada John Herdman untuk membangun fondasi yang kuat. Ia memperkirakan proses adaptasi minimal membutuhkan waktu hingga tiga tahun.

“Jadi ini tidak akan mudah. Dia butuh waktu untuk belajar. Kalau saya pernah bilang sebelumnya, tiga tahun. Tapi dalam tiga tahun itu kita perlu melihat perkembangannya, ke atas atau malah turun,” jelas Binder.

Menurutnya, kecepatan Herdman dalam memahami sepak bola Indonesia akan sangat menentukan arah perkembangan timnas ke depan.

“Sekarang ini fasenya untuk beradaptasi. Beberapa bulan awal untuk memahami, mengerti, dan menerima masukan. Jadi ini tergantung pelatihnya juga, termasuk siapa saja yang menjadi tim kepelatihannya karena itu belum tersusun sepenuhnya,” pungkas Binder Singh.

Dengan target besar dan waktu yang terbatas, perjalanan John Herdman bersama Timnas Indonesia dipastikan tidak mudah. Namun di situlah tantangan sesungguhnya, apakah sang pelatih mampu menjawab ekspektasi tinggi dan mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.

Berita Terkait