Evra Sentil Rayan Cherki usai Derby di Old Trafford: Tak Hormati Manchester United, Ini Akibatnya

Legenda Manchester United, Patrice Evra, melontarkan kritik tajam kepada bintang Manchester City, Rayan Cherki.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 19 Januari 2026, 11:15 WIB
Pemain sepak bola profesional dan investor Prancis, Patrice Evra, memberikan wawancara di panggung utama Web Summit di Lisbon pada 14 November 2023. Acara teknologi terbesar di Eropa, Web Summit, akan diadakan di Parque das Nacoes di Lisbon mulai 13 November hingga 16 November. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Patrice Evra, melontarkan kritik tajam kepada bintang Manchester City, Rayan Cherki, usai Derby Manchester yang berlangsung di Old Trafford pada akhir pekan lalu.

Evra menilai pemain City tersebut menunjukkan sikap yang tidak menghormati Manchester United, sesuatu yang menurutnya tidak pantas dalam laga sarat rivalitas dan sejarah sebesar derby.

Advertisement

Patrice Evra, yang dikenal sebagai sosok vokal dan penuh emosi terhadap Manchester United, meluapkan kekecewaannya terhadap sikap Rayan Cherki. Melalui kolom komentar di salah satu unggahan Instagram, Evra secara terbuka menegur sang pemain dengan kalimat yang langsung menjadi perbincangan luas.

“Amazing player but when you don't respect United, that's what you get. FOREVRA RED,” tulis Evra, menegaskan bahwa bakat besar tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan rasa hormat terhadap klub sebesar Manchester United.


Tak Respek

Bek Manchester United Harry Maguire menanduk bola ke gawang Manchester City pada laga Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026). (AP Photo/Dave Thompson)

Komentar tersebut langsung viral dan memicu beragam reaksi dari penggemar sepak bola. Sebagian besar pendukung United mendukung sikap Evra, menilai bahwa rasa hormat terhadap sejarah, identitas, dan kebesaran klub adalah nilai yang tidak bisa ditawar, terutama dalam pertandingan sebesar Derby Manchester. 

Derby ini menjadi sorotan khusus karena menandai pertandingan pertama MU di bawah arahan Michael Carrick sebagai pelatih kepala.

Di tengah tekanan dan ekspektasi besar, Setan Merah justru tampil meyakinkan dan sukses meraih kemenangan 2-0 atas Manchester City, hasil yang bukan hanya membanggakan bagi pendukung tuan rumah, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi ambisi juara rival sekota mereka.


MU Agresif

Publik Old Trafford kembali bergemuruh 11 menit kemudian. Patrick Dorgu kini yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil memanfaatkan umpan silang Matheus Cunha menjadi gol. (AFP/Darren Staples)

MU tampil agresif dan penuh intensitas sejak menit awal. Meski babak pertama berakhir tanpa gol, dominasi tuan rumah mulai terasa.

Gol akhirnya hadir di babak kedua melalui Bryan Mbeumo, yang memecah kebuntuan dan membangkitkan kepercayaan diri tim. Tak lama berselang, Patrick Dorgu menggandakan keunggulan, memastikan kemenangan perdana Carrick sebagai manajer United berjalan sempurna.

Sebenarnya, skor bisa saja jauh lebih besar. Amad Diallo, Bruno Fernandes, dan Mason Mount sempat mencatatkan nama mereka di papan skor, namun ketiganya harus menerima kenyataan pahit setelah gol-gol tersebut dianulir oleh wasit.

Selain itu, Harry Maguire dan Amad Diallo juga nyaris mencetak gol setelah sepakan mereka membentur mistar gawang, menunjukkan betapa dominannya United sepanjang pertandingan.


City Jeblok

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, membuat Erling Haaland tak berkutik saat timnya menang 2-0 atas Manchester City pada laga pekan ke-22 Premier League musim ini di Old Trafford, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Di sisi lain, Manchester City tampil jauh dari performa terbaik. Pasukan Pep Guardiola kesulitan mengembangkan permainan dan kerap kehilangan bola di area berbahaya.

Kiper City, Gianluigi Donnarumma, menjadi salah satu pemain terbaik tim tamu dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang mencegah kekalahan lebih telak. Meski demikian, City hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga, statistik yang mencerminkan tumpulnya lini serang mereka di Old Trafford.

Kemenangan ini juga memiliki arti khusus bagi Manchester United karena sekaligus mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan. Atmosfer Old Trafford pun kembali bergemuruh, seolah menandai awal era baru di bawah kepemimpinan Carrick. Bagi City, hasil ini semakin memperumit upaya mereka dalam perburuan gelar Premier League, yang kini semakin kompetitif.

Berita Terkait