Gareth Bale Buka Suara soal Pemecatan Xabi Alonso: Di Real Madrid, Mengelola Ego Lebih Penting

Kini, giliran Gareth Bale yang menyampaikan pandangannya terkait kepergian Alonso dari Santiago Bernabeu. Namun berbeda dengan kritik tajam dari sejumlah figur lain, Bale memilih bersikap lebih diplomatis.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 22 Januari 2026, 09:45 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso pada awal bulan ini terus memantik perdebatan luas di jagat sepak bola Eropa. Sejumlah tokoh besar angkat bicara, mulai dari Thierry Henry, Manuel Pellegrini, hingga Andoni Iraola, yang mempertanyakan arah kebijakan Los Blancos.

Pemecatan tersebut dianggap mengejutkan, mengingat reputasi Alonso sebagai pelatih muda yang tengah naik daun. Kesuksesannya bersama Bayer Leverkusen membuat namanya langsung masuk radar sejumlah klub elite Eropa.

Advertisement

Kini, giliran Gareth Bale yang menyampaikan pandangannya terkait kepergian Alonso dari Santiago Bernabeu. Namun berbeda dengan kritik tajam dari sejumlah figur lain, Bale memilih bersikap lebih diplomatis.

Mantan winger Real Madrid itu menilai Alonso sebagai pelatih berkualitas. Meski demikian, Bale menegaskan bahwa tantangan melatih Madrid jauh lebih kompleks dibanding sekadar meracik taktik di lapangan.

 


Bale Puji Kualitas Alonso sebagai Pelatih

Hubungan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dan Vinicius Junior dikabarkan semakin retak, terutama setelah duel Real Madrid versus Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. (AFP/Oscar DEL POZO)

Dalam wawancara bersama TNT Sports, Gareth Bale menyampaikan kekagumannya terhadap kemampuan melatih Xabi Alonso. Menurutnya, prestasi Alonso di Jerman menjadi bukti nyata kualitasnya sebagai pelatih papan atas.

“Dia adalah pelatih yang luar biasa. Dia memenangkan apa yang dimenangkannya bersama Bayer Leverkusen, meraih trofi, dan melatih tim dengan sangat baik,” ujar Bale.

Seiring status Alonso yang kini tanpa klub, minat terhadap jasanya terus bermunculan. Eintracht Frankfurt disebut sebagai salah satu klub yang tertarik merekrut pelatih asal Spanyol tersebut.

 


Real Madrid Bukan Sekadar Soal Taktik

Pelatih Real Madrid yang baru saja ditunjuk, Xabi Alonso, memberikan keterangan dalam presentasi resminya di Real Madrid Sports City di Valdebebas, dekat Madrid, pada 26 Mei 2025. (Thomas COEX/AFP)

Meski memberikan pujian, Bale juga menyoroti realitas keras melatih klub sebesar Real Madrid. Menurutnya, kemampuan mengelola ruang ganti justru menjadi faktor paling krusial.

“Ketika Anda datang ke Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda harus menjadi manajer. Anda harus mengelola ego di ruang ganti,” tutur Bale.

Sebagai mantan pemain Los Blancos, Bale mengaku sangat memahami dinamika internal klub. Ia pernah satu tim dengan deretan bintang besar yang memiliki karakter dan ego kuat.

 


Pengalaman Bale Bersama Para Superstar

Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo sedang berbincang di tengah laga Real Madrid melawan Paris Saint-Germain (PSG). (FRANCK FIFE / AFP)

Selama berseragam Real Madrid, Bale berbagi ruang ganti dengan nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Karim Benzema, hingga Vinicius Junior. Pengalaman itu membuatnya paham betul tantangan memimpin tim bertabur bintang.

“Anda harus mengelola ego. Anda tidak perlu terlalu banyak melakukan hal taktis. Di ruang ganti, ada para superstar yang bisa mengubah pertandingan dalam sekejap,” kata Bale.

Ia menilai kegagalan Alonso di Real Madrid bukan semata soal kapasitas kepelatihan, melainkan karena kompleksitas lingkungan klub.

“Jadi, ya. Jelas dia pelatih dan ahli taktik yang hebat, tetapi di Real Madrid, tentu saja, itu tidak berjalan,” pungkasnya.

 


Bale dan Warisan di Real Madrid

Gareth Bale. Pemain sayap Wales berusia 32 tahun yang telah berseragam Real Madrid selama 8 musim sejak 2013/2014 ini telah mencetak 16 gol di Liga Champions bersama Los Blancos. Jumlah gol tersebut dicetaknya dari total 56 laga. (AFP/Franck Fife)

Gareth Bale sendiri dikenal sebagai salah satu winger terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid dalam satu dekade terakhir. Ia mempersembahkan lima gelar Liga Champions sebelum meninggalkan klub pada 2022.

Setahun berselang, Bale resmi pensiun dari sepak bola profesional pada 2023. Kini, pandangannya soal Real Madrid dan Xabi Alonso menambah sudut pandang menarik terkait tantangan melatih klub terbesar di dunia.

Sumber: TNT Sports


Persaingan di Liga Spanyol 2025/2026

Berita Terkait