Klub Liga Inggris Tertinggal di Deloitte Money League, Ini Penyebab Real Madrid dan Barcelona Teratas

Liverpool jadi klub Inggris berpendapatan tertinggi di Deloitte Money League.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 Januari 2026, 16:45 WIB
Pemain Liverpool, Virgil van Dijk, melepaskan tandukan kepala ke gawang Manchester City pada lanjutan Liga Inggris di Etihad Stadium, Minggu (09/11/2025) malam WIB. (AFP/Darren Staples)

Bola.com, Jakarta - Liverpool mencetak tonggak penting di ranah finansial sepak bola Eropa. Berdasarkan laporan terbaru Deloitte Football Money League edisi ke-29, The Reds untuk pertama kalinya dinobatkan sebagai klub Premier League dengan pendapatan terbesar.

Klub asal Merseyside itu meraup pendapatan 836 juta euro (sekitar Rp16,5 triliun), tertinggi di antara seluruh klub Inggris.

Advertisement

Lonjakan pemasukan tersebut datang setelah Liverpool menjuarai Liga Inggris musim lalu, yang berdampak langsung pada performa finansial mereka.

Sebaliknya, Manchester United justru mencatatkan rekor yang kurang menggembirakan. Setan Merah terperosok ke peringkat terendah sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di daftar Money League.

Di level global, Real Madrid kembali menguasai puncak klasemen sebagai klub dengan pendapatan terbesar di dunia. Los Blancos membukukan 1,2 miliar euro (Rp23,7 triliun), meski pada musim lalu gagal menjuarai Liga Champions maupun La Liga.


Peringkat Ketiga dan Empat

Pemain Bayern Munchen merayakan gol yang dicetak Harry Kane ke gawang Union St Gilloise dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef HILDENBRAND / AFP)

Penurunan posisi dua klub Manchester turut mempermudah Madrid mempertahankan posisi teratas.

Secara keseluruhan, terdapat enam klub Premier League di 10 besar dan 15 klub Inggris di 30 besar. Namun, untuk pertama kalinya, tidak ada klub Inggris yang menembus empat besar daftar tersebut.

Posisi kedua ditempati Barcelona, yang kembali ke tiga besar untuk pertama kalinya sejak musim 2019/2020. Klub Katalonia itu menghasilkan 975 juta euro, meski harus menjalani laga kandang di luar Camp Nou karena stadion mereka direnovasi.

Bayern Munchen berada di peringkat ketiga dengan pendapatan 861 juta euro. Juara Liga Champions, Paris St-Germain, menempati posisi keempat dengan 837 juta euro, sementara Liverpool berada di peringkat kelima secara keseluruhan.

Deloitte mencatat, total pendapatan 20 klub teratas meningkat 11 persen menjadi rekor baru 12,4 miliar euro.


Premier League Tetap Dominan, meski Posisi Menurun

Manchester City tampil superior di Etihad Stadium dengan kemenangan besar 4-1 atas Borussia Dortmund dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026. Tampak dalam foto, para pemain Manchester City, Ruben Dias, Savinho, Matheus Nunes, Phil Foden, Bernardo Silva, dan Josko Gvardiol bertepuk tangan kepada para penggemar usai pertandingan lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026 antara Manchester City dan Borussia Dortmund di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 5 November 2025 waktu setempat atau Kamis (6/11) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Manchester City mengalami penurunan signifikan, turun dari peringkat kedua ke posisi keenam. Pendapatan Man City tercatat 829 juta euro, turun sekitar 8,5 juta euro. Penurunan ini terjadi setelah mereka gagal meraih trofi utama untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.

Man City juga gagal melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Meski tampil di Piala Dunia Antarklub 2025, langkah mereka terhenti di fase 16 besar.

Klub Inggris lain di 10 besar adalah Arsenal (peringkat tujuh, 822 juta euro), Tottenham Hotspur (peringkat sembilan, 673 juta euro), dan Chelsea (peringkat 10, 584 juta euro).

Di luar 10 besar, Aston Villa berada di peringkat ke-14 (450 juta euro), Newcastle United di posisi ke-17 (400 juta euro), dan West Ham United di peringkat ke-20 (276 juta euro). Brighton, Everton, Crystal Palace, Bournemouth, Wolves, dan Brentford melengkapi daftar 30 besar.

Absennya klub Premier League di empat besar Money League terjadi, meski klub-klub Inggris menghabiskan rekor 3 miliar paun di bursa transfer musim panas, ditopang oleh dimulainya kontrak hak siar domestik empat tahun senilai 6,7 miliar paun, serta tambahan pemasukan dari kompetisi Eropa yang diperluas.


Faktor Liga Champions dan Kekuatan Komersial

Pemain Paris Saint-Germain (PSG) melakukan selebrasi usai menjuarai Liga champions 2024/2025 di Stadion Allianz Arena, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menilai hasil ini menegaskan pentingnya Liga Champions.

"Ini menunjukkan dampak dan pentingnya lolos ke Liga Champions. PSG menjuarainya dan mereka berada di atas klub-klub Inggris," ujar Maguire kepada BBC Radio 5 Live.

"Untuk setiap £1 yang didapat di Conference Leagye, Anda mendapatkan £2 di Liga Europa dan £7 di Liga Champions," tambahnya.

Menurut Maguire, Real Madrid dan Barcelona berhasil meningkatkan pendapatan lewat aktivitas komersial yang kini melampaui ketergantungan pada hak siar.

"Jika melihat Real dan Barca, mereka memperluas operasi dan menghasilkan lebih banyak uang dari aktivitas komersial ketimbang siaran. Tetapi, secara keseluruhan, Premier League tetap dominan," katanya.

Ia juga menyoroti skala ekonomi klub-klub Inggris.

"Fakta bahwa klub seperti Brentford, tanpa bermaksud meremehkan karena mereka dikelola dengan sangat baik, lebih besar daripada klub mana pun di MLS dan Amerika Selatan menunjukkan betapa suksesnya Premier League secara keseluruhan," ulasnya.


MU Terus Merosot

Pemandangan umum bagian luar stadion Old Trafford menjelang pertandingan Grup L Liga Europa antara Manchester United dan Partizan Belgrade di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 7 November 2019. (Oli SCARFF/AFP)

MU, yang finis di posisi ke-15 Premier League dan kalah dari Tottenham di final Liga Europa, turun dari peringkat keempat ke posisi kedelapan. Pendapatan mereka tercatat 793 juta euro, meski mengalami kenaikan tiga persen atau 22,5 juta euro.

MU tercatat pernah 10 kali menjadi klub dengan pendapatan tertinggi Money League, terakhir pada 2017. Namun, musim ini pendapatan hari pertandingan mereka diprediksi tertekan karena absen dari kompetisi Eropa serta tersingkir dini di Piala FA dan Carabao Cup.

"Jika melihat 10 atau 15 tahun lalu, pendapatan hari pertandingan Manchester United adalah yang terdepan di industri," kata Tim Bridge, pimpinan Deloitte Sports Business Group.

"Kemampuan mereka menghasilkan pendapatan komersial dulu menjadi tolok ukur. Saya tidak yakin hal itu masih berlaku sekarang," tambahnya.


Kunci Kenaikan Liverpool

Pemandangan umum stadion menjelang pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Aston Villa di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Maguire menilai kebangkitan Liverpool didorong oleh perluasan Stadion Anfield dan optimalisasi kegiatan non-sepak bola.

"Ini soal membawa lebih banyak orang ke stadion dan menggelar lebih banyak acara. Mereka mengadakan konser dan mendapatkan pemasukan dari sana," ujarnya.

"Liverpool juga memperluas jaringan megastore mereka di seluruh dunia, yang ikut menyumbang pendapatan," lanjutnya.

Menurutnya, pemasukan di luar hari pertandingan menjadi faktor penting.

"Jika Anda bisa mendapatkan lebih banyak uang di hari non-pertandingan, itu adalah cara mendorong klub ke depan, dan Liverpool berhasil melakukannya," ujarnya.


Apa yang Mendorong Lonjakan Pendapatan?

Tampilan umum Stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, pada Jumat, 7 November 2025, menjelang sesi latihan pertama tim di stadion setelah renovasi. (AP Photo/Joan Monfort)

Deloitte mencatat pendapatan komersial meningkat dari 4,9 miliar euro menjadi 5,3 miliar euro. Kenaikan ini didorong oleh perubahan model bisnis klub, termasuk pemanfaatan stadion dan area sekitarnya di luar hari pertandingan, peningkatan sponsor, serta kinerja ritel yang membaik.

Pendapatan komersial Real Madrid mencapai 594 juta euro, yang berasal dari penjualan merchandise dan sponsor. Angka tersebut saja sudah cukup untuk menempatkan mereka di posisi ke-10 Money League.

Renovasi Stadion Santiago Bernabeu senilai 1,1 miliar paun membantu Madrid mencatatkan pendapatan hari pertandingan 233 juta euro, tertinggi kedua sepanjang sejarah klub.

Barcelona melonjak dari peringkat keenam ke posisi kedua, meski masih menghadapi masalah keuangan dan aturan ketat La Liga.

Bermain di Stadion Olimpiade selama renovasi Camp Nou, Barca tetap mencatatkan pertumbuhan pendapatan 27 persen, sebagian didorong penjualan Personal Seat Licence yang menghasilkan sekitar 70 juta euro sebagai pemasukan satu kali.

Pendapatan hari pertandingan menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat, naik 16 persen menjadi 2,4 miliar euro.

Piala Dunia Antarklub versi baru yang digelar di Amerika Serikat turut mendorong pendapatan siaran naik 10 persen.

Partisipasi Man City dan Chelsea menghasilkan kenaikan 17 persen pendapatan siaran bagi klub-klub peserta, yang ikut membantu Bayern Munchen naik dua peringkat ke posisi ketiga.


Optimasi Pendapatan dan Kesejahteraan Pemain

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Tim Bridge menilai data Money League menunjukkan klub makin menguasai sumber pendapatan mereka sendiri. Namun, ia mengingatkan perlunya keseimbangan, terutama di tengah gugatan serikat pemain FIFPRO terhadap FIFA terkait padatnya kalender pertandingan.

Musim lalu, UEFA menambah jumlah peserta fase liga kompetisi Eropa menjadi 36 tim, dengan jaminan minimal delapan pertandingan per klub.

"Performa di lapangan tetap menjadi pendorong utama klub untuk naik ke peringkat atas," kata Bridge.

"Pada musim 2024/2025, klub-klub Money League rata-rata memainkan lebih banyak pertandingan dibanding musim sebelumnya.

"Meski peluang finansialnya besar, keseimbangan harus dijaga antara optimalisasi pendapatan, kualitas produk di lapangan, dan kesejahteraan pemain di tengah jadwal yang semakin padat," tegasnya.

Dalam perhitungan laporan ini, Deloitte menggunakan rata-rata nilai tukar 12 bulan pada akhir tahun laporan klub, dengan 1 euro setara 0,84 paun.

 

Sumber: BBC


Klub dengan Pendapatan Tertinggi Musim Lalu

Klub Ranking - Tahun Lalu - Pendapatan 2014/2025

1. Real Madrid - 1 - €1161m 

2. Barcelona - 6 - €974.8m

3. Bayern Munchen - 5 - €860.6m

4. Paris St-Germain - 3 - €837m 

5. Liverpool - 8 - €836.1m 

6. Man City - 2 - €829.3m 

7. Arsenal - 7 - €821.7m

8. Man Utd - 4 - €793.1m

9. Tottenham - 9 - €672.6m 

10. Chelsea - 10 - €584.1m

11. Inter Milan - 14 - €537.5m

12. Borussia Dortmund - 11 - €531.3m

13. Atletico Madrid - 12 - €454.5m

14. Aston Villa - 18 - €450.2m

15. AC Milan - 13 - €410.4m

16. Juventus - 16 - €401.7m 

17. Newcastle - 15 - €398.4m

18. VfB Stuttgart - N/A - €296.3m

19. Benfica - 25 - €283.4m

20. West Ham - 17 - €276