Gandeng Bayan Peduli, MLSC Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri hingga Kalimantan

Perluasan tersebut membuat MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025/2026 kini digelar di 12 kota berbeda.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 20 Januari 2026, 17:50 WIB
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono (tengah), diapit Vanessa Ingrid Pamela selaku Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami dan Merlin selaku Direktur PT Bayan Resources Tbk, dalam konferensi pers digelarnya putaran kedua MillkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025/2026. (Bola.com/Roby Dian)

Bola.com, Jakarta - MilkLife Soccer Challenge 2025/2026 memasuki Seri 2 dengan memperluas jangkauan penyelenggaraan hingga Kalimantan. Samarinda dan Banjarmasin resmi menjadi dua kota baru yang masuk dalam rangkaian turnamen sepak bola putri usia dini ini, dengan dukungan penuh dari Bayan Peduli.

Perluasan tersebut membuat MLSC kini digelar di total 12 kota. Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mempertandingkan kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun.

Advertisement

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan penambahan Samarinda dan Banjarmasin menjadi bagian dari upaya memperluas basis pembinaan di luar pulau Jawa.

Masuknya Samarinda dan Banjarmasin menandai langkah MLSC menjangkau wilayah di luar Pulau Jawa. Penyelenggara menilai perluasan ini penting untuk membuka akses pembinaan bagi lebih banyak pesepak bola putri usia dini di berbagai daerah.

“MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan dengan baik di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan,” ujar Teddy.

Teddy Tjahjono menambahkan perluasan wilayah ini juga sekaligus merespon tingginya minat dan potensi sepakbola putri di Kalimantan.

 
 

Pilih Coach Jacksen

Jacksen F. Tiago. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Seiring perluasan wilayah, MLSC juga memperkuat struktur pembinaan dengan menunjuk Jacksen F. Tiago sebagai head coach.

Penyelenggara menilai sosok kepala pelatih memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pembinaan di seluruh kota penyelenggara.

“Coach Jacksen memiliki sejarah panjang dan track record yang sangat bagus, mulai dari saat menjadi pemain hingga jadi pelatih. Beliau tercatat pernah membawa Persipura menjadi juara Indonesia Super League sebanyak tiga kali,” ujar Teddy.

Selain itu, keterlibatan Jacksen dalam pembinaan usia muda juga menjadi pertimbangan utama.

“Saat ini beliau juga sedang terlibat aktif dalam pembinaan usia muda di Borneo FC. Setelah melalui proses diskusi dan interview dengan beberapa kandidat, Coach Jacksen dinilai sebagai sosok yang paling tepat secara karakteristik maupun track record,” lanjutnya.


Peran MilkLife dan Bayan Peduli di Daerah

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono (tengah), diapit Vanessa Ingrid Pamela selaku Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami dan Merlin selaku Direktur PT Bayan Resources Tbk, dalam konferensi pers digelarnya putaran kedua MillkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025/2026. (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Perluasan ke Kalimantan turut didukung oleh MilkLife dan Bayan Peduli. Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami, Vanessa Ingrid Pamela, yang menaungi MilkLife, menilai MLSC memiliki dampak luas di berbagai daerah.

“Kami melihat MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi sebuah gerakan bersama. Dampaknya terasa luas, mulai dari atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB maupun klub sepak bola di berbagai daerah,” kata Vanessa.

Sementara itu, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menegaskan dukungan terhadap penyelenggaraan MLSC di Samarinda dan Banjarmasin sejalan komitmen Bayan Peduli dalam pengembangan olahraga, khususnya sepak bola putri.

 


Dampak Awal Mulai Terlihat

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Seri 1 2025/2026 digelar di Kingkong Soccer Arena dan Stadion Atang Sutresna Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, 18-3 Novembe 2025. Jakarta menjadi kota terakhir dari rangkaian 10 kota penyelenggaraan MLSC pada periode pertama musim ini. (Bola.com/Bakti Olahraga Djarum Foundation)

Keberadaan MLSC di berbagai kota dinilai membawa dampak nyata di tingkat daerah. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun, menyebut jumlah atlet putri di SSB yang dipimpinnya meningkat signifikan setelah penyelenggaraan seri pertama MLSC 2025/2026.

“Setelah MilkLife Soccer Challenge, banyak yang datang ke kami untuk daftar ikut latihan. Sekarang sudah ada sekitar 100 atlet SSB None Mude,” ujarnya.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025/2026 akan digelar di 12 kota, termasuk Samarinda dan Banjarmasin sebagai wilayah baru di Pulau Kalimantan, sebelum ditutup MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Juni 2026 di Kudus. (Roby Dian)

Berita Terkait