Keunggulan 2-0 Man City Lenyap, Pep Guardiola Protes Keras Gol Solanke Disahkan

Manajer Man City, Pep Guardiola, mengeluhkan gol pertama Solanke dalam laga kontra Tottenham.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Februari 2026, 08:00 WIB
Pemain Tottenham, Dominic Solanke (kiri), merayakan gol kedua timnya bersama Xavi Simons dalam pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City, Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola kembali meluapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit setelah Manchester City membuang keunggulan dua gol dan harus puas dengan hasil imbang 2-2 saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur, Minggu (1-2-2026).

Hasil tersebut membuat Man City kembali kehilangan momentum dalam perburuan gelar Liga Inggris.

Advertisement

Sorotan Guardiola tertuju pada gol pertama Spurs yang memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Gol itu dicetak Dominic Solanke, yang menurut Guardiola seharusnya tidak disahkan.

Dalam prosesnya, Solanke dinilai menendang bagian belakang kaki bek Man City, Marc Guehi, sebelum bola akhirnya masuk ke gawang. Namun, baik wasit di lapangan maupun VAR menilai insiden tersebut tidak cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran.

Gol itu menjadi titik balik laga. Spurs bangkit di babak kedua dan Solanke kemudian mencetak gol penyeimbang lewat sebuah voli indah.

Gol tersebut memberi suntikan moral besar bagi Tottenham dan manajer mereka, Thomas Frank, sekaligus membuat Man City kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.


Sesuatu yang "Menarik"

Wasit (R) mengamati saat gelandang Belanda Tottenham Hotspur #07, Xavi Simons (L), berbenturan dengan gelandang Spanyol Manchester City #16, Rodri (C), selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Ketika ditanya soal kontak Solanke terhadap Guehi, Guardiola tampak enggan berpanjang lebar.

"Oke, Anda saja yang jawab," ujarnya.

"Kalau itu terjadi dari bek tengah ke penyerang, itu penalti, kan? Anda juga bilang begitu, berarti Anda melihatnya," lanjutnya.

Kepada BBC Radio 5 Live, Guardiola menyebut situasi seperti ini sebagai sesuatu yang "menarik di Liga Inggris".

Dalam konferensi pers setelah laga, ia kembali menyinggung dampak emosional dari keputusan tersebut. Menurutnya, gol pertama Spurs yang disahkan wasit membuat jalannya pertandingan sulit dikendalikan.

"Ada isu emosional pada gol pertama yang diberikan wasit untuk Spurs. Setelah itu, momentumnya sulit dikontrol, apa pun yang terjadi di Inggris," katanya.


Keluhan Guardiola

Pemain Manchester City, Rayan Cherki (kanan), merayakan gol pembuka timnya dalam laga Liga Inggris lawan Tottenham, Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Dalam beberapa pekan terakhir, Guardiola memang kerap melontarkan keluhan soal keputusan wasit.

Ia sebelumnya tidak puas ketika gol Antoine Semenyo dianulir saat melawan Newcastle di Carabao Cup, juga saat Diogo Dalot lolos dari kartu merah dalam derbi Manchester meski melakukan tekel berbahaya terhadap Jeremy Doku.

Selain itu, Man City juga merasa dirugikan ketika tak mendapat penalti akibat handball pemain Wolves.

Saat diminta melihat persoalan ini secara lebih luas, Guardiola menegaskan pandangannya tidak berubah.

"Tidak ada yang mengubah opini yang sudah saya miliki sebelumnya," ucapnya.

Menariknya, Thomas Frank mengaku bisa memahami sudut pandang Guardiola terkait gol pertama Solanke.

"Ada kontak yang jelas dari dia (Solanke)," kata Frank.

"Secara umum, kami ingin ambang batas pelanggaran lebih tinggi. Saya paham ini berada di area abu-abu," imbuhnya.


Pendapat Thomas Frank

Pemain Tottenham, Xavi Simons, berduel dengan pemain Manchester City, Rayan Cherki, pada laga Liga Inggris, Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Frank kemudian membandingkannya dengan gol Liverpool yang dicetak Hugo Ekitike ke gawang Spurs pada 20 Desember lalu.

"Dalam pandangan saya, itu jelas dua tangan di punggung Cristian Romero. Jadi, itu bukan area abu-abu. Saya hanya sangat senang akhirnya keberuntungan berpihak kepada kami, dan menurut saya itu adil," tutur Frank.

Tottenham tampil dalam kondisi pincang. Frank harus kehilangan 11 pemain karena cedera, lalu Cristian Romero terpaksa ditarik keluar saat jeda babak pertama karena sakit.

Solanke yang baru pulih dari cedera panjang juga tidak mampu menuntaskan laga. Pada menit ke-89, Frank memasukkan bek tengah berusia 17 tahun, Jun'ai Byfield, yang menjalani debut liga dan dimainkan sebagai gelandang kanan.

Frank menilai perkembangan timnya mulai terlihat.

"Kemampuan tim ini untuk merespons kemunduran dan menunjukkan ketangguhan tumbuh sedikit demi sedikit," katanya.

"Ini laga ke-11 sejak pertandingan melawan Nottingham Forest, dan kami mulai menunjukkan konsistensi. Kami lebih kompetitif. Arahnya sudah benar," ujar Frank.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait