Bola.com, Semarang - PSIS Semarang kembali memperlihatkan penurunan performa, meskipun sudah mendatangkan sejumlah amunisi baru pada bursa transfer Pegadaian Championship 2025/2026.
Yang terbaru, PSIS Semarang harus mengalami kekalahan memalukan di kandang setelah dihajar Deltras FC pada pekan ke-16. Dalam duel yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (17/1/2026), Tim Mahesa Jenar takluk dengan skor 0-3.
Padahal, PSIS sudah menurunkan pemain-pemain barunya, termasuk dua amunisi impor, Rafinha dan Aldair Simanca. Selain itu, tiga pemain naturalisasi yang baru direkrut PSIS juga bisa bermain.
Kekalahan tersebut sekaligus melanjutkan tren negatif PSIS Semarang pada putaran kedua. Sebelum kalah dari Deltras FC di kandang sendiri, anak asuh Jafri Sastra tersebut sempat tumbang dari PSS Sleman dengan skor 1-2.
Akibat hasil ini, Tim Mahesa Jenar masih belum berhasil keluar dari zona merah klasemen Grup Timur. PSIS Semarang tetap terborgol di peringkat ke-9 klasemen dengan mengoleksi delapan poin dari 16 pertandingan.
Hasilnya Sangat Negatif
Juru taktik PSIS, Jafri Sastra, mengakui apabila kekalahan tersebut adalah hasil yang sangat negatif bagi anak asuhnya. Menurut dia, Tim Mahesa Jenar tidak hanya kalah dari segi skor akhir, tetapi juga kedisiplinan.
PSIS memang sudah tertinggal sejak awal laga lewat gol Neville Mbanwei Tengeg (10’). Setelah itu, pada menit-menit akhir, PSIS kembali kebobolan lewat Neville Mbanwei Tengeg (84’) dan Kaka Reda Depriadi (90+8’).
"Hasil ini sangat negatif. Kami kalah bukan hanya dalam skor saja, tetapi kami juga kalah disiplin di lapangan meski sudah bekerja keras. Hasil pahit ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala,” kata Jafri Sastra.
Skema Tak Berjalan
Menurut pelatih berusia 60 tahun itu, perubahan pemain yang dilakukan tidak memberikan dampak yang berarti. Selain itu, beberapa skema yang disiapkan dalam sesi latihan juga tak tereksekusi dengan baik.
“Kami mencari solusi dengan memainkan pemain-pemain yang lebih segar. Kami berharap mereka bisa menjadi pembeda. Namun, keadaannya justru terbalik,” kata juru taktik kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu.
“Itulah yang saya katakan tadi kami kurang disiplin di lapangan. Sehingga, apa yang kami inginkan, melakukan skema seperti apa pun, mengaplikasikan skema yang sudah kami latih, tidak muncul di pertandingan,” imbuhnya.
Kekalahan Telak Pertama
Ini menjadi kekalahan telak pertama yang dialami PSIS Semarang di bawah asuhan Jafri Sastra. Sebab, sebelumnya, mereka hanya tertimpa kekalahan dengan margin satu gol, tepatnya saat berjumpa PSS Sleman (1-2) dan Barito Putera (0-1).
Adapun dua pertandingan lainnya di bawah asuhan Jafri Sastra berakhir dengan kemenangan, tepatnya saat bersua Persiba Balikpapan (1-0) dan Persipal Palu FC (2-0). Mahesa Jenar harus segera berbenah jika tidak ingin terjebak di zona degradasi.