Pesepak Bola Ini Tinggalkan Klub setelah Anaknya Kena Pelecehan Rasial

Keputusan itu diambil setelah pemain asal Prancis tersebut mengungkapkan bahwa anak-anaknya menjadi korban pelecehan bernuansa rasial. Isu sensitif ini langsung menyita perhatian publik dan memicu gelombang simpati luas di dunia sepak bola.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 01 Februari 2026, 22:00 WIB
Pemain depan Fenerbahce asal Prancis #97, Allan Saint-Maximin, mengontrol bola selama pertandingan Liga Eropa UEFA, fase Liga - Pertandingan ke-4, pertandingan sepak bola antara AZ Alkmaar dan Fenerbahce di Stadion AZ, di Alkmaar pada tanggal 7 November 2024. (Koen van Weel/ANP/AFP)

Bola.com, Jakarta - Perjalanan Allan Saint-Maximin bersama Club America resmi berakhir. Mantan winger Newcastle United itu sepakat mengakhiri kontraknya lebih cepat dengan klub asal Meksiko tersebut, menyusul persoalan serius di luar lapangan yang menyentuh ranah pribadi.

Keputusan itu diambil setelah pemain asal Prancis tersebut mengungkapkan bahwa anak-anaknya menjadi korban pelecehan bernuansa rasial. Isu sensitif ini langsung menyita perhatian publik dan memicu gelombang simpati luas di dunia sepak bola.

Advertisement

Saint-Maximin menilai situasi tersebut sudah melewati batas toleransi. Bagi pemain berusia 28 tahun itu, keselamatan dan martabat keluarga menjadi prioritas utama, melebihi urusan karier dan sepak bola.

Club America pun mengambil sikap tegas dengan menyepakati pemutusan kontrak secara mutual. Klub menegaskan dukungan penuh kepada Saint-Maximin dan keluarganya dalam menghadapi situasi tersebut.

 


Pernyataan Tegas Saint-Maximin soal Keluarga

Allan Saint-Maximin. Sayap kiri Prancis berusia 25 tahun yang sejak awal musim 2019/2020 menjadi milik Newcastle United usai didatangkan dari OGC Nice ini kini memiliki nilai pasar 40 juta euro atau setara Rp585 miliar. Ia masih menunggu debut bersama Timnas Prancis, dan hingga kini telah mengoleksi 7 caps bersama Timnas Prancis U-21. (PA via AP/Owen Humphreys)

Saint-Maximin pertama kali mengungkap persoalan ini lewat unggahan di media sosial pada awal pekan. Ia menyoroti tindakan diskriminatif yang dialami keluarganya, terutama anak-anaknya, yang menurutnya sama sekali tidak bisa ditoleransi.

“Masalahnya bukan warna kulit Anda, tetapi warna pikiran Anda,” tulis Saint-Maximin.

“Aku diserang, itu bukan masalah. Aku tumbuh besar dan belajar melawan serangan. Tetapi ada satu hal yang tidak akan pernah kutoleransi, yaitu anak-anakku dijadikan sasaran.”

Ia menegaskan bahwa melindungi anak-anaknya adalah prioritas mutlak dalam hidupnya.

“Melindungi anak-anakku adalah prioritas dan aku akan berjuang memastikan mereka dihormati dan dicintai, apa pun latar belakang dan warna kulit mereka. Kebencian dan diskriminasi tidak punya tempat di masyarakat kita.”

Saint-Maximin juga menyampaikan pesan keras kepada pihak-pihak yang melakukan tindakan tersebut.

“Kepada mereka yang berani mengganggu anak-anakku, aku katakan satu hal: kalian telah membuat kesalahan. Aku akan selalu berjuang melindungi keluargaku, dan tidak ada orang atau ancaman yang bisa membuatku takut.”

 


Sikap Club America dan Dukungan Klub

Namun tak disangka, the Magpies tidak gentar dengan nama besar Manchester United. Mereka berhasil mendapatkan gol pada menit ke-7 melalui Allan Saint-Maximin, memanfaatkan asis dari Sean Longstaff. Newcastle unggul 1-0. (AP/Jon Super)

Dalam pernyataan resminya, Club America menyatakan solidaritas penuh kepada Saint-Maximin. Klub mengutuk segala bentuk diskriminasi dan kekerasan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Kami menegaskan kembali kecaman keras terhadap segala bentuk diskriminasi dan atau kekerasan yang melanggar martabat manusia,” tulis pernyataan klub.

“Kami menyampaikan solidaritas penuh kepada Allan Saint-Maximin dan keluarganya, yang mendapat dukungan dari seluruh bagian institusi ini.”

Club America juga menyampaikan apresiasi kepada sang pemain.

“Terima kasih telah mengenakan warna kebanggaan kami, Allan Saint-Maximin.”

 


Pelatih Sebut Kehilangan Besar

Allan Saint-Maximin - Penyerang Newcastle ini merupakan salah satu pemain asal Prancis yang menonjol di Liga Inggris musim ini. Dengan kecepatan dan daya jelajah yang luar biasa kini ia telah membukukan lima gol dan tiga assist. (AP/Steven Paston)

Pelatih Club America, Andre Jardine, mengakui kepergian Saint-Maximin merupakan kerugian besar bagi timnya. Ia menilai pemain tersebut memiliki kualitas yang bisa bersaing di level tertinggi.

“Terkait Maximin, dia adalah pemain fantastis. Dia punya kemampuan untuk bermain di liga mana pun di dunia. Kami mendoakan yang terbaik untuknya,” tutur Jardine.

Saint-Maximin sebelumnya meninggalkan Newcastle United pada 2023 dan sempat berkarier di Al-Ahli serta Fenerbahce sebelum bergabung dengan Club America. Kini, masa depannya kembali menjadi tanda tanya, namun satu hal jelas, keluarga tetap menjadi prioritas utamanya.

SumberL The Independent


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026