4 Kandidat Manajer MU Rekomendasi Jamie Carragher: Thomas Tuchel hingga Luis Enrique

Jamie Carragher menilai Manchester United (MU) tetap harus menunjuk pelatih permanen baru setelah musim berakhir

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 20 Januari 2026, 14:15 WIB
Pemain Manchester United (MU), Bryan Mbeumo (tengah), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Man City dalam laga pekan ke-22 Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. MU menang 2-0 dalam pertandingan tersebut. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengungkapkan empat nama manajer yang menurutnya layak jadi target Manchester United (MU) pada musim panas mendatang.

Saat ini, kursi pelatih interim Setan Merah dipegang oleh Michael Carrick, yang akan bertugas hingga akhir musim. Carrick bahkan sukses mempersembahkan kemenangan 2-0 atas rival sekota Manchester City di laga derbi akhir pekan lalu.

Advertisement

Namun, Carragher menilai MU tetap harus menunjuk pelatih permanen baru setelah musim berakhir, sebagai pengganti Carrick dan pelatih sebelumnya, Ruben Amorim.

 
 

Banyak Nama Dicoret, Carragher Ungkap Alasannya

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Dalam acara Sky Sports Monday Night Football, Carragher diberi daftar 25 nama pelatih yang terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari pelatih tim nasional, pelatih bebas, hingga yang masih terikat kontrak di klub.

Beberapa nama besar seperti Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, Jurgen Klopp, hingga Zinedine Zidane langsung dicoret. Untuk Klopp dan Alonso, Carragher menegaskan keduanya tidak realistis karena keterkaitan emosional dan latar belakang klub.

Ia menilai Zidane sebagai versi muda Ancelotti yang lebih cocok untuk Real Madrid.

Nama lain seperti Gareth Southgate, Didier Deschamps, hingga Lionel Scaloni turut tersingkir karena alasan gaya bermain, pengalaman liga, hingga energi jangka panjang.


Thomas Tuchel dan Nagelsmann Paling Meyakinkan

Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memimpin laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Saat membahas Thomas Tuchel, Carragher memberikan penilaian positif. Ia menilai pelatih timnas Inggris tersebut masih memiliki energi dan karakter kuat.

Carragher menyebut Tuchel masih memiliki energi dan dorongan besar, serta telah mengguncang suasana di timnas Inggris. Ia bahkan menilai Tuchel sebagai sosok yang siap berperang demi klubnya.

Sementara itu, Julian Nagelsmann juga dinilai punya reputasi mumpuni dan dianggap masih memiliki sesuatu yang ingin dibuktikan di level tertinggi.

Nama Eddie Howe juga masuk daftar setelah Carragher memuji gaya bermain menyerang sang manajer Newcastle serta kemampuannya menghadapi tekanan media.


Carragher Tegas: Michael Carrick Bukan Jawaban Jangka Panjang

Hal itu disampaikan MU di laman resmi klub pada Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United melihat arlojinya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Meski Carrick membawa dampak positif sebagai pelatih interim, Carragher dengan tegas mencoretnya dari daftar kandidat. Ia menyampaikan pendapatnya secara terbuka dan lugas.

“Saya tidak akan mengubah pikiran saya. Saya selalu berpikir seperti ini ketika seorang manajer Liverpool ditunjuk: apakah saya percaya orang ini bisa memenangkan liga untuk kami?” ujar Carragher.

“Saya tidak percaya Manchester United bisa memenangkan liga dengan Michael Carrick sebagai manajer, sama seperti saya tidak percaya Chelsea bisa memenangkan liga dengan Liam Rosenior sebagai manajer."

"Saya tidak bermaksud tidak menghormati. Ini adalah opini jujur saya berdasarkan apa yang saya rasakan dan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu,” lanjutnya.

Carragher menegaskan untuk menjadi juara Premier League, seorang pelatih harus benar-benar spesial.

“Anda harus benar-benar spesial. Coba pikirkan manajer yang pernah memenangkan Premier League, 99 persen dari mereka adalah sosok spesial," ujar Carragher.

"Dan saya rasa Michael Carrick tidak memiliki itu. Saya bisa saja salah, tetapi itulah alasan saya mencoret Michael Carrick,” lanjutnya.


Luis Enrique Paling Diinginkan, Tuchel Paling Realistis

Pelatih asal Spanyol, Luis Enrique,dikabarkan sudah ingin tinggalkan PSG gara-gara rumor dan tekanan kepada Kylian Mbappe. Dia mulai merasa tak nyaman melatih di klub asal Paris itu (AFP)

Pada akhir diskusi, Carragher menyimpulkan Luis Enrique akan menjadi nama yang paling diinginkan MU. Namun, ia menilai Thomas Tuchel sebagai opsi paling realistis yang bisa berlabuh ke Old Trafford.

“Saya pikir, jika Anda adalah Manchester United, semua orang akan menginginkan Luis Enrique. Tetapi saya rasa ada peluang besar mereka akhirnya akan mendapatkan Thomas Tuchel,” tutup Carragher.

Sumber: Daily Mail

  


Persaingan di Premier League

Berita Terkait