Arteta Beberkan Blunder-Blunder Arsenal saat Takluk di Tangan MU

Arsenal harus menelan pil pahit saat menjamu Manchester United pada lanjutan Premier League 2025/2026. Bermain di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB, The Gunners tumbang dengan skor tipis 2-3 dalam laga yang berlangsung penuh drama hingga menit akhir.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 26 Januari 2026, 06:07 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berdiri di tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Arsenal harus menelan pil pahit saat menjamu Manchester United pada lanjutan Premier League 2025/2026. Bermain di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB, The Gunners tumbang dengan skor tipis 2-3 dalam laga yang berlangsung penuh drama hingga menit akhir.

Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Arsenal yang sempat memegang kendali permainan, terutama di awal laga. Tim tuan rumah bahkan lebih dulu unggul, namun kegagalan menjaga momentum membuat pertandingan perlahan berubah menjadi milik Setan Merah.

Advertisement

Manchester United tampil efektif dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan Arsenal di area krusial. Tiga gol tim tamu yang dicetak Bryan Mbeumo, Patrick Dorgu, dan Matheus Cunha menjadi bukti ketajaman MU dalam situasi transisi cepat.

Kekalahan ini memang tidak menggusur Arsenal dari puncak klasemen, namun memperlihatkan sisi rapuh yang harus segera dibenahi. Manajer Mikel Arteta pun tak menutupi kekecewaannya usai laga.

 


Arteta Akui Arsenal Buat Hidup MU Terlalu Mudah

Pemain Manchester United (MU), Matheus Cunha, berlari merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arsenal pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Mikel Arteta menegaskan bahwa Arsenal sejatinya memulai pertandingan dengan sangat baik. Namun, ia mengakui timnya justru memberi keuntungan bagi lawan lewat kesalahan sendiri.

“Anda harus memberi kredit kepada Manchester United. Kami memberikan mereka satu gol yang sebenarnya tidak biasa dan terasa sangat menyakitkan. Setelah itu, mereka punya dua momen brilian dengan gol-gol luar biasa. Kami tidak berada di level terbaik,” ujar Arteta.

Pelatih asal Spanyol itu menilai Arsenal sepenuhnya menguasai jalannya laga pada 30 menit pertama, tetapi kehilangan kendali akibat banyaknya kesalahan umpan di area vital.

“Dalam 30 menit pertama kami sepenuhnya mengontrol pertandingan dan mencetak gol. Namun setelah itu, terlalu sering kami kehilangan bola di area penting. Kami mulai kehilangan kontrol dan dominasi, dan laga berubah menjadi sangat kacau,” tuturnya.

 


Arteta Pasang Badan, Fokus Bangkit di Liga Champions

Pemain Manchester United (MU), Patrick Dorgu, berlari merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arsenal pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Meski kecewa, Arteta memilih untuk melindungi para pemainnya dan mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi yang selama ini sudah ditunjukkan skuad Arsenal.

“Para pemain pantas mendapat banyak pujian atas konsistensi mereka. Saat kami kalah, saya yang harus bertanggung jawab dan saya harus melindungi para pemain. Kami sendiri yang memberikannya kepada lawan,” tegas Arteta.

Arteta menyadari bahwa persaingan Premier League tidak memungkinkan tim mana pun menang terus-menerus. Ia menyebut kekalahan ini sebagai bagian dari proses yang harus dilalui.

“Jika Anda ingin menang, Anda harus melewati momen-momen seperti ini. Anda tidak bisa berharap menang di setiap pertandingan, itu tidak realistis. Margin sangat kecil, dan kami justru membuatnya semakin kecil,” katanya.

Kini, Arteta meminta timnya segera bangkit dan mengalihkan fokus ke laga Liga Champions melawan Kairat tengah pekan ini.

“Sekarang kami harus bereaksi dan melihat karakter kami. Laga pertama berikutnya adalah Liga Champions. Hari ini kami tidak berada di level kami dan kami harus membayar harganya,” pungkasnya.

Sumber: BBC


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait