Mewah atau Wajar? Bocoran Gaji Gianni Infantino di FIFA Jadi Sorotan

Dokumen bocor ungkap gaji Presiden FIFA, Gianni Infantino. Mewah atau wajar?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Januari 2026, 16:15 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara saat pengumuman jadwal pertandingan resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Washington, DC, pada 6 Desember 2025. (Roberto SCHMIDT/AFP)

Bola.com, Jakarta - Gaji Presiden FIFA, Gianni Infantino, baru-baru ini terungkap melalui dokumen yang bocor dan dipublikasikan secara online.

Informasi ini menimbulkan sorotan baru terhadap sosok yang telah memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia hampir satu dekade terakhir.

Advertisement

Infantino mengambil alih kursi kepresidenan dari Sepp Blatter pada Februari 2016. Tahun ini, ia akan memimpin Piala Dunia ketiganya ketika turnamen 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Lahir dari orang tua imigran Italia di Swiss, Infantino berasal dari latar belakang kelas pekerja.

Pendidikan hukumnya di Universitas Fribourg membuka jalan baginya untuk meniti karier hingga posisi tertinggi, setelah menempuh berbagai peran penting di UEFA.

Hanya, penggemar sepak bola mungkin memperkirakan Infantino menerima gaji fantastis karena posisinya, dokumen pajak AS yang dilihat oleh surat kabar Prancis, Le Monde, melalui VI, mengungkap angka sebenarnya.


Bocoran Pendapatan

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Menurut dokumen tersebut, gaji awal Infantino saat pertama kali terpilih mencapai 1,28 juta euro (sekitar Rp25,2 miliar). Pada 2024, pendapatannya meningkat pesat menjadi sekitar 5,27 juta euro (Rp103,9 miliar) per tahun.

Gaji pokoknya disebutkan mendekati 2,5 juta euro, dengan tambahan 1,5 juta euro berupa bonus serta 950.000 euro dalam bentuk tunjangan kena pajak lain, ditambah lebih dari 130.000 euro untuk dana pensiun.

Bonus khusus setelah Piala Dunia 2022 dikabarkan sebesar 1,77 juta euro, sementara gajinya melonjak 2,7 juta euro setelah terpilih kembali pada 2023.

Saat ini, angka pasti gaji Infantino belum diketahui, tetapi diperkirakan akan meningkat signifikan seiring penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub dan Piala Dunia 2026 di AS, di mana ia memiliki peran sentral, termasuk kerja sama dengan Presiden AS, Donald Trump.

Sebelumnya, sebuah dokumen juga menuding Infantino menikmati pengeluaran pribadi yang mewah, seperti 8.795 paun untuk kasur di rumahnya, 6.829 paun untuk alat stepper, dan 1.086 paun untuk setelan jas formal. 


Harus Patuh pada Aturan FIFA

Presiden Induk Asosiasi Sepakbola Dunia (FIFA), Gianni Infantino, memberikan keterangan bersama usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/10/2022). pemerintah dan FIFA sepakat melakukan tranformasi sepakbola Indonesia secara menyeluruh. Jokowi menekankan pemerintah ingin memastikan pertandingan sepakbola Indonesia kedepannya sesuai standar keamanan FIFA. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Infantino berharap dapat kembali terpilih pada 2027 untuk memimpin FIFA hingga 2031. Namun, periode tersebut merupakan batas maksimal masa jabatan yang diizinkan.

Sebagai bagian dari reformasi besar-besaran terkait tata kelola, diputuskan bahwa seorang Presiden FIFA tidak boleh menjabat lebih dari 12 tahun.

Masa jabatan pertama Infantino dianggap tidak penuh karena ia mulai memimpin pada 2016 selama tiga tahun. Artinya, secara teknis ia berpeluang menjabat hingga 15 tahun jika terpilih kembali.

Namun, setelah itu, Infantino wajib mengundurkan diri, memberi kesempatan bagi pejabat lain untuk menggantikan posisinya.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait