BRI Super League: Tak Full Skuad, PSIM Tetap Kejar Kemenangan di Markas Borneo FC

PSIM Yogyakarta menantang tuan rumah Borneo FC dalam pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 31 Januari 2026, 22:15 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel saat memberikan instruksi di pinggir lapangan ketika melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta menantang tuan rumah Borneo FC dalam pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Duel kedua tim dimainkan di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (1/2/2026) pukul 15.30 WIB.

Dalam sesi konferensi pers jelang laga, Sabtu (31/1/2026) pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengatakan timnya menjalani persiapan seperti biasa. Evaluasi pasca kekalahan 0-3 kontra Persebaya Surabaya pekan lalu menjadi fokus utama.

Advertisement

"Setiap pertandingan kami menggunakan persiapan yang sama. Kami menganalisis pertandingan sebelumnya dan menunjukkan kepada pemain apa yang sudah dilakukan dengan baik serta apa yang perlu diperbaiki," ujarnya.

"Kemudian kami fokus pada lawan berikutnya. Jadi, setiap Minggu pada dasarnya sama," sambung juru latih asal Belanda tersebut.


Datang Tanpa Kekuatan Penuh

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel sedang memberikan arahan kepada anak asuhnya saat bertanding melawan PSIM Yogyakarta pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

PSIM tidak berangkat ke Samarinda dengan komposisi terbaik. Jean-Paul van Gastel menjelaskan ada beberapa pemain yang absen karena cedera dan terkena hukuman larangan bermain.

"Kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan satu pemain yang terkena suspensi. Jadi kami tidak datang dengan skuad lengkap. Kami memiliki pemain yang terkena suspensi, yaitu Franco Ramos," kata Van Gastel.

Meski begitu, target PSIM tidak berubah, yakni memburu kemenangan di kandang Borneo FC. "Seperti setiap pertandingan lainnya, kami mencoba untuk menang. Jadi laga ini tidak ada bedanya dengan pertandingan-pertandingan lain," tegasnya.


Perjalanan Jauh Jadi Tantangan

PSIM Yogyakarta melawan Madura United. (Bola.com/Dok.Instagram PSIM Yogyakarta).

Perjalanan panjang menguras energi menuju Samarinda juga menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Naga Jawa. Namun, pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut mencoba menyikapinya secara realistis.

"Dampaknya adalah hari perjalanan tersebut pada dasarnya merupakan hari libur bagi para pemain. Jadi mereka harus melakukan perjalanan alih-alih menghabiskan waktu bersama keluarga mereka," ucapnya.

"Tetapi untuk motivasi, motivasi kami adalah kemenangan. Kami bermain sepak bola untuk mencoba menang, jadi itulah motivasi kami. Tidak peduli siapa lawan kami, besok adalah Borneo, jadi kami mencoba untuk menang," tandas Van Gastel.

 


Berharap Tampil Lebih Baik

Sementara itu, kapten sekaligus bek PSIM, Reva Adi Utama, menyebut timnya sudah melakukan evaluasi setelah kekalahan dari Persebaya. Ia berharap Laskar Mataram bisa tampil lebih baik di kandang Pesut Etam.

"Persiapan kami saya rasa tidak begitu banyak setelah melawan Persebaya. Jadi ada beberapa evaluasi dari pelatih ke tim yang harus kita perhatikan betul-betul dari aspek pertandingan kemarin," terang Reva.

"Ada beberapa hal yang harus diperbaiki, semoga di pertandingan lawan Borneo nanti kami bisa menjalankan instruksi pelatih lebih baik lagi. Semoga hasilnya bisa maksimal dan kita bawa pulang poin ke Jogja," lanjutnya.

Saat ini, PSIM berada di peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan perolehan 30 poin. Sedangkan Juku Eja bertengger di posisi ketiga dengan torehan 40 poin.

Berita Terkait