Target Bertahan dengan Nyaman, PSIM Siap Hadapi Tantangan Berat di Putaran Kedua BRI Super League

PSIM Yogyakarta datang ke BRI Super League 2025/2026 dengan status juara Pegadaian Liga 2 2024/2025.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 22 Januari 2026, 07:45 WIB
Ilustrasi PSIM Yogyakarta. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta datang ke BRI Super League 2025/2026 dengan status juara Pegadaian Liga 2 2024/2025. Tak banyak yang memprediksi Laskar Mataram mampu bersaing, namun hasil di lapangan berkata sebaliknya.

Armada Jean-Paul van Gastel itu kini bertengger di peringkat keenam klasemen sementara dengan nilai 33. Hasil dari delapan kemenangan, enam imbang, plus tiga kekalahan dari 17 pertandingan.

Advertisement

Hasil-hasil positif di putaran pertama menjadikan PSIM sebagai tim promosi terbaik sejauh ini. Mereka unggul dari tim pendatang lain; Bhayangkara FC di posisi kesembilan (22 poin) dan Persijap Jepara di urutan ke-18 (9 poin).

Pencapaian tersebut disyukuri betul oleh manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna. Pria berkacamata itu merasa lega karena tim berada dalam trek yang tepat sesuai target awal.

 


Dalam Trek yang Tepat

PSIM Yogyakarta melawan Madura United. (Bola.com/Dok.Instagram PSIM Yogyakarta).

Sebagai debutan, PSIM memang tidak memasang ambisi muluk. Bertahan dengan nyaman menjadi tujuan utama, mengingat banyak faktor nonteknis yang juga kudu dibereskan.

"Jadi untuk menjawab target kita karena bertahan dengan nyaman, kami sudah melakukan upaya-upaya yang kita lakukan karena di awal musim kita masuk ke liga juga baru, ada saham ini saham itu, kita juga ada lampu," katanya.

"Jadi ada banyak faktor-faktor di luar yang memang kita harus beresin. Tapi kami punya keyakinan pemain yang kita punya sekarang adalah pemain hebat dan yang enggak main banyak pun juga bisa bersaing dengan first team," tegas Razzi.

 


Tantangan Lebih Berat

PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Semen Padang pada laga pekan ke-16 BRI Super League di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (4/1/2026) sore WIB. Gol tunggal kemenangan PSIM dicetak Ze Valente. (dok. PSIM Yogyakarta)

Memasuki putaran kedua Razzi Taruna, mengungkapkan tantangan yang dihadapi skuadnya bakal lebih berat. Terlebih jika melihat hasil tak teduga yang diraih klub papan bawah dan tim promosi lainnya.

"Jadi untuk menjawab itu, apakah ada kemungkinan tantangannya lebih berat di putaran dua? Pasti, karena tim-tim dari Liga 2 ini saling mengalahkan ya," ujarnya.

Razzi mencontohkan hasil yang didapat PSIM saat menghadapi tim papan bawah PSBS Biak. Banyak pihak memprediksi Laskar Mataram akan menang, namun kenyataannya laga tersebut berakhir imbang 2-2.

"Kemarin Biak lawan Bhayangkara menang 4-1. Jadi ini menunjukkan betapa saling bisa mengalahkan. Jadi apakah itu jadi tantangan? Tantangan, tapi ya sudah menjadi tantangan kita sepakat membangun bersama, ya kami hadapi," tegasnya.

 


Menjamu Persebaya

Pemain PSIM Yogyakarta, Franco Ramos Mingo (kanan) mencoba mengamankan bola dari kejaran pemain Persebaya Surabaya, Mihailo Perovic pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Terdekat, Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-18 BRI Super League di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Duel kedua tim dipastikan berlangsung sengit sejak menit awal. Persebaya bukan lawan mudah bagi PSIM, mesti pada pertemuan pertama lalu mereka berhasil menang dengan skor 1-0 di kandang Bajul Ijo.

Dua tim ini hanya terpaut dua angka saja di tabel klasemen. PSIM yang bercokol di posisi keenam ditempel ketat Bajul Ijo yang berada tepat dibawah mereka atau peringkat ketujuh dengan koleksi 28 poin.


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait