Mikel Arteta Menegaskan Ambisi Besar Bawa Arsenal Juara Liga Inggris: Tak Ada yang yang Lebih Berhasrat Ketimbang Saya

Arsenal terakhir kali mengangkat trofi liga pada 2004 dan dalam tiga musim terakhir selalu finis sebagai runner-up setelah selalu hampir menjadi juara dan terpeleset pada akhir musim.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 24 Januari 2026, 14:45 WIB
Ekspresi kegembiraan terpancar dari wajah Mikel Arteta usai Arsenal mengalahkan Chelsea 3-1 dalam lanjutan Liga Inggris 2020/2021. (Julian Finney Pool via AP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan tidak ada sosok yang memiliki ambisi, motivasi, dan hasrat lebih besar darinya untuk mengantarkan The Gunners menjuarai Premier League.

Arsenal terakhir kali mengangkat trofi liga pada 2004 dan dalam tiga musim terakhir selalu finis sebagai runner-up setelah selalu hampir menjadi juara dan terpeleset pada akhir musim.

Advertisement

Musim ini, Arsenal berada di posisi yang sangat menguntungkan. Klub London Utara itu memimpin klasemen dengan unggul tujuh poin, dengan 48 poin masih bisa diperebutkan dari 16 laga tersisa.

Dengan performa Manchester City yang menurun dan juara bertahan Liverpool tertinggal jauh hingga 14 poin, gelar juara kini disebut-sebut berada di tangan Arsenal.


Fokus Jadi Kunci Arteta Hadapi Tekanan Perebutan Gelar

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengisntruksikan pemainnya saat bertanding melawan Tottenham Hotspur pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, Minggu (15/1/2023). Hasil ini membuat Arsenal makin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 47 angka dari 18 laga. (AP Photo/Frank Augstein)

Menjelang laga krusial melawan Manchester United (MU) di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026), Arteta menegaskan fokus penuh adalah satu-satunya jalan menuju gelar juara.

Meski sudah enam tahun menangani Arsenal, satu-satunya trofi yang ia persembahkan untuk penggemar klub London Utara itu sejauh ini baru Piala FA pada 2020.

“Saya tidak berpikir ada siapa pun yang memiliki motivasi lebih besar, rasa lapar yang lebih besar, dan hasrat yang lebih besar daripada saya untuk membawa kami melangkah sampai akhir dan memenangkannya," ujar Arteta.

“Namun kami tahu satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan tetap fokus, hadir sepenuhnya di setiap momen, dan semua yang telah kami lakukan hari ini, harus kami lakukan dengan lebih baik besok.”

“Itu saja dan itu satu-satunya hal yang bisa kami kendalikan. Hal-hal lainnya tidak memberi nilai tambah apa pun dan justru bisa mengalihkan fokus kami ke arah yang salah,” lanjutnya.


Persaingan Lini Depan: Gyokeres Berpeluang Kembali Starter

Penyerang Arsenal asal Swedia #14, Viktor Gyokeres, merayakan gol kelima timnya dari titik penalti dalam pertandingan Premier League antara Arsenal dan Leeds United di Stadion Emirates, London, pada 23 Agustus 2025. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Meski Gabriel Jesus tampil impresif dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 yang diraih Arsenal atas Inter Milan di Liga Champions, Arteta membuka peluang bagi Viktor Gyokeres untuk kembali mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter saat menghadapi Manchester United.

Gyokeres masuk sebagai pemain pengganti di Italia dan mencetak gol ketiga Arsenal, namun secara keseluruhan masih kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di musim debut bersama klub London Utara tersebut.


Arteta Minta Kesabaran dalam Menilai Viktor Gyokeres

Selebrasi Viktor Gyokeres dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Penyerang asal Swedia itu sebelumnya tampil tajam bersama Sporting Lisbon dengan catatan 97 gol dari 102 pertandingan, tetapi sejauh ini baru mencetak lima gol liga bersama Arsenal.

Meski demikian, Arteta meminta publik bersabar dalam menilai kontribusi sang striker. “Mari kita menilainya pada akhir musim, dan bahkan terkadang itu pun masih merupakan sampel yang terlalu singkat," ujar Arteta.

“Kami juga harus memahami liga yang sedang kami hadapi dan apa yang terjadi pada para penyerang nomor sembilan di seluruh liga, serta bagaimana cara permainan ini terus berubah.”

“Jadi, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika kami menilai seorang pemain, dan nanti kami akan menilainya bukan hanya dari satu aspek permainan, tetapi dari banyak aspek permainan.”

Sumber: ESPN

 
 

Persaingan di Premier League

Berita Terkait