Drama di Old Trafford: Polemik Pelik Manchester United dan Class of 92

Perdebatan Lisandro Martinez dengan Paul Scholes dan Nicky Butt menjadi gambaran kecil dari hubungan rumit Manchester United dengan kelompok legendaris mereka, Class of 92.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 20 Januari 2026, 16:10 WIB
Lisandro Martinez (kiri) dan rekan setimnya, Matheus Cunha, memberikan apresiasi kepada suporter MU selepas duel melawan Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Big match Manchester United (MU) kontra Manchester City pada Sabtu (17/1/2026) memicu kegembiraan besar di Old Trafford. Fans MU girang melihat manajer interim, Michael Carrick, menunjukkan taring dengan mengantar timnya membekuk Man City 2-0. 

Namun, kemenangan yang membahagiakan itu ternyata diwarnai drama di luar lapangan. Ada adu argumen di antara bek MU, Lisandro Martinez, dan dua mantan pemain legendaris klub, Nicky Butt dan Paul Scholes.

Advertisement

Dalam podcast The Good, The Bad, The Football, Butt dan Scholes memuji penampilan bek asal Argentina itu dalam kemenangan 2-0 atas Manchester City di Old Trafford. Sebelumnya, di podcast yang sama mereka membuat Martinez tersinggung lewat candaan jelang Derbi Manchester. 

Kali ini, mereka mempertanyakan alasan Martinez bereaksi keras terhadap komentar mereka sebelumnya.

“Adil untuk dia. Dia duel satu lawan satu dengan penyerang tengah terbaik di dunia. Jadi kami datang ke sini dan bilang, ‘kerja bagus’. Brilian. Dia bermain sangat baik," ujar Nicky Butt. 

“Tapi menurut saya, ketika seseorang begitu tersinggung dengan sesuatu yang dikatakan di podcast atau media, lalu keluar dan berkata, ‘mereka boleh bilang apa saja’ atau ‘datang saja ke rumah saya’, dewasa lah."

“Jika kamu begitu emosional terhadap komentar orang tentang dirimu dan bereaksi seperti itu, maka kamu seharusnya tidak bermain di klub sepak bola besar," imbuh Butt. 

 


Hubungan Rumit di MU

CEO dan co-owner Salford City Nicky Butt (kanan) dan co-owner Paul Scholes bereaksi menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester City dan Salford City di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 11 Januari 2025. (Darren Staples/AFP)

Sebelum pertandingan, Butt dan Scholes sempat bercanda dengan pembawa acara Paddy McGuinness bahwa Erling Haaland akan mengangkat Martinez yang bertinggi 170 cm di Old Trafford dan berlari sambil menggendongnya.

Setelah kemenangan United, Martinez menanggapi pernyataan tersebut. “Semua orang bisa bicara di televisi, tapi ketika bertemu langsung di sini, tidak ada yang berani bicara apa-apa," sergah Martinez. 

Perdebatan ini menjadi gambaran kecil dari hubungan rumit Manchester United dengan kelompok legendaris mereka, Class of 92.

Bersama-sama, Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham, Nicky Butt, serta Gary dan Phil Neville mencatatkan total 3.448 penampilan untuk klub. Mereka menjadi fondasi tim besar kedua yang dibangun Sir Alex Ferguson, yang mencatat sejarah sebagai tim Inggris pertama peraih treble pada 1999.

Giggs sempat menjadi manajer interim selama empat laga setelah pemecatan David Moyes pada 2014. Sebelumnya, ia menjadi pelatih dan kemudian asisten Louis van Gaal. Butt, Scholes, dan Phil Neville juga pernah menjadi pelatih di bawah Giggs.

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (20/1/2026), Butt pernah bekerja sebagai pelatih akademi muda dan ditunjuk sebagai kepala akademi MU pada 2016 sebelum hengkang pada 2021. Hanya sedikit orang yang lebih berhak berbicara soal “DNA United” dalam mengembangkan pemain muda.

Ia sangat peduli dengan aspek tersebut. Pada 15 Desember, Butt bahkan turun langsung melatih anak-anak kurang beruntung di Moss Side dalam kondisi hujan, mewakili Sir Bobby Charlton Foundation, meski United sedang bermain melawan Bournemouth di Premier League beberapa jam kemudian.

Sebelumnya, Butt pernah menentang keras pernyataan seorang pejabat Setan Merah yang menyebut pengembangan pemain muda bukan semata soal menang. Belakangan, ia juga mengklaim klub mengancam akan mencabut tiket musiman miliknya.

 


Opini Mereka Selalu Dinanti

Ryan Giggs (AFP PHOTO/Andrew Yates)

Tiga hari sebelum kegiatan yayasan Butt tersebut, Gary Neville berada di Old Trafford saat Manchester United mengumumkan kesepakatan menjadi kampus UA92 University, yang didirikan Class of 92 pada 2019.

Jelas ikatan itu masih ada, tetapi opini mereka tentang MU selalu dinanti, terutama yang bernada negatif.

Pada Oktober, Giggs hadir di Old Trafford sebagai pembicara dalam konferensi Training Ground Guru dan mengkritik preferensi Ruben Amorim yang kerap memainkan pemain sayap di sisi berlawanan dengan kaki terkuat mereka.

Semua anggota Class of 92 juga rutin tampil sebagai pembicara pada hari pertandingan di Hotel Football. Hotel itu mereka miliki bersama dan berjarak kurang dari 50 meter dari Old Trafford.

Di masa lalu, hotel ini sempat memicu ketegangan karena MU mencoba menghentikan pembangunannya, meski kini klub juga sesekali memanfaatkannya.

Lalu ada Neville, yang sebagai komentator atau pundit di Sky Sports, atau lewat podcast populer Stick to Footballm nyaris tak pernah kehabisan opini.

 

 


Bantah Class of 92 Tak Akur dengan MU

Mantan pesepak bola, Gary Neville, bersiap untuk mengambil bagian dalam acara panel Liga Inggris pada hari kedua konferensi tahunan Partai Buruh di Liverpool, Inggris barat laut, pada 23 September 2024. (Oli SCARFF /AFP)

Dalam konferensi pers di Elland Road yang memicu pemecatannya, mantan pelatih Manchester United Ruben Amorim menyebut Neville sebagai sosok yang pendapatnya terlalu diperhatikan oleh orang-orang penting di klub.

Hal itu masih bisa diperdebatkan. Namun, berbeda dengan Roy Keane yang kritiknya terhadap pelatih baru Michael Carrick bersifat tajam dan personal, Neville justru dipercaya MU untuk berbicara langsung dengan mantan rekan setimnya itu di terowongan Old Trafford sebelum derby.

Saat meluncurkan proyek kampus UA92 Old Trafford, Neville menanggapi BBC Sport soal anggapan bahwa Class of 92 tidak akur MU.

“Itu hanya teori. Tidak diragukan, beberapa tahun lalu mungkin ada hal-hal yang mengkhawatirkan, tapi itu sudah diperhalus," kata Neville. 

“Saya rasa sekarang tidak ada masalah sama sekali,” tambahnya, seraya menegaskan Class of 92 sangat ingin klub ini sukses dan merasa kecewa serta frustrasi ketika United kalah.

 


Akhirnya Memicu Masalah

Pemain Manchester United, Lisandro Martinez merayakan gol kemenangan timnya ke gawang Fulham pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Craven Cottage, London, Senin (27/01/2025) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Pandangan serupa disampaikan Collette Roche, Chief Operating Officer United. “Banyak mantan pemain kami kini berada di media dan tentu akan punya opini soal tim. Itu tidak masalah," ujar Roche. 

“Tapi Class of 92 adalah bagian dari keluarga kami, sehingga hubungan dengan UA92 jauh lebih dalam daripada sekadar tajuk berita atau podcast terbaru.”

Semua itu tidak menjadi masalah, selama, seperti yang disarankan Scholes dan Butt, para pemain mengabaikannya.

Masalahnya, seperti yang ditunjukkan Martinez, mereka tidak selalu melakukannya.

“Kami pernah saling berkirim pesan di Instagram beberapa waktu lalu karena dia tidak senang dengan sesuatu yang saya katakan,” ujar Scholes.

“Saya tidak ingat apa tepatnya, tapi dia bilang sudah kehilangan rasa hormat kepada saya. Saya mengirimkan nomor ponsel saya, tapi sampai sekarang tidak pernah ada kabar darinya," imbuh Scholes. 

Sumber: BBC

Berita Terkait