Perjuangan Hebat di Balik Kesuksesan Puja Lestari Meraih Emas Panjat Tebing SEA Games 2025: Patah Tulang Pinggang pun Pernah

Puja Lestari menyumbangkan satu medali emas untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2025.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 22 Januari 2026, 05:00 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Puja Lestari dengan medali emas yang diraih di SEA Games 2025. Bola.com melakukan sesi wawancara dengan Puja di lokasi Pelatnas Panjat Tebing di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (14/1/2026). (Bola.com/Nur Iman Ali)

Bola.com, Jakarta - Kontingen Indonesia meraih sukses besar di SEA Games 2025. Ada 91 medali emas yang dibawa pulang atlet-atlet terbaik Indonesia dari ajang yang digelar di Thailand tersebut.

Satu dari 91 medali emas itu disumbangkan oleh atlet panjat tebing, Puja Lesatri. Puja meraih medali emas dari nomor speed. 

Advertisement

Ternyata ada cerita inspiratif di balik keberhasilan Puja Lestari meraih medali emas di SEA Games 2025. Atlet berusia 22 tahun itu pernah mengalami patah tulang pinggang. Penyebabnya, penyakit tuberkulosis (TBC) yang menyerang tulangnya.

"Awalnya saya sempat mengira nyeri biasa, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan oleh doker ternyata tulang pinggang saya patah, pemeriksaan itu dilakukan pada 2022," ungkap Puja Lestari, eksklusif kepada Bola.com.

"Dokter bahkan bilang ini patahnya seperti tertabrak mobil, saya masih bisa berjalan dengan normal karena atlet, jadi ditopang sama otot," jelasnya.


11 Pil Sehari

Atlet panjat tebing Indonesia, Puja Lestari dengan medali emas yang diraih di SEA Games 2025. Bola.com melakukan sesi wawancara dengan Puja di lokasi Pelatnas Panjat Tebing di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (14/1/2026). (Bola.com/Nur Iman Ali)

Puja Lestari pun harus menjalani proses pengobatan yang panjang dan melelahkan dari penyakit TBC tersebut. Bahkan, ia harus rutin mengonsumsi paling tidak 11 pil dalam sehari. 

"Iya 11 pil sehari, selama lebih dari satu setengah tahun," katanya. 

Setelah proses pengobatannya selesai, Puja Lesatri pun harus menghadapi tantangan lain. Yakni mengembalikan rasa kepercayaan dirinya untuk bisa kembali bersaing di Pelatnas.

"Sempat minta pulang sama coach karena Puja merasa tidak layak dipertahankan, merasa bersalah juga, mungkin ada atlet lain yang lebih layak masuk ke pelatnas," katanya.


Terbayar

Keberhasilan di SEA Games 2025 juga memperkuat posisi Indonesia sebagai barometer regional. Target jangka panjang pun semakin realistis seiring konsistensi prestasi. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Puja Lestari kemudian menceritakan apa yang ia rasakan setelah meraih medali emas di SEA Games 2025. Menyaksikan bendera merah putih berdiri di atas dan Indonesia Raya dikumandangkan.

Puja Lestari merasa sangat bahagia dan bangga. Atlet asal Indragiri Hulu, Riau ini merasa perjuangan dan rasa sakitnya selama ini terbayar.

"Alhamdulillah terbayar, setelah dapat emas itu Puja langsung nelon ibu dan nangis waktu itu," tandasnya.