Bola.com, Sleman - PSS Sleman harus puas berbagi poin dengan Persela Lamongan setelah bermain imbang 1-1 pada laga pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (18/1/2026) sore WIB.
Tim berjulukan Super Elang Jawa itu unggul lebih dulu lewat tandukan Gustavo Tocantins pada menit ke-37. Persela kemudian menyamakan kedudukan melalui Titan Agung pada menit ke-86.
"Kami tetap apresiasi seluruh pemain ya dan pertandingan tadi cukup menarik. Saya kira ini pertandingan yang paling bagus yang saya lihat,” ujar pelatih PSS, Ansyari Lubis, seusai laga.
Ansyari tak menampik hasil imbang terjadi akibat hilangnya konsentrasi pemain jelang laga bubar. Menurutnya, fokus di detik-detik krusial menjadi kunci yang belum mampu dijaga dengan baik oleh PSS.
“Kami dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain, fokus di akhir-akhir pertandingan, sehingga kami dihukum oleh gol mereka. Jadi ini jadi satu evaluasi yang akan kami tingkatkan,” tegasnya.
Evaluasi
Pelatih berusia 55 tahun itu menekankan dalam sepak bola, keunggulan belum berarti apa-apa sebelum peluit panjang dibunyikan wasit.
“Sebelum 90 menit berakhir, itu berarti kita belum menang. Jadi yang paling saya bukan kesel ya, tapi kehilangan fokus ini sangat berbahaya di menit-menit akhir. Ke depannya ini akan jadi PR kita,” katanya.
Ansyari juga memberikan komentar mengenai debut Lucao bersama PSS. Ia menilai penampilan bek asal Brasil tersebut cukup bagus, namun sepak bola bukan soal satu-dua individu saja.
“Saya kira tadi dia cukup bagus ya. Dia mengkoordinir di lini pertahanan dan chemistry sudah dapat sama Fachruddin. Tetapi sepak bola kan tidak bisa hanya individu, hanya satu orang,” ucapnya.
“Semuanya harus bekerja bersama-sama. Tidak bisa pemain bertahan cuma bertahan saja tapi tidak disupport oleh yang lain. Itu yang menjadi evaluasi kita,” jelas Ansyari Lubis.
Bukan Terlalu Menekan
Menanggapi pernyataan pelatih Persela, Bima Sakti, yang menyebut PSS terlalu berambisi menambah gol sehingga meninggalkan celah di sisi sayap, Ansyari memberikan pandangan berbeda.
“Kalau saya pikir kebalik ya, karena justru kami kan tadi lebih banyak counter attack. Jadi bukan kami mau menambah gol. Anak-anak bermain mengalir saja,” sebut Ansyari.
Mantan pelatih PSMS Medan tersebut menilai, gol Laskar Joko Tingkir lebih disebabkan oleh kelengahan dalam mengantisipasi situasi crossing dan perebutan bola kedua.
“Memang tadi ada ruang-ruang di daerah pertahanan yang kosong dan itu tidak diantisipasi. Sebelum terjadi gol ada beberapa kali momen mereka crossing-crossing. Saat crossing, kami cuma beberapa orang yang lompat dan second ball-nya tidak ada,” ulasnya.
Ega Rizky Minta Maaf
Sementara itu, penjaga gawang PSS, Ega Rizky, menyampaikan permintaan maaf kepada suporter atas hasil yang didapat timnya. Kiper berusia 33 tahun itu mengapresiasi dukungan yang diberikan sepanjang pertandingan.
“Saya dari pemain berterima kasih pada suporter yang sudah mendukung dan minta maaf atas hasil satu poin ini,” ujar Ega Rizky.
“Semoga ke depannya kami pemain bisa lebih kerja keras lagi untuk menatap pertandingan berikutnya. Semoga keberuntungan selalu berpihak ke PSS," harapnya.
Hasil ini membuat PSS tertahan di urutan kedua klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan nilai 34. Sedangkan Persela berada di peringkat keenam dengan koleksi 26 poin.