4 Fakta Menarik St Kitts dan Nevis: Diperkuat Sepupu Marcus Rashford, Salah Satu Legendanya Punya Kiprah Istimewa di Indonesia

Lantas, apa saja hal-hal yang perlu diketahui pencinta sepak bola Indonesia sebelum Timnas Indonesia bertanding melawan St Kitts dan Nevis di FIFA Series 2026?

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 20 Januari 2026, 19:30 WIB
Tim Nasional St. Kitts and Nevis siap berlaga di FIFA Series 2026 Indonesia. (Dok. sknfa.com)

Bola.com, Jakarta - Timnas St Kitts dan Nevis akan menjadi salah satu lawan yang dihadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Negara anggota CONCACAF tersebut pernah mengirimkan salah satu legendanya berkarier di Indonesia.

Nama negara tersebut sebetulnya memang cukup asing karena kiprahnya yang tak begitu terdengar di dunia sepak bola. Apalagi, St Kitts dan Nevis juga jarang berhadapan dengan Timnas Indonesia karena lokasinya yang berada di Kepulauan Karibia.

Advertisement

Jika mempertimbangkan prestasinya, tim berjulukan The Sugar Boyz itu memang tak begitu istimewa. Mereka bukan negara kuat di kawasan Caribbean Football Union (CFU) serta tidak memiliki pencapaian yang spesial, baik di regional maupun benua.

Lantas, apa saja hal-hal yang perlu diketahui pencinta sepak bola Indonesia sebelum skuad Merah Putih bertanding melawan St Kitts dan Nevis di FIFA Series 2026 mendatang? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 


Jejak Pemain Naturalisasi

Jordan Bowery (belakang) beraksi bersama Aston Villa (GLYN KIRK / AFP)

Jejak sejarah kolonialisme Inggris di kawasan ini pada akhirnya ikut memengaruhi komposisi Timnas St Kitts dan Nevis di kemudian hari. Muncul sederet pemain timnas-nya yang dinaturalisasi dari Inggris.

Apabila mengacu pada situs Transfermarkt, setidaknya ada enam pemain kelahiran Inggris yang masih aktif memperkuat The Sugar Boyz. Sebagian besar pemain ini juga menghabiskan kariernya di Negeri Raja Charles.

Beberapa nama yang punya kiprah mentereng ialah Jordan Bowery. Bek tengah berusia 34 tahun itu pernah berkarier di Liga Primer Inggris bersama Aston Villa. Namun, saat ini dia bermain di kasta ketiga bersama Mansfield Town.

Pemain lainnya yang punya pengalaman bermain di Premier League ialah Romaine Sawyers. Gelandang berusia 34 tahun tersebut pernah bermain untuk West Bromwich Albion dan mengukir 19 laga di Premier League 2020/2021.

Selain itu, masih ada beberapa amunisi kelahiran Inggris lainnya seperti Omari Sterling-James, Harrison Andreas Panayiotou, Tyreece Simpson, Andre Burley, hingga Lois Maynard.

 


Sepupu Marcus Rashford

Salah satu pemain naturalisasi Timnas St Kitts dan Nevis yang barang kali menarik untuk diulas lebih lanjut ialah Lois Maynard. Gelandang kelahiran Cheetham, Manchester tersebut memiliki hubungan darah dengan pemain Barcelona, Marcus Rashford.

Meskipun berstatus sebagai sepupunya Rashford, nasib Maynard memang sangat berbeda. Sepanjang kariernya, dia lebih banyak bermain di klub-klub papan bawah Inggris. Bahkan, yang tertinggi dia bermain hanya di kasta keempat.

Dia sempat bermain untuk klub-klub seperti Tranmere Rovers, Salford City, Stockport County, Oldham Athletic, dan terakhir kali merumput bersama Radcliffe FC yang berkompetisi di kasta keenam Liga Inggris.

Bersama Timnas St Kitts dan Nevis, Maynard sudah bermain sebanyak 30 kali. Debutnya terjadi saat menghadapi Andorra pada pertandingan uji coba internasional, tepatnya pada medio akhir 2015.

 


Kiprah Keith Gumbs

Keith Kayamba Gumbs saat memperkuat Sriwijaya FC (AFP/Jung Yeon-Jae)

Salah satu nama pesepak bola asal St Kitts dan Nevis yang barang kali sangat akrab di telinga pencinta sepak bola Indonesia ialah Keith Kayamba Gumbs. Sosok penyerang tajam tersebut pernah memiliki kiprah istimewa di Indonesia.

Striker kelahiran 11 September 1972 itu pertama kali berkarier di Indonesia pada 2007. Ketika itu, dia bergabung bersama Sriwijaya FC dan mencatatkan prestasi yang sangat mentereng bersama tim berjuluk Laskar Wong Kito itu.

Setidaknya, Kayamba Gumbs pernah merasakan dua trofi utama, yakni gelar juara Liga Indonesia 2007/2008, serta trofi Indonesia Super League 2011/2012. Selain itu, ada juga tiga gelar Piala Indonesia pada 2007/2008, 2008/2009, dan 2010.

Bagi St Kitts dan Nevis, Gumbs adalah pemain yang sampai saat ini masih melegenda. Dia masih tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak karena mengukir 24 gol dari 41 laga dalam rentang waktu 1993-2011.

 


Komparasi Ranking FIFA

Dari segi ranking FIFA, St Kitts dan Nevis memang tak memiliki posisi yang mengesankan. Saat ini, mereka hanya bisa menempati peringkat ke-154 FIFA dengan koleksi 1035.25 poin, terpaut jauh dengan Indonesia yang berada di peringkat 122 dengan 1144.73 poin.

Bisa dibilang, ini adalah posisi terendah bagi St Kitts dan Nevis dalam satu dekade terakhir. Ketika prestasinya sedang dalam level terbaik, mereka pernah menempati peringkat ke-73 FIFA, tepatnya pada medio Maret 2017.

Sayangnya, sejak saat itu, posisi mereka terus menerus anjlok. Kendati sempat mengalami naik-turun, peringkatnya semakin tergerus hingga awal tahun 2026 ini dan terdampar di urutan ke-154 FIFA karena prestasinya yang tak mengesankan.

Sementara itu, bagi Timnas Indonesia, posisi ini mengalami penurunan setelah sempat berada di urutan ke-118 pada Juni 2025. Posisi itu menjadi peringkat tertinggi skuad Garuda pada satu dekade terakhir.

Berita Terkait