Bola.com, Jakarta - Hubungan kelembagaan antara Barcelona dan Real Madrid yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir kini mulai merembet ke ruang ganti kedua tim.
Ketegangan tersebut tak lagi berhenti di level manajemen, melainkan ikut memengaruhi relasi antarpemain, sebuah situasi yang berpotensi membawa dampak serius bagi Timnas Spanyol.
Dalam beberapa tahun terakhir, para pemain Barcelona dan Real Madrid dikenal memiliki hubungan yang cukup positif di luar duel El Clasico. Namun, atmosfer itu disebut mulai menghilang.
Kekhawatiran terbesar kini mengarah ke La Roja, yang bisa menjadi pihak paling dirugikan jika konflik ini terus berlanjut.
Insiden paling mencolok terjadi pada pertemuan pertama El Clasico musim ini yang berlangsung Oktober lalu. Di tengah laga yang digelar di Santiago Bernabeu, Dani Carvajal terlibat adu mulut sengit dengan Lamine Yamal.
Ketegangan tersebut memicu suasana panas di lapangan, melibatkan sejumlah pemain dari kedua kubu.
Kendati situasi mereda setelah pertandingan, bara konflik disebut masih tersisa. Menurut laporan Diario AS, potensi dampak dari friksi ini terhadap timnas membuat jajaran pelatih Spanyol, termasuk pelatih kepala, Luis de la Fuente, dilaporkan mengalami "malam-malam tanpa tidur".
Fondasi Solid La Roja Terancam
Performa impresif Spanyol dalam tiga tahun terakhir dibangun di atas ikatan kuat antarpemain. Menariknya, dua sosok yang menjadi pusat kekompakan tersebut justru Carvajal dan Lamine Yamal.
Jika hubungan keduanya mengalami keretakan, situasinya bisa berujung fatal.
Ancaman itu makin serius mengingat Spanyol masuk daftar unggulan juara Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.
Kehilangan keharmonisan di ruang ganti dapat merusak fondasi yang selama ini menjadi kekuatan utama La Roja.
Ketegangan Baru
Masalah tak berhenti di situ. Pada final Piala Super Spanyol akhir pekan lalu di Arab Saudi, Lamine Yamal kembali terlibat insiden, kali ini dengan rekan setimnya di timnas, Dean Huijsen.
Keduanya terlihat terlibat momen tegang, yang kini turut menjadi perhatian serius pihak federasi.
Pejabat timnas menyadari bahwa insiden tersebut berpotensi menambah persoalan baru menjelang kembalinya agenda sepak bola internasional dalam beberapa bulan ke depan.
Belum dapat dipastikan apakah Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) akan menggelar pertemuan khusus dengan para pemain terkait; Lamine Yamal, Dani Carvajal, dan Dean Huijsen. Namun, satu hal dianggap pasti: solusi harus segera ditemukan.
Jika Spanyol ingin benar-benar mewujudkan ambisi meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka, harmoni total di dalam skuad menjadi syarat mutlak, dan pada kondisi saat ini, keharmonisan tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud.
Sumber: Football Espana