Dua Gol Dianulir, Persijap Murka: Kekalahan dari Arema Dinilai Tak Adil

Persijap Jepara menelan kekecewaan mendalam usai kalah tipis 0-1 dari Arema FC dalam lanjutan kompetisi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026).

BolaCom | Iwan SetiawanDiterbitkan 02 Februari 2026, 19:10 WIB
Bek Arema FC, Hansamu Yama, mencetak gol ke gawang Persijap Jepara. (Bola.com/Iwan Setiawan).

Bola.com, Malang - Persijap Jepara menelan kekecewaan mendalam usai kalah tipis 0-1 dari Arema FC dalam lanjutan kompetisi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026). Kekalahan itu terasa pahit karena Laskar Kalinyamat menilai mereka tampil sepadan, bahkan layak membawa pulang setidaknya satu poin.

Gol tunggal Arema dicetak oleh bek anyar mereka, Hansamu Yama. Namun hasil akhir pertandingan justru memicu polemik, terutama di kubu tim tamu yang merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit.

Advertisement

Persijap mengklaim memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan. Bahkan, dua gol mereka dianulir oleh pengadil lapangan, masing-masing di babak pertama dan babak kedua, yang langsung memicu protes keras dari jajaran tim.

Di tengah tekanan tersebut, Persijap tetap menunjukkan perlawanan sengit sepanjang laga. Sayangnya, upaya mereka untuk menghindari kekalahan kandas, sementara kontroversi wasit menjadi sorotan utama setelah pertandingan usai.

 


Divaldo Alves Soroti Kepemimpinan Wasit

Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, memimpin timnya menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-16 BRI Super League musim ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senayan, Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Pada laga itu, Persijap kalah 0-2 dari Persija. (Bola.com/Abdul Aziz)

Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Aidil Azmi. Ia menilai timnya kerap dirugikan setiap kali membangun serangan.

“Setiap kali kami menyerang selalu ada peluit. Kami seharusnya mendapat penalti. Selain itu, ada gol yang dianulir karena offside,” keluh pelatih asal Portugal tersebut.

Divaldo menegaskan, jalannya pertandingan seharusnya berakhir imbang jika keputusan wasit berjalan adil. Menurutnya, kualitas permainan kedua tim berada di level yang sama.

“Harusnya pertandingan berakhir imbang 1-1. Saya tidak mengerti dengan keputusan wasit hari ini. Gol kami awalnya sah, tidak offside. Tapi tiba-tiba tidak jadi gol,” tuturnya sambil memperlihatkan rekaman video gol Persijap di ponsel pribadinya.

 


Jalannya Laga Berjalan Ketat

Cover prediksi Arema FC Vs Persijap Jepara - BRI Super League. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Secara permainan, Persijap tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka bahkan sempat mengurung pertahanan Arema FC di menit-menit awal dan memaksa tuan rumah bermain lebih bertahan.

Memasuki babak kedua, giliran Arema FC yang meningkatkan intensitas serangan. Singo Edan lebih dominan dalam penguasaan bola, namun gagal menambah keunggulan meski beberapa kali menciptakan peluang.

Ketatnya duel di lapangan membuat satu gol menjadi pembeda. Namun bagi Persijap, hasil tersebut terasa tidak mencerminkan jalannya pertandingan secara keseluruhan.

 


Wahyudi Hamisi: Banyak Kejadian Janggal

Gelandang Persijap, Wahyudi Hamisi, turut menguatkan pernyataan sang pelatih. Ia mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya, tetapi merasa jalannya laga tercoreng oleh keputusan pengadil lapangan.

“Saya respek dengan teman-teman yang berjuang sampai menit akhir. Pertandingan seru, dua tim saling menekan. Tapi yang merusak pertandingan saya rasa referee,” ujar mantan pemain PSS Sleman itu.

Pemain berusia 28 tahun tersebut mengaku berada sangat dekat dengan wasit selama pertandingan. Ia mendengar langsung sejumlah pernyataan yang diucapkan sang pengadil, namun memilih tidak mengungkapkannya ke publik.

“Ada banyak kejadian di lapangan dan diucapkan wasit tapi orang luar tidak tahu. Karena posisi saya paling dekat dengan wasit. Namun saya tidak bisa sampaikan. Biar ini jadi konsumsi kami sendiri,” jelasnya.

Kekalahan ini membuat Persijap Jepara gagal memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya. Laskar Kalinyamat masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen dengan 12 poin, terpaut lima angka dari PSBS Biak di posisi satu tingkat lebih baik, yang pada pekan yang sama hanya bermain imbang melawan Madura United.


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait