4 Fakta Menarik Pascal Struijk, Pemain Keturunan yang Diharapkan Bisa Bela Timnas Indonesia

Pascal Struijk disebut-sebut berpeluang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 20 Januari 2026, 09:15 WIB
Bek Leeds United, Pascal Struijk menguasai bola saat menghadapi Aston Villa pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Villa Park, Birmingham (13/1/2023). Dipromosikan ke tim senior Leeds United pada tengah musim 2019/2020, pemain binaan Akademi Ado Den Haag ini telah mencetak 2 gol dan 1 assist bagi Leeds dari total 21 laga di Liga Inggris musim 2022/2023.(AFP/Geoff Caddick)

Bola.com, Jakarta - Nama Pascal Struijk sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Pemain berusia 26 tahun itu disebut-sebut berpeluang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Isu tersebut mencuat pada 2020, saat PSSI gencar memburu pemain diaspora demi meningkatkan kualitas Tim Garuda. Pascal Struijk masuk radar karena garis keturunannya yang berasal dari Indonesia.

Advertisement

Namun, harapan publik Tanah Air pupus setelah sang pemain menegaskan sampai saat ini masih setia menunggu pemanggilan Timnas Belanda. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara di ESPN Belanda, belum lama ini.

Meski begitu, kisah Pascal Struijk tetap menarik untuk diulas. Berikut Bola.com merangkum empat fakta tentang bek Leeds United itu. Yuk simak ulasan dibawah ini.

 


Dibesarkan di Leeds

Bek Leeds United, Pascal Struijk. (Bola.com/Dok.X Leeds United).

Pascal Struijk bergabung dengan akademi Leeds United pada 2018, setelah sebelumnya menimba ilmu di klub-klub Negeri Kincir Angin. Kariernya melejit pesat bersama The Whites.

Ia menjalani debut tim utama Leeds pada Januari 2019 di Piala FA. Sejak saat itu, Struijk menjadi bagian penting dari skuad Leeds, termasuk ketika klub tersebut promosi ke Premier League pada musim 2019/2020.

Posturnya yang menjulang, duel udara yang kuat, plus ketenangan dalam membaca permainan membuat Struijk dipercaya sebagai salah satu bek andalan Leeds United.

 


Jebolan ADO Den Haag

Bek Leeds United, Pascal Struijk (kanan) melepaskan tendangan dibayangi seorang pemain Wolverhampton Wanderers, dalam laga Lanjutan Liga Inggris 2020/21 pekan ke-25 di Molineux Stadium, Jumat (19/2/2021). Leeds kalah 0-1 dari Wolverhampton. (AP/Nick Potts/Pool)

Pascal Struijk memulai karier sepak bolanya pada usia tujuh tahun, dengan menimba ilmu di akademi ADO Den Haag (2006-2016). Sesudah itu, dia pindah ke Ajax Amsterdam U-19 pada medio 2016-2018.

Setelah hijrah ke Inggris, total Struijk telah memainkan pertandingan resmi di ajang Premier League sebanyak 105 laga atau selama 8.048 menit di lapangan. Mencetak empat gol dan dua assist.

Tidak hanya sebagai bek tengah, pemilik nama lengkap Pascal Augustus Struijk itu juga kerap dimainkan sebagai bek kiri dan gelandang bertahan, menandakan fleksibilitasnya yang tinggi.

 


Memperkuat Timnas Belanda U-17

Struijk lahir di Deurne, Belgia, pada 11 Agustus 1999. Pesepak bola berkaki kidal itu pernah memperkuat Timnas Belanda U-17 pada 2016 dan mencatat tiga caps bersama skuad muda Oranje.

Kala itu, Struijk tampil dalam turnamen Algarve U-17. Dia bermain selama 80 menit dan membantu timnya menahan Timnas Portugal U-17 dengan skor 1-1 pada 7 Februari 2026.

Dua laga lainnya terjadi di Euro U-17 2016. Struijk diturunkan dan main 64 menit saat Belanda U-17 takluk 0-2 dari Spanyol U-17 di fase penyisihan grup. Kemudian berada semenit di lapangan ketika timnya menang 1-0 kontra Swedia U-17 dalam perempatfinal.

 


Garis Keturunan

Struijk punya darah Indonesia yang berasal dari ibunya. Kakek dan neneknya sempat berada di Indonesia, tepatnya saat masih bernama Hindia Belanda, lantas pindah ke Belgia.

Itulah yang membuat garis keturunannya terhubung dengan Indonesia, meski ia lahir dan besar di Eropa. PSSI sempat menelusuri semua jejak sejarah serta dokumen terkait dari darah mana kakek dan nenek Struijk berasal.

"Kakek dan nenek saya meninggalkan Hindia Belanda, jadi memang saya punya koneksi dengan Indonesia. Orang-orang Indonesia tampaknya sadar kalau saya punya roots Indonesia, tapi saya heran mereka tahu dari mana," katanya pada 2020.

Berita Terkait