Federasi Spanyol Khawatir Retaknya Hubungan Pemain Barcelona dan Real Madrid Berdampak ke Timnas

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) prihatin dengan makin besarnya keretakan antara pemain Barcelona dan Real Madrid.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Januari 2026, 12:15 WIB
Para pemain Timnas Spanyol berfoto bersama sebelum pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup E melawan Timnas Georgia di Tbilisi, Georgia, Sabtu, 15 November 2025. (AP Photo/Tamuna Kulumbegashvili)

Bola.com, Jakarta - Hubungan kelembagaan antara Barcelona dan Real Madrid yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir kini mulai merembet ke ruang ganti kedua tim.

Ketegangan tersebut tak lagi berhenti di level manajemen, melainkan ikut memengaruhi relasi antarpemain, sebuah situasi yang berpotensi membawa dampak serius bagi Timnas Spanyol.

Advertisement

Dalam beberapa tahun terakhir, para pemain Barcelona dan Real Madrid dikenal memiliki hubungan yang cukup positif di luar duel El Clasico. Namun, atmosfer itu disebut mulai menghilang.

Kekhawatiran terbesar kini mengarah ke La Roja, yang bisa menjadi pihak paling dirugikan jika konflik ini terus berlanjut.

Insiden paling mencolok terjadi pada pertemuan pertama El Clasico musim ini yang berlangsung Oktober lalu. Di tengah laga yang digelar di Santiago Bernabeu, Dani Carvajal terlibat adu mulut sengit dengan Lamine Yamal.

Ketegangan tersebut memicu suasana panas di lapangan, melibatkan sejumlah pemain dari kedua kubu.

Kendati situasi mereda setelah pertandingan, bara konflik disebut masih tersisa. Menurut laporan Diario AS, potensi dampak dari friksi ini terhadap timnas membuat jajaran pelatih Spanyol, termasuk pelatih kepala, Luis de la Fuente, dilaporkan mengalami "malam-malam tanpa tidur".


Fondasi Solid La Roja Terancam

Pemain Real Madrid dan Barcelona bersitegang dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Performa impresif Spanyol dalam tiga tahun terakhir dibangun di atas ikatan kuat antarpemain. Menariknya, dua sosok yang menjadi pusat kekompakan tersebut justru Carvajal dan Lamine Yamal.

Jika hubungan keduanya mengalami keretakan, situasinya bisa berujung fatal.

Ancaman itu makin serius mengingat Spanyol masuk daftar unggulan juara Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.

Kehilangan keharmonisan di ruang ganti dapat merusak fondasi yang selama ini menjadi kekuatan utama La Roja.


Ketegangan Baru

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior (kiri), beradu argumen dengan penyerang Barcelona asal Brasil #11, Raphinha (tengah), dan penyerang Barcelona asal Spanyol #10, Lamine Yamal (kanan), di akhir pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Masalah tak berhenti di situ. Pada final Piala Super Spanyol akhir pekan lalu di Arab Saudi, Lamine Yamal kembali terlibat insiden, kali ini dengan rekan setimnya di timnas, Dean Huijsen.

Keduanya terlihat terlibat momen tegang, yang kini turut menjadi perhatian serius pihak federasi.

Pejabat timnas menyadari bahwa insiden tersebut berpotensi menambah persoalan baru menjelang kembalinya agenda sepak bola internasional dalam beberapa bulan ke depan.

Belum dapat dipastikan apakah Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) akan menggelar pertemuan khusus dengan para pemain terkait; Lamine Yamal, Dani Carvajal, dan Dean Huijsen. Namun, satu hal dianggap pasti: solusi harus segera ditemukan.

Jika Spanyol ingin benar-benar mewujudkan ambisi meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka, harmoni total di dalam skuad menjadi syarat mutlak, dan pada kondisi saat ini, keharmonisan tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait