Michael Carrick Santai Hadapi Rencana Aksi Protes Fans MU, Fokus Bawa Setan Merah Menang Lagi

Manchester United tengah berada dalam momentum positif meski suasana di luar lapangan tak sepenuhnya tenang.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 01 Februari 2026, 18:45 WIB
Gesture Manajer interim Manchester United, Michael Carrick, pada laga melawan Arsenal di Stadion Emirates, London, Minggu (25/1/2026). Ben Stansall/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United tengah berada dalam momentum positif meski suasana di luar lapangan tak sepenuhnya tenang. Jelang laga kontra Fulham di Premier League, sebagian suporter Setan Merah berencana menggelar aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen klub.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung sebelum pertandingan dimulai. Namun, target utama kemarahan fans bukanlah tim atau staf pelatih, melainkan kepemilikan klub, khususnya Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer yang dinilai terus membuat keputusan tidak populer.

Advertisement

Di tengah situasi tersebut, Michael Carrick justru menunjukkan sikap tenang. Pelatih interim Manchester United itu menegaskan dirinya sama sekali tidak merasa tersinggung dengan rencana aksi protes tersebut dan memastikan fokus tim tetap utuh di atas lapangan.

United sendiri sedang on fire sejak Carrick ditunjuk menggantikan Ruben Amorim hingga akhir musim. Dua kemenangan beruntun langsung diraih, menumbangkan Manchester City di Old Trafford dan Arsenal di London Utara, sekaligus membuka kembali peluang finis di zona Liga Champions.

 


Carrick Hormati Hak Fans Manchester United

Bersama MU, sejumlah gelar berhasil ia raih, di antaranya lima gelar Liga Inggris, juara Liga Champions, juara Piala FA, dua kali juara Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih Middlesbrough memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala FA Inggris antara Middlesbrough dan Brighton and Hove Albion di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 7 Januari 2023. (Nigel Roddis/AFP)

Kelompok suporter The 1958 menjadi motor utama aksi protes ini. Mereka memperkirakan lebih dari 6.000 fans akan ikut dalam pawai pra-pertandingan untuk menyuarakan penolakan terhadap keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe.

Bagi The 1958, Ratcliffe yang kini memegang kendali operasional sepak bola dianggap sejalan dengan Glazer. Kekhawatiran mereka semakin besar seiring membengkaknya utang klub yang kini mencapai sekitar 1,1 miliar poundsterling.

Carrick memahami sepenuhnya posisi para pendukung. Ia menegaskan bahwa protes tersebut tidak akan mengganggu konsentrasi tim, sekaligus menaruh respek tinggi kepada loyalitas suporter Manchester United.

“Hal itu sama sekali tidak memengaruhi tim. Saya sangat menghormati para pendukung. Mereka luar biasa. Mereka sudah melewati banyak momen naik dan turun bersama klub ini, dan saya sama sekali tidak tersinggung. Para pemain juga tidak,” ujar Carrick.

 


Hubungan Tim dan Fans Kian Erat

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Carrick menilai atmosfer di dalam stadion justru selalu memberikan energi positif bagi tim. Dukungan suporter di Old Trafford maupun laga tandang disebutnya berada di level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Dukungan yang kami rasakan di dalam stadion selalu luar biasa. Itu sudah terasa dalam banyak pertandingan, dan saya yakin akan terus seperti itu,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti ikatan emosional yang mulai terbangun antara pemain dan pendukung dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Carrick, hubungan tersebut menjadi bahan bakar penting bagi kebangkitan Manchester United.

“Koneksi yang terbangun dalam beberapa minggu terakhir ini terasa spesial. Kami saling memberi energi. Para pemain merasakannya, dan itulah yang ingin terus kami bangun ke depan,” tuturnya.

 


Masa Depan Carrick Mulai Jadi Perbincangan

Hasil positif yang diraih membuat nama Michael Carrick mulai dibicarakan sebagai kandidat pelatih permanen. Padahal, rencana awal manajemen adalah menunjuk manajer baru pada musim panas mendatang.

Dengan masih tersisa 15 pertandingan di musim ini, performa United di bawah Carrick berpotensi mengubah peta rencana klub. Jika tren positif berlanjut dan tiket Liga Champions berhasil diraih, manajemen tentu sulit mengabaikan kontribusi sang legenda klub.

Untuk saat ini, Carrick memilih tetap fokus pada tugasnya. Target terdekat jelas, membawa Manchester United meraih kemenangan ketiga secara beruntun dan menjaga momentum positif, terlepas dari hiruk-pikuk di luar lapangan.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait