FIFA Tegaskan Punya Tiket Piala Dunia 2026 Tak Menjamin Izin Masuk ke AS

FIFA membuat pernyataan penting seputar Piala Dunia 2026. Mereka mengakui "tidak dapat menerima semua suporter".

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Januari 2026, 08:15 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara tentang Piala Dunia 2026 bersama Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Presiden, JD Vance, di Ruang Oval Gedung Putih pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. Trump mengumumkan bahwa pengundian Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung di Kennedy Center. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya angkat bicara mengenai polemik tiket Piala Dunia 2026, dengan mengakui bahwa mereka tidak dapat menyambut setiap penggemar yang ingin hadir langsung di stadion.

Pernyataan ini disampaikan setelah badan sepak bola dunia tersebut menutup fase undian random penjualan tiket turnamen yang akan dimulai pada 11 Juni 2026.

Advertisement

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun, sejak awal proses penjualan, turnamen ini telah dibayangi kontroversi, terutama terkait harga tiket yang dinilai sangat mahal serta sistem distribusi yang menuai kritik.

Harga tiket untuk laga fase grup Inggris melawan Kroasia, misalnya, dipatok di kisaran 198 hingga 523 paun. Sementara itu, penggemar yang ingin menyaksikan partai final di MetLife Stadium, New York City, harus merogoh kocek jauh lebih dalam, dengan harga tiket mencapai 3.129 hingga 6.489 paun.

Tak hanya soal harga, FIFA juga mendapat kecaman atas penggunaan sistem undian acak dalam penjualan tiket. Dalam skema ini, penggemar diminta mendaftar secara daring dalam periode tertentu, lalu tiket dialokasikan secara acak kepada pemohon yang beruntung.


Setengah Miliar Permintaan Tiket

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Menanggapi gelombang kritik tersebut, FIFA sempat melakukan penyesuaian. Beberapa ratus tiket "harga terjangkau" dilepas dengan banderol 45 paun per pertandingan, termasuk untuk laga final pada 19 Juli.

Di sisi lain, minat terhadap tiket sangat besar, meskipun harganya mahal, dan FIFA mengklaim telah menerima lebih dari setengah miliar permintaan.

"Selain negara tuan rumah, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, jumlah aplikasi terbanyak datang dari penggemar yang berdomisili di Jerman, Inggris, Brasil, Spanyol, Portugal, Argentina, dan Kolombia," ungkap FIFA dalam pernyataannya.

Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 tim seiring perluasan peserta dan penerapan format baru. Antusiasme untuk menyaksikan negara masing-masing berlaga disebut mendorong lonjakan permintaan hingga sekitar 15 juta aplikasi tiket per hari selama 33 hari masa pendaftaran dibuka.

FIFA juga menerapkan model dynamic pricing, seperti yang digunakan pada Piala Dunia Antarklub 2025, yang memungkinkan harga tiket naik atau turun secara signifikan.

Kebijakan ini kembali menuai kritik, terlebih karena FIFA mengambil potongan 15 persen baik dari pembeli maupun penjual untuk tiket yang dijual kembali melalui sistem internal mereka.

Laga Kolombia kontra Portugal di Miami pada Sabtu (27-6-2026) tercatat sebagai pertandingan dengan jumlah permintaan tiket tertinggi. Pertandingan lain yang juga sangat diminati, antara lain Meksiko melawan Korea Selatan di Guadalajara pada Kamis (18-6-2026) serta partai final di New York.


Tidak Semua Penggemar Bisa Masuk Stadion

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menilai besarnya permintaan tiket sebagai cerminan antusiasme global terhadap turnamen ini. Namun, ia juga menegaskan keterbatasan yang ada.

"Atas nama FIFA, saya ingin mengucapkan terima kasih dan selamat kepada para penggemar sepak bola di seluruh dunia atas respons yang luar biasa ini," kata Infantino.

"Mengetahui betapa pentingnya turnamen ini bagi banyak orang di seluruh dunia, satu-satunya penyesalan kami adalah kami tidak dapat menyambut setiap penggemar di dalam stadion," tambahnya.

Infantino, yang sebelumnya menyerahkan FIFA Peace Award pertama kepada Presiden AS, Donald Trump, dalam acara drawing Piala Dunia awal Desember lalu, juga menjelaskan langkah FIFA untuk tetap melibatkan penggemar yang gagal mendapatkan tiket.

"Itulah sebabnya kami berkomitmen untuk menciptakan berbagai cara agar penggemar tetap bisa menjadi bagian dari Piala Dunia, melalui beragam pengalaman penggemar di luar stadion, baik secara langsung maupun daring, sehingga sebanyak mungkin orang dapat merasakan apa yang akan menjadi ajang olahraga terbesar yang pernah digelar," tuturnya.


Tiket Tidak Menjamin Izin Masuk Negara Tuan Rumah

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

FIFA menyatakan bahwa penggemar yang berhasil mendapatkan tiket akan diberi tahu melalui email paling lambat 5 Februari dan pembayaran akan dilakukan secara otomatis. Tiket yang tersisa kemudian akan dijual kembali pada fase "last-minute".

Namun, FIFA juga mengeluarkan peringatan penting: memiliki tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah.

Pernyataan ini muncul di tengah pengetatan kebijakan imigrasi dan visa Amerika Serikat, yang berpotensi menghambat masuknya penggemar dari negara-negara peserta tertentu.

"Tiket sebuah pertandingan tidak menjamin izin masuk ke negara tuan rumah, dan penggemar disarankan untuk mengunjungi situs resmi pemerintah masing-masing negara tuan rumah guna mengetahui persyaratan masuk ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat," demikian pernyataan FIFA.

“Dengan mempertimbangkan waktu pemrosesan yang diperlukan, FIFA merekomendasikan agar permohonan visa diajukan sedini mungkin. Pemegang tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang bepergian ke Amerika Serikat juga memenuhi syarat untuk menggunakan FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS) yang baru diumumkan, ketika sistem tersebut mulai tersedia dalam beberapa minggu ke depan," lanjut pernyaraan FIFA.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait